Musim Mas
Language

By Devane Sharma

Memastikan ketahanan pangan global menjadi semakin menantang karena populasi dunia diperkirakan akan melampaui 9 miliar pada tahun 2050. Faktor-faktor seperti kebutuhan untuk melestarikan hutan dan potensi dampak perubahan iklim membatasi ketersediaan lahan yang dapat dipanen secara berkelanjutan.

Pertanian presisi muncul sebagai solusi yang menjanjikan bagi industri pertanian untuk menghasilkan lebih banyak pangan seefisien mungkin. Artikel ini membahas konsep dan penerapan bagaimana Musim Mas mengatasi masalah keamanan pangan global.

Apa itu Pertanian Presisi?

Pertanian presisi adalah metode berbasis sains yang mengoptimalkan produktivitas dan hasil tanaman. Konsep manajemen pertanian ini menjadi terkenal pada tahun 1980an dengan munculnya Teknologi Informasi (TI) dan pemantauan satelit. Dengan memanfaatkan TI dan citra satelit, pendekatan ini memberikan petani data yang akurat untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti tanah, air, pupuk, dan pestisida.

Pertanian Presisi Memanfaatkan Data untuk Meningkatkan Efisiensi

Pertama, pertanian presisi meminimalkan pemborosan dengan memberikan wawasan tentang sumber daya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Misalnya, petani dapat bercocok tanam lebih banyak dengan sebidang tanah tertentu tanpa menggunakan pupuk secara berlebihan. Hal ini mengurangi limpasan air yang mencemari badan air dan menjaga ekosistem di sekitar lahan pertanian mereka.

Daripada mengelola pertanian sebagai satu unit, pertanian presisi juga menggunakan teknologi untuk menyesuaikan pengelolaan ke unit yang lebih kecil.

Tim kami di lapangan memverifikasi data satelit menggunakan drone

Penerapan Wawasan Pertanian Presisi ke dalam Tindakan

Meskipun pertanian presisi menghasilkan wawasan yang sangat berharga, langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan. Misalnya, data satelit mungkin menunjukkan kurangnya unsur hara di lapisan atas tanah pada suatu lahan tertentu. Sebagai tanggapannya, tim kami dapat menerapkan nutrisi yang sesuai, terkadang menggunakan teknologi otomatisasi.

β€œKami melakukan survei dan klasifikasi tanah secara rinci di seluruhΒ perkebunanΒ kami,” ucap Ooi Ling Hoak, Kepala unit Penelitian dan Pengembangan (R&D), serta kepala ahliΒ agronomiΒ Grup Musim Mas. β€œKami kemudian bisa fokus pada pengondisian tanah di setiap area. Di beberapa plot, survei kami mungkin menunjukkan bahwa tanahnya terlalu berpasir, sehingga tidak baik, karena tidak mampu menahan air dan unsur hara dengan baik. Kami akan menggunakan solid decanter (salah satu limbah padat hasil olahan minyak sawit) atau ijuk untuk meningkatkan kualitas tanah.” Padatan decanter kering dan serat sawit merupakan produk sampingan dari proses penggilingan kelapa sawit, diperoleh dan digunakan kembali di kebun sebagai bagian dari pendekatanΒ pabrik tanpa limbah Musim MasΒ untuk keberlanjutan.

Staf Musim Mas melakukan pemeriksaan profil tanah

Mengurangi Dampak pada Lingkungan

Penerapan lain dari pertanian presisi adalah meminimalisir penggunaan pupuk dan pestisida, yang mengurangi dampak pertanian terhadap lingkungan. Biaya operasional juga diminimalkan, karena biaya pupuk mencapai 60% dari biaya operasionalΒ perkebunan.

Data spesifik lokasi dikumpulkan melalui bantuan pertanian presisi dengan pendekatan yang ditargetkan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit, seperti menargetkan kelompok rayap secara strategis.

β€œRayap merupakan hama diΒ perkebunanΒ kelapa sawit. Ratunya dapat bertelur setiap tiga detik selama 30 tahun, sehingga membentuk sebuah kerajaan,” kata Cheong Yew Loong, Kepala Perlindungan Tanaman Musim Mas. β€œSetelah ratu meninggal, kehidupan dalam kerajaan rayap menjadi tidak baik. Jadi, untuk mengendalikannya dengan tepat, kita harus menyerang tempat yang paling berpengaruh,yaitu kamar ratu.”

Mencatat input dan hasil pupuk melalui smartphone

Musim Mas Berinvestasi dalam Penelitian dan Pengembangan untuk Meningkatkan Hasil Panen

Penerapan pertanian presisi di seluruhΒ perkebunanΒ Musim Mas adalah bagian dari fokus holistiknyaΒ perusahaan pada inovasi untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan dan menghasilkan hasil panen yang tinggi. Dengan menggunakan teknologi seperti citra satelit dan melakukan penelitianΒ agronomi, perusahaan berfokus pada peningkatan metodeΒ pertanian dan pemuliaan benih dengan hasil lebih tinggi melalui seleksi buatanΒ dan tanpa modifikasi genetik.

β€œKami percaya bahwa pertumbuhan produksi kelapa sawit harus didorong oleh efisiensi dalam metode pertanian kami dan menghasilkan benih yang lebih baik daripada perluasan lahan,” kata Wai Meng, Pemulia Tanaman Musim Mas.

Pusat PenelitianΒ AgronomiΒ Musim Mas sangat penting dalam mengoptimalkan hasil panen. Terletak diΒ perkebunannyaΒ di Riau, Pusat PenelitianΒ AgronomiΒ ini memiliki luas lebih dari 200 hektar, termasuk area yang ditanami. Ini terdiri dari unit-unit khusus untuk mengoptimalkanΒ agronomi, perlindungan tanaman, dan pengelolaanΒ lahan gambut, menyediakan bahan tanam kelapa sawit canggih bagi operasi Musim Mas yang disesuaikan secara individual agar sesuai dengan lingkungan yang berbeda. Hal ini memastikan hasil panen yang konsisten dan optimal di seluruhΒ perkebunanΒ Musim Mas di seluruh Indonesia.

Pusat penelitian agronomiΒ Musim Mas

Mencapai Hasil Unggul untuk Memenuhi Permintaan Minyak dan Lemak Dunia

Pusat penelitian ini memberikan masukan kepada Musim Mas untuk memberi standar dalam pengelolaanΒ agronomiΒ di pembibitan dan perkebunannya. Hasilnya, perusahaan telah mencapai hasil yang hampir dua kali lipat rata-rata global. Hasil Minyak Sawit Mentah (CPO) Grup Musim Mas pada tahun 2022 mencapai 5,86 juta ton per hektar, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 3,25 juta ton per hektar.

Musim Mas akan terus menekankan inovasi, mulai dari upaya penelitian dan pengembangan, hingga penerapan konsep seperti pertanian presisi di lapangan, untuk memastikan produksinya berkelanjutan. Sebagai produsen minyak sawit yang bertanggung jawab, Musim Mas percaya bahwa upaya tersebut sangat penting untuk berkontribusi tidak hanya pada produksinya tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan minyak dan lemak dunia.