Oleh: Devane Sharma
Apa Itu Ethoxylates dan Mengapa Penting? | Sekilas tentang Manfaat Keberlanjutan | Mendukung Kepatuhan Anda terhadap Target Keberlanjutan Uni Eropa| Komitmen Musim Mas terhadap Sumber Daya Bertanggung Jawab
Di zaman yang semakin menuntut tanggung jawab terhadap lingkungan, kebutuhan akan solusi kimia yang berkelanjutan menjadi semakin penting. Musim Mas percaya bahwa masa depan produk perawatan rumah tangga dan industry, terletak pada inovasi yang mendukung performa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, Musim Mas dengan bangga memperkenalkan NexGen Low Carbon Ethoxylates sebagai solusi generasi terbaru yang dibuat dari bahan baku terbarukan, membantu bisnis mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan kualitas dan performa yang sudah dipercaya.
Ethoxylates adalah surfaktan non-ionik yang digunakan pada berbagai produk sehari-hari, mulai dari sampo, sabun mandi, deterjen laundry, hingga produk pembersih untuk industri. Bahan ini terkenal karena efektivitasnya dalam melarutkan minyak dan kotoran, sehingga menjadi komponen penting dalam produk perawatan diri, rumah tangga, dan pembersih untuk industri.
Musim Mas menyediakan ethoxylates konvensional maupun inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. NexGen Ethoxylates dari Musim Mas melengkapi rangkaian produk yang sudah ada dengan menawarkan pilihan yang lebih ramah lingkungan, menggunakan bahan baku terbarukan dan teknologi bio-sirkular.
NexGen Ethoxylates dari Musim Mas dibuat menggunakan bahan baku nabati terbarukan, termasuk ethylene oxide (EO) bio-sirkular dan minyak sawit yang diperoleh secara bertanggung jawab. Surfaktan ini dirancang untuk mengurangi jejak karbon sekaligus mempertahankan performa setara dengan formulasi konvensional.
Keunggulan utama dari sisi keberlanjutan terletak pada penggunaan EO bio-sirkular, yang membantu menetralkan emisi karbon yang biasanya terkait dengan proses petrokimia. Pendekatan ini menghadirkan prinsip sirkularitas dalam produksi surfaktan, sekaligus mengurangi total emisi gas rumah kaca secara keseluruhan.
NexGen Ethoxylates dari Musim Mas menawarkan sejumlah manfaat keberlanjutan sebagai berikut:
Uni Eropa berada di garis depan dalam penerapan regulasi keberlanjutan yang lebih ketat melalui inisiatif, diantaranya adalah European Green Deal dan Circular Economy Action Plan. Kerangka kerja ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan, dan mendorong penggunaan bahan terbarukan serta dapat didaur ulang di seluruh sektor industri.
NexGen Ethoxylates dari Musim Mas didesain selaras dengan tujuan tersebut:
Komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dimulai dari rantai pasok. Musim Mas adalah salah satu penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5°C, sebuah inisiatif global yang difasilitasi oleh Tropical Forest Alliance, yang bertujuan menghentikan deforestasi dari rantai pasok komoditas, sejalan dengan sains iklim. Berikut adalah beberapa poin utama dari kepemimpinan keberlanjutan Musim Mas:
Musim Mas berkomitmen untuk membantu bisnis beralih menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Bagi Anda yang sedang mereformulasi produk, ataupun yang sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan regulasi, NexGen Ethoxylates dari Musim Mas menawarkan Solusi masa depan yang selaras dengan tujuan lingkungan perusahaan Anda.
Silakan hubungi kami di info@icof-europe.de untuk mengetahui bagaimana NexGen Ethoxylates dapat mendukung upaya keberlanjutan dan kepatuhan regulasi bisnis Anda.
Oleh: Devane Sharma
Di Musim Mas, kami menyadari bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan mencegah pekerja anak, khususnya bagi anak-anak pekerja perkebunan yang tinggal di daerah pedesaan. Berdasarkan survei terbaru kami, 12.220 anak pekerja pabrik dan perkebunan berusia di bawah 18 tahun tinggal di perkebunan kami, dengan 98% anak usia sekolah bersekolah di sekolah YAK (Yayasan Anwar Karim), atau sekolah terdekat lainnya.
Melalui Yayasan Anwar Karim, Musim Mas mengelola 47 pusat penitipan anak, 11 taman kanak-kanak, dan 14 sekolah, guna memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh anak-anak karyawan kami, dan mereka yang tinggal di lingkungan masyarakat sekitar. Kami juga menyediakan transportasi sekolah gratis untuk mendorong tingkat pendaftaran dan meringankan hambatan logistik bagi keluarga karyawan.
Selain pendidikan, sekolah-sekolah ini menciptakan peluang kerja bagi guru-guru setempat, bahkan beberapa di antaranya telah bekerja bersama kami selama bertahun-tahun. Hari ini, dua orang guru berdedikasi dari sekolah YAK berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan mereka untuk para siswanya.
![]() |
![]() |
| Berkenalan dengan Widya Nanda Sari, seorang pendidik yang bersemangat di SDS Anwar Karim I. Berasal dari Batusangkar, Sumatera Barat, Widya telah mengabdikan diri untuk mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 13 tahun, sejak Oktober 2011. Dengan gelar di bidang Kimia dari Universitas Riau, ia membawa keahliannya sebagai guru Kelas 5 yang mengkhususkan diri dalam Sains. Komitmennya yang telah berlangsung lama menekankan peran penting para pendidik berpengalaman dalam membina pikiran generasi muda dan menumbuhkan semangat untuk belajar. | Berkenalan dengan Sina Anisah, seorang guru yang berdedikasi di SMPS Anwar Karim I, Cabang Riau. Berasal dari Ukui di Kabupaten Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Sina telah membentuk generasi muda di sekolah tersebut selama lebih dari dua setengah tahun. Dengan gelar di bidang Sejarah, ia membawa dasar akademis yang kuat untuk perannya sebagai guru IPA. Perjalanannya mencerminkan komitmen para pendidik di sekolah Yayasan YAK untuk memastikan bahwa anak-anak di lingkungan perkebunan menerima pendidikan yang berkualitas, dan memiliki peluang untuk masa depan yang lebih cerah. |
Apa yang menginspirasi Anda untuk menjadi guru, dan bagaimana hal tersebut membentuk pendekatan Anda dalam mengajar?
Widya: Tumbuh di daerah pedesaan, sekolah saya hanya memiliki tiga guru, yang masing-masing sering kali mengajar dua kelas sekaligus. Minimnya sumber daya membuat pembelajaran menjadi sulit. Saya menjadi guru untuk mengatasi kekurangan pendidik—untuk memastikan bahwa anak-anak di lingkungan masyarakat pedesaan mendapatkan pendidikan yang stabil dan berkualitas.
Sina: Mengajar selalu menjadi panggilan bagi saya. Kakak perempuan saya adalah seorang guru, dan keluarga kami selalu memandang pendidikan sebagai profesi yang penuh makna. Mengajar merupakan tugas, sekaligus bentuk pengabdian, jadi saya berusaha memberikan yang terbaik setiap hari.
Dapatkah Anda berbagi momen berkesan yang semakin memperkuat semangat Anda dalam mengajar?
Widya: Ada banyak, tetapi melihat siswa yang tadinya tidak bersemangat menjadi pelajar yang bersemangat, sungguh memberi kepuasan. Saya juga sangat bangga ketika alumni kami berhasil—beberapa bahkan kembali menjadi guru di sekolah YAK. Salah satu momen yang sangat berkesan adalah menyaksikan siswa kami memenangkan kompetisi regional dan nasional, seperti untuk drum band, di mana tim kami berhasil meraih juara berturut-turut. Kami juga memiliki seorang siswa yang mewakili Riau di Olimpiade Sains Nasional.
Sina: Setiap hari membawa kejutan baru, tetapi momen yang paling memuaskan adalah ketika saya melihat kemajuan nyata pada siswa saya—kepercayaan diri, rasa ingin tahu, dan prestasi mereka yang berkembang.

Apa yang memotivasi Anda untuk terus mengajar di lingkungan perkebunan?
Widya: Pendidikan adalah hak asasi. Anak-anak di area perkebunan sering kali memiliki keterbatasan dalam berinteraksi dengan dunia luar. Saya ingin sekolah kami menjembatani kesenjangan ini dengan menyediakan landasan pendidikan yang kuat dan mendorong siswa untuk bermimpi besar.
Sina: Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dimanapun lokasinya berada. Banyak siswa kami yang belum pernah melihat kehidupan di luar perkebunan, jadi saya menggunakan materi pelajaran untuk memperluas wawasan mereka, membantu mereka bermimpi melampaui apa yang mereka ketahui.
Apa saja tantangan terbesar dalam lingkungan ini, dan bagaimana Anda mengatasinya?
Widya: Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, yang banyak di antara mereka hanya menamatkan sekolah dasar. Pola pikir ini dapat membatasi aspirasi siswa, yang menyebabkan beberapa siswa putus sekolah lebih awal. Untuk mengatasi hal ini, saya menyertakan video eksplorasi karier, memberikan dukungan ekstra bagi siswa yang kesulitan, dan melibatkan orang tua dalam diskusi tentang potensi anak-anak mereka.
Sina: Awalnya, beradaptasi dengan budaya baru itu sulit. Saya mengatasinya dengan membaur dalam komunitas dan memahami latar belakang siswa. Sekarang, saya menggunakan pemahaman tersebut untuk membuat proses belajar yang lebih relevan dan mudh dipahami.
Metode pengajaran apa yang Anda gunakan, dan apa saja manfaatnya?
Widya: Saya menggunakan gabungan Pembelajaran Kooperatif, Pembelajaran Berbasis Penelitian, Masalah, dan Penemuan. Metode-metode ini mendorong pemikiran kritis dan partisipasi, memastikan bahwa siswa tidak hanya menyerap pengetahuan tetapi juga mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.
Sina: Saya sebagian besar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah yang dikombinasikan dengan diskusi kelompok dan proyek. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menerapkan pengetahuan dengan cara-cara praktis.
Bagaimana pendidikan memengaruhi kehidupan siswa?
Widya: Pendidikan menanamkan disiplin, keterampilan sosial, dan keunggulan akademis. Pendidikan membantu membentuk siswa menjadi individu yang bertanggung jawab dengan nilai-nilai yang kuat dan motivasi untuk sukses.
Sina: Pendidikan akan memperluas perspektif mereka. Siswa yang memiliki akses terhadap pembelajaran mengembangkan mimpi yang lebih besar dan visi yang lebih jelas untuk masa depan mereka.

Apa harapan Anda untuk para siswa, dan bagaimana Anda mendukung mereka?
Widya: Saya berharap lebih banyak siswa yang melanjutkan pendidikan tinggi dan memutus siklus putus sekolah dini. Saya fokus pada pendidikan karakter, disiplin, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik untuk menginspirasi mereka.
Sina: Saya berharap mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, cakap, dan berkontribusi bagi masyarakat. Saya mendukung mereka dengan menjadi mentor dan mendorong mereka untuk mengejar cita-cita mereka.
Langkah apa saja yang diambil untuk memastikan bahwa anak-anak menerima pendidikan yang komprehensif, termasuk kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan keterampilan?
Widya: Kami mengintegrasikan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, musik, dan klub akademik untuk mengembangkan bakat siswa yang beragam. Kami juga mendorong penggunaan teknologi dan terus memantau perkembangan mereka agar semakin termotivasi di luar sekolah.
Sina: Sekolah kami menawarkan program ekstrakurikuler seperti klub sains, tim debat, dan olahraga, untuk memastikan siswa berkembang secara holistik. Kami juga menyediakan kesempatan pelatihan kejuruan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis untuk karier masa depan mereka.
Fasilitas dan sumber daya sekolah apa saja yang menonjol?
Widya: Sekolah kami memiliki fasilitas listrik 24 jam, internet yang stabil, buku pelajaran, proyektor, komputer, dan printer, yang mendukung pengalaman belajar yang modern, bahkan di lingkungan terpencil.
Sina: Sekolah kami dilengkapi dengan alat pembelajaran modern seperti komputer, akses internet, proyektor, dan perpustakaan, yang keseluruhannya membuat proses belajar menjadi lebih efektif.
Bagaimana transportasi sekolah gratis Musim Mas bermanfaat bagi siswa?
Widya: Transportasi tersebut memastikan ketepatan waktu, keamanan, dan meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. Orang tua pun lebih bersedia menyekolahkan anak-anak mereka karena tahu transportasi sudah tersedia.
Sina: Transportasi ini memastikan keamanan, mencegah keterlambatan, dan memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua, sehingga mereka dapat fokus pada pekerjaan.
Apakah Anda melihat adanya perubahan pada masyarakat setempat karena pendidikan?
Widya: Ya, ada perubahan positif. Kini, semakin banyak orang tua yang menghargai pendidikan, dan semakin banyak siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga memperluas aspirasi karier mereka.
Sina: Benar sekali. Kini, orang tua memiliki pandangan yang lebih positif terhadap pendidikan, dan siswa menjadi lebih ambisius, bercita-cita untuk berkarier di luar dari apa yang mereka lihat di sekitar mereka.
Dukungan atau pelatihan seperti apa yang Anda terima dari Yayasan Anwar Karim?
Widya: Yayasan Anwar Karin menyediakan lokakarya, sesi pelatihan, dan program pengembangan profesional secara berkala, yang memastikan bahwa kami selalu mengikuti metodologi dan kurikulum pengajaran terkini.
Sina: Kami menerima pelatihan yang komprehensif, termasuk lokakarya kurikulum, metode pengajaran interaktif, dan kesempatan untuk membangun jaringan profesional, yang sangat meningkatkan kemampuan mengajar kami.
Melalui dedikasi guru-guru seperti ini, Yayasan Anwar Karim terus menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di komunitas perkebunan. Kisah-kisah mereka menekankan kekuatan pendidikan dalam membentuk masa depan dan mengubah masyarakat. Seiring kami melangkah maju, kami tetap berkomitmen untuk memberdayakan generasi mendatang dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk meraih kesuksesan.

Oleh Tiffany Goh
Interaksi antara manusia dan gajah semakin meningkat, dan menyebabkan masalah besar bagi keduanya. Konflik ini terjadi ketika gajah memasuki wilayah manusia, merusak tanaman, dan terkadang mengancam nyawa. Masalah ini muncul akibat menyusutnya habitat gajah, semakin banyaknya permukiman manusia yang mengambil alih wilayah jelajah gajah, serta persaingan dalam memperebutkan sumber daya.
Keadaan gajah Sumatra di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Laporan dari WWF Indonesia menunjukkan bahwa antara tahun 2004 hingga 2013, di Provinsi Riau saja sebanyak 129 ekor gajah Sumatra yang berstatus Kritis (Critically Endangered) telah mati. Hal ini menyoroti perlunya upaya konservasi yang mendesak.
Untuk mengatasi masalah ini, para konservasionis menerapkan pendekatan yang menyeluruh dan mulai menunjukkan hasil yang prospektif. Mereka berfokus pada perlindungan habitat gajah, edukasi masyarakat lokal tentang perilaku gajah, serta menciptakan cara-cara untuk mencegah gajah memasuki permukiman manusia. Langkah-langkah ini membantu kelangsungan hidup gajah yang rentan, terutama di daerah seperti Sumatra, di mana populasinya telah menurun secara drastis.
Di Tesso Nilo, Provinsi Riau (Sumatra, Indonesia), hubungan antara manusia dan gajah berlangsung dengan penuh permasalahan. Gajah seringkali menginjak-injak tanaman saat mencari makan, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi pekebun lokal. Beberapa warga desa, merasa cemas atas kerugian yang terjadi, bahkan mencoba cara berbahaya seperti memberikan racun pada buah-buahan untuk mengusir gajah.
Untungnya, pendekatan baru untuk hidup berdampingan mulai berkembang, membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Seekor gajah dari tim patroli pencegahan konflik satwa (Flying Squad) berdiri gagah, bersama pawang yang menuntunnya melewati hutan Taman Nasional Tesso Nilo. Gajah-gajah terlatih ini berperan sebagai penjaga bagi sesamanya, membantu mengarahkan kawanan gajah liar menjauh dari ladang, dan mencegah konflik dengan masyarakat.
Di balik inisiatif ini, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN)—sebuah organisasi independen yang terpisah dari Balai Besar Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN)—bekerja sama dengan Musim Mas, telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dengan masyarakat setempat, serta mengedukasi mereka tentang cara mengatasi konflik tanpa membahayakan gajah. Sebagai bagian dari strategi mitigasi jangka panjang ini, yayasan telah melatih tiga ekor gajah untuk mengendalikan upaya mitigasi konflik.
Lebih dari sekadar mitigasi konflik, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, terutama bagi perempuan dan pekebun lokal. Dengan menyediakan peluang mata pencaharian yang berkelanjutan, inisiatif ini membantu masyarakat pedesaan untuk menghadapi, dan pulih dari permasalahan yang ditimbulkan oleh konflik antara manusia dan satwa liar. Program ini mendukung kelompok perempuan dalam menghasilkan pendapatan, menanam tanaman yang tidak disukai gajah, serta mengompos kotoran gajah menjadi pupuk organik.
Pengomposan kotoran gajah menjadi pupuk organik yang bernilai bagi pertanian lokal, menjadi salah satu contoh dampak positif dari inisiatif ini. Meskipun bukan bagian langsung dari program kami, praktik berkelanjutan ini muncul melalui program Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, serta mendorong konservasi dan pemberdayaan ekonomi. Pupuk organik ini juga digunakan untuk menyuburkan tanaman yang mereka budidayakan.
Para perempuan dengan penuh ketekunan merawat tanaman untuk pakan gajah seperti cempedak, nangka, dan bambu, yang kemudian dijual kepada YTNTN untuk mendukung upaya penanaman di area seluas 10 hektare di habitat gajah di Tesso Nilo, serta di kawasan konservasi Musim Mas yang berada di jalur yang dilewati gajah. Upaya yang mereka lakukan tidak hanya menyediakan makanan bagi gajah, tetapi juga memberikan stabilitas finansial bagi keluarga mereka.
Kelompok perempuan ini juga menanam dan menjual tanaman yang tidak disukai gajah, untuk membantu pekebun melindungi lahan mereka dari konflik dengan satwa liar. Tanaman dari keluarga Rutaceae (keluarga jeruk-jerukan), terutama jeruk purut (Citrus hystrix), penghasil minyak atsiri yang secara alami dapat mengusir gajah.
Uji coba telah dilakukan dengan menanam lima jenis jeruk di tiga lahan perkebunan masyarakat yang berada di jalur gajah. Selama area tanamnya masih kecil, gajah tidak akan pernah mendatangi ladang-ladang tersebut. Inisiatif ini membantu menciptakan penghalang alami terhadap gajah, sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Apa yang dulunya merupakan perlawanan bertahan hidup antara manusia dan gajah, kini telah bertransformasi menjadi model konservasi gajah yang menguntungkan bagi keduanya. Flying squad menjadi simbol dari terobosan tersebut. Para perempuan dan pekebun lokal telah membuktikan bahwa konservasi satwa liar dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan. Mereka menjadi contoh bahwa melindungi satwa liar tidak berarti mengorbankan mata pencaharian, melainkan menemukan cara baru untuk tumbuh bersama.
Oleh: Devane Sharma
Daya Tarik Minuman UHT Tinggi Protein | Tren Rasa Minuman UHT | Tantangan dalam Produksi Minuman UHT Tinggi Protein | Kombinasi Emulsifier dan Stabilizer untuk Mengatasi Masalah pada Minuman UHT Tinggi Protein | Minuman UHT Tinggi Protein yang Lebih Inovatif dengan MASBLEN® 4105
Pasar global untuk produk minuman tinggi protein mengalami pertumbuhan pesat akibat meningkatnya minat konsumen terhadap kesehatan, kebugaran, dan hal yang praktis. Misalnya, pasar minuman protein siap minum (ready to drink/RTD), diperkirakan akan terus naik. Di tahun 2023 nilainya sekitar USD 1,7 miliar, dan diperkirakan akan menjadi USD 3,3 miliar di tahun 2032. Artinya, tingkat pertumbuhan tahunan gabungannya (Compound Annual Growth Rate – CAGR) sebesar 7,5%.¹
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan, kehidupan yang sibuk sehingga membutuhkan asupan nutrisi praktis, serta minat yang meningkat pada diet tinggi protein. Pertumbuhan pesat terlihat di kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan wilayah dengan pertumbuhan tercepat di segmen ini. Pasar minuman protein RTD diperkirakan akan bertumbuh dengan CAGR 13,2% dan mencapai USD 888 juta pada tahun 2032. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan populasi kelas menengah di negara-negara seperti Tiongkok dan India, serta kesadaran akan kesehatan yang meningkat.¹
Minuman Ultra High Temperature (UHT) yang tinggi protein semakin populer di pasar minuman fungsional,menawarkan solusi praktis dan bergizi bagi konsumen modern yang sibuk namun tetap sadar akan kesehatan. Sebagai perbandingan, minuman protein yang harus disimpan dalam lemari pendingin memiliki umur simpan lebih pendek dan memerlukan rantai logistik yang selalu dingin.
Keunggulan minuman protein UHT karena memiliki umur simpan yang lebih panjang, mudah dibawa, dan dapat memenuhi beragam kebutuhan diet. Daya tariknya semakin kuat dengan meningkatnya tren fitness, nutrisi berbasis nabati, dan permintaan akan produk dengan label bersih (clean label). Berikut ini merupakan enam faktor utama yang menyoroti meningkatnya minat konsumen dan potensi pasar minuman UHT tinggi protein:
Masa Simpan yang Lebih Lama
Proses UHT mensterilkan produk dengan memanaskannya pada suhu tinggi dalam waktu singkat, yang memungkinkan produk tetap stabil di rak penyimpanan tanpa perlu pendinginan, hingga produk dibuka. Hal tersebut akan memudahkan proses penyimpanan dan distribusi, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur rantai pasok yang dapat menjaga suhu agar tetap rendah (Cold Chain).
Manfaat Nutrisi
Minuman tinggi protein memenuhi permintaan yang semakin meningkat untuk diet kaya protein, terutama dari penggemar fitness, atlet, dan konsumen yang sadar kesehatan. Protein penting untuk perbaikan otot, memberikan rasa kenyang, dan kesehatan yang menyeluruh, sehingga menjadikan minuman ini populer untuk pemulihan pasca-latihan atau sebagai suplemen makanan.
Kemudahan Konsumsi
Minuman UHT Tinggi Protein ini mudah dibawa kemana saja, siap minum, dan tersedia dalam kemasan sekali minum, sesuai dengan gaya hidup modern yang dinamis. Proses UHT memastikan minuman tetap segar lebih lama, bahkan saat disimpan pada suhu ruangan.
Variasi Rasa
Minuman protein UHT cocok dipadukan dengan berbagai rasa, mulai dari cokelat hingga pisang. Variasi rasa ini memungkinkan merek-merek minuman untuk menarik minat konsumen dengan selera yang beragam.
Tren Premiumisasi
Peralihan pasar ke arah minuman premium dan fungsional telah meningkatkan minat konsumen terhadap produk yang menawarkan manfaat tambahan, seperti pengayaan vitamin atau serat. Teknologi UHT membantu mempertahankan kualitas dan konsistensi nutrisi produk minuman tersebut.
Aksesibilitas Pasar Global
Masa simpan yang lebih lama dan minimnya kebutuhan akan penyimpanan di ruang dingin, memungkinkan untuk proses pengiriman internasional. Sehingga, minuman tinggi protein UHT bisa lebih mudah diakses oleh konsumen di berbagai negara, terutama di wilayah dengan infrastruktur yang sedang berkembang.

Variasi rasa dalam segmen UHT kini semakin inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang beragam. Tren ini dapat menciptakan peluang baru bagi varian minuman tinggi protein. Beberapa tren rasa yang menjadi perhatian antara lain:
Inspirasi Produk berbasis nabati
Rasa seperti oat soymilk dan matcha soymilk menghadirkan kombinasi yang nikmat namun tetap sehat, sejalan dengan tren produk berbasis protein nabati.
Rasa yang terinspirasi dari Makanan Penutup
Pilihan rasa seperti dark chocolate dan maple menawarkan pengalaman rasa yang kaya dan menggugah selera.
Kombinasi Segar Buah Tropis
Varian rasa seperti Mangga, nanas, berry, dan markisa menjadi pilihan untuk menarik minat konsumen yang menginginkan sensasi rasa segar dan ringan.
Sensasi Menyegarkan dan Minty
Bahan yang memberikan efek menyegarkan dan dingin, seperti mint, dapat dipadukan dengan rasa tradisional seperti cokelat atau berry untuk menghadirkan sensasi rasa yang unik.

Tantangan dalam Produksi Minuman UHT Tinggi Protein
Meskipun permintaan terhadap minuman UHT tinggi protein terus meningkat, para produsen menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas dan tekstur protein selama proses UHT, yang melibatkan pemanasan pada suhu tinggi untuk memastikan kesterilan. Denaturasi dan penggumpalan protein dapat menyebabkan tekstur yang tidak diinginkan, sehingga dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi:
Viscositas dan Mouthfeel
Kandungan protein yang tinggi cenderung membuat tekstur minuman lebih kental dan memberikan sensasi berat di mulut. Hal ini dapat menghasilkan pengalaman sensorik yang kurang menyenangkan bagi konsumen saat mengonsumsi minuman tersebut.
Stabilitas Protein selama Proses UHT
Panas yang diperlukan untuk sterilisasi UHT sering menyebabkan protein terdenaturasi dan menggumpal, menghasilkan tekstur kasar, serta sensasi tidak nyaman di mulut. Hal ini berdampak signifikan pada kualitas produk dan kepuasan konsumen.
Menjaga Emulsi yang Homogen & Stabilitas Penyimpanan
Pemisahan lemak dan ketidakstabilan fase merupakan masalah umum pada minuman tinggi protein. Tanpa emulsifier dan stabilizer yang tepat, produk dapat kehilangan keseragamannya, sehingga memengaruhi tampilan dan rasa. Daya tarik minuman UHT terletak pada masa simpannya yang lebih lama dibandingkan susu segar. Oleh karena itu, menjaga stabilitas dan tampilan yang menarik selama masa penyimpanan menjadi tantangan teknis tersendiri bagi produsen.
Penurunan Kualitas Rasa
Suhu tinggi dapat merusak rasa yang khas, sehingga mempertahankan cita rasa yang diinginkan menjadi sebuah tantangan. Hal ini membatasi variasi rasa yang dapat ditawarkan tanpa mengorbankan kualitas produk.
Optimasi Biaya
Kandungan protein biasanya menjadi komponen biaya terbesar dalam varian UHT tinggi protein. Menjaga formulasi tetap berkualitas tinggi dengan efisiensi biaya, menjadi tantangan tersendiri, terutama karena konsumen menuntut produk yang terjangkau namun tetap inovatif.

Emulsifier dan Stabilizer berperan penting dalam mengatasi berbagai tantangan dalam produksi minuman UHT tinggi protein. Bahan yang fungsional ini membantu produsen untuk menjaga stabilitas protein, menciptakan tekstur yang halus, dan memastikan kualitas yang tetap konsisten meskipun harus melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi.
Campuran Emulsifier dan Stabilizer unggulan Musim Mas dalam rangkaian produk MASBLEN® dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pada beragam jenis minuman, termasuk minuman berbasis nabati. Rangkaian produk terbaru MASBLEN® 4105 adalah campuran khusus yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari minuman UHT tinggi protein. Dirancang untuk produk yang melalui proses pemanasan tinggi, campuran ini membantu menjaga stabilitas, meningkatkan daya tarik sensorik, dan mendukung pembuatan minuman protein berkualitas premium. Berikut adalah cara MASBLEN® 4105 mengatasi tantangan umum dalam segmen ini:
Tekstur Lebih Baik dan Sensasi Nyaman di Mulut
Campuran ini diformulasikan untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan creamy, menghilangkan Kesan berpasir yang biasanya disebabkan oleh denaturasi protein. Dengan memberikan sensasi di mulut yang enak—tidak terlalu kental atau berat—campuran ini dapat meningkatkan kenikmatan dalam mengonsumsi minuman, sehingga lebih menarik bagi konsumen.
Stabilitas Protein dan Masa Simpan yang Unggul
MASBLEN® 4105 memiliki sifat pengemulsi yang sangat baik, sehingga menghasilkan produk yang stabil dan homogen. Campuran ini mencegah pemisahan lemak dan penggumpalan protein selama maupun setelah pemrosesan UHT, sehingga minuman tetap konsisten dan terlihat menarik. Fitur ini menjawab tantangan utama dalam menjaga keseragaman produk selama masa simpannya.
Kesesuaian dengan Berbagai Rasa
MASBLEN® 4105 memiliki rasa yang netral dan bersih, sehingga cocok dipadukan dengan berbagai sistem perisa. Hal ini akan memudahkan dalam menutupi rasa kurang enak yang sering terjadi pada formulasi tinggi protein. Dengan begitu, produk akhir tetap mempertahankan cita rasa yang diinginkan untuk memenuhi selera konsumen yang beragam, dan memperluas pilihan produk yang dapat dikembangkan.
Dukungan Aplikasi
Salah satu keuntungan utama menggunakan MASBLEN® 4105 adalah akses ke laboratorium aplikasi Novel IDEAS Center milik Musim Mas, yang membantu produsen dalam uji coba dalam skala kecil (pilot trial) dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka. Dengan bekerja sama secara langsung dengan produsen, kami menguji dan menyempurnakan formulasi, untuk memastikan stabilitas, tekstur, dan integrasi rasa yang optimal. Pendekatan kolaboratif ini membantu produsen mengatasi tantangan produksi minuman UHT tinggi protein, sehingga mereka bisa menghadirkan produk berkualitas tinggi dan inovatif ke pasar dengan percaya diri.
Pasar minuman UHT tinggi protein terus berkembang, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen akan produk yang praktis, bergizi, dan inovatif. Seiring dengan perkembangan segmen ini, produsen dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan dalam memenuhi ekspektasi yang terus meningkat. Inovasi, terutama dalam penggunaan bahan fungsional seperti emulsifier dan stabilizer, menjadi kunci untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis ini.
MASBLEN® 4105 menawarkan solusi yang terbukti dalam mengatasi berbagai kendala dalam produksi minuman protein UHT. Dengan dukungan tambahan dari Novel IDEAS Center, para produsen dapat menyempurnakan formulasi mereka untuk menciptakan produk unggulan yang sesuai dengan kebutuhan target pasar mereka.
Hubungi kami hari ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang MASBLEN® dan diskusikan bagaimana keahlian kami dapat membantu Anda menciptakan produk yang inovatif dan sukses.
References
1 https://straitsresearch.com/report/ready-to-drink-protein-beverage-market
https://issuu.com/foodworldmedia/docs/fba_issue_55_digital/s/18469459
Oleh: Devane Sharma
Cerita Andi Reza: Dari Skeptis Menjadi Advokat | Menginovasi Tradisi| Harapan untuk Masa Depan | Mengapa Generasi Muda Penting dalam Perkebunan
Wajah perkebunan sedang berubah. Dengan semakin menua generasi pekebun, dan semakin sedikitnya generasi muda yang tertarik pada industri perkebunan, masa depan perkebunan berkelanjutan berada di ujung tanduk. Bagi Musim Mas, memberdayakan generasi penerus pekebun bukan sekadar tujuan, namun ini adalah suatu keharusan.
Sejak meluncurkan Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya pada tahun 2015, Musim Mas Group telah berada di garis depan dalam mendukung pekebun swadaya. Program ini telah berkembang menjadi inisiatif pelatihan pekebun swadaya terbesar di Indonesia, yang menghadirkan modul-modul tentang praktik berkelanjutan, literasi keuangan, dan akses teknologi. Menyadari tantangan dalam menarik generasi muda ke sektor perkebunan, seperti terbatasnya peluang pelatihan dan anggapan bahwa perkebunan adalah profesi kuno, maka Musim Mas menciptakan berbagai inisiatif khusus, seperti lokakarya teknologi drone, beasiswa bagi generasi muda, dan program pengembangan karier yang berkolaborasi dengan sekolah kejuruan. Dengan mendorong inovasi teknologi dan menyediakan peluang mata pencaharian alternatif, Musim Mas Group bertujuan menjadikan perkebunan sebagai karier yang layak dan menarik bagi generasi muda.
Cerita Andi Reza: Dari Skeptis Menjadi Advokat
Ketika Andi Reza kembali ke kampung halamannya di Rokan Hilir, Sumatra Utara, pada tahun 2019 setelah menyelesaikan kuliah, ia tidak memiliki mimpi untuk menjadi seorang pekebun. Dengan gelar di bidang Teknologi Pertanian dari IPB University, ia membayangkan jalur karier yang berbeda. Namun, kepergian sang ayah secara tiba-tiba membuatnya mewarisi sesuatu yang tidak bisa diabaikannya: kebun kelapa sawit keluarga.
“Awalnya, saya tidak terlalu peduli dengan perkebunan kelapa sawit. Apa yang saya baca tentang industri ini sebagian besar negatif, sepeti deforestasi dan perusakan habitat. Namun, ketika saya mendalami lebih jauh, saya menyadari bahwa masalahnya bukan pada kelapa sawit itu sendiri, melainkan pada cara pengelolaannya. Jika dikelola dengan baik, kelapa sawit dapat ditanam secara berkelanjutan, sama seperti tanaman lainnya. Saya melihat bahwa kelapa sawit bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan karena merupakan tanaman penghasil minyak nabati dengan hasil tertinggi.”
Mengambil alih kebun keluarga menjadi titik balik bagi Andi. Ia tidak hanya mewarisi sebuah usaha, tetapi juga kesempatan untuk membuat perubahan.
Menginovasi Tradisi
Salah satu langkah pertama yang diambil Andi adalah membawa inovasi ke kebun keluarganya. “Saya mulai menerapkan praktik perkebunan yang baik (good agricultural practices – GAP), seperti pencatatan digital bulanan hasil Tandan Buah Segar (TBS) dan mengikuti saran pemupukan dari agronom,” katanya. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mencerminkan komitmennya terhadap keberlanjutan.
Secara umum, industri kelapa sawit lambat dalam mengadopsi teknologi baru. Digitalisasi dapat membantu pekebun meningkatkan cara mereka memantau dan mengelola lahan yang dimiliki, sementara penggunaan drone berpotensi merevolusi cara pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Beberapa pengaplikasian drone dalam perkebunan sawit antara lain:
Pemetaan Lahan
Drone dapat memetakan area perkebunan secara efektif, menghitung jumlah pohon kelapa sawit, serta membantu dalam manajemen perkebunan secara keseluruhan.
Verifikasi Pembukaan Lahan
Jika suatu lahan telah dibuka, drone khusus dapat membantu mengidentifikasi apakah penyebabnya alami atau buatan manusia.
Menganalisa Kondisi Pohon Sawit
Pekebun sangat memperhatikan kondisi pohon sawit mereka. Perubahan warna daun misalnya, bisa menjadi indikasi kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Drone dapat mengidentifikasi masalah ini dengan lebih efisien.
Memverifikasi Klaim Bebas Deforestasi
Penggunaan drone dalam jangka waktu tertentu dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi klaim bebas deforestasi, dengan menyediakan bukti fotografi dari lahan yang telah ditentukan dibandingkan dengan kawasan hutan.
Selain mempermudah pekerjaan pekebun swadaya, teknologi juga dapat meningkatkan hasil panen , yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka. Hasil panen dari pekebun swadaya cenderung jauh lebih rendah dibandingkan perkebunan industri. Meskipun ada berbagai faktor yang memengaruhi, penggunaan teknologi bisa menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas. Pekebun muda seperti Andi cenderung lebih terbuka terhadap eksplorasi teknologi semacam ini.
Melalui pelatihan yang diberikan oleh Musim Mas, Andi belajar tentang pengendalian hama dan penyakit, sertifikasi keberlanjutan, serta manajemen keuangan. “Tidak semua pekebun swadaya mendapatkan akses ke pelatihan semacam ini. Saya merasa beruntung. Keterampilan ini benar-benar membuat perbedaan dalam cara saya berkebun.”
Andi juga telah mengadopsi alat modern seperti mesin perontok elektrik, dan platform digital untuk manajemen data. Ke depan, ia bercita-cita untuk mengintegrasikan teknologi drone untuk pemantauan hama dan penyakit di kebunnya.

Harapan untuk Masa Depan
Ketika ditanya tentang harapannya terhadap industri kelapa sawit, Andi memiliki visi yang jelas. “Kita perlu mengedukasi masyarakat tentang kelapa sawit yang berkelanjutan untuk melawan narasi negatif yang ada. Pemerintah juga harus memposisikan kelapa sawit sebagai komoditas utama, dan menciptakan kebijakan yang mendukung pekebun swadaya.”
Bagi Andi, berkebun bukan sekadar mata pencaharian, ini adalah cara untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih baik. “Saya ingin membuktikan bahwa perkebunan kelapa sawit bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pekebun, masyarakat, dan lingkungan.”
Mengapa Kaum Muda Penting dalam Perkebunan
Inisiatif Musim Mas, seperti yang telah dirasakan manfaatnya oleh Andi, merupakan bagian dari misi yang lebih luas untuk melibatkan dan memberdayakan pekebun muda. Dengan menawarkan beasiswa, membangun kemitraan dengan sekolah kejuruan, dan memperkenalkan teknologi inovatif, perusahaan berharap dapat menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga kerja perkebunan yang lebih muda dan lebih terampil.
“Berkebun bukan hanya tentang kerja keras—ini tentang inovasi, keberlanjutan, dan komunitas,” ujar seorang perwakilan dari anggota Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas. “Dan kaum muda seperti Andi yang akan menjadi pemimpin masa depan.”
Sebagaimana yang ditunjukkan oleh cerita Andi, masa depan perkebunan bukan hanya tentang menanam benih di tanah, tetapi juga menanam gagasan bahwa perkebunan bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dan dengan dukungan yang tepat, generasi penerus pekebun dapat mewujudkan visi tersebut.
Oleh Devane Sharma
Pertanian mencakup hampir 40 persen dari lahan yang digunakan di seluruh dunia Menurut beberapa perkiraan, sekitar setengah dari lahan yang digunakan untuk produksi pangan dunia telah terdegradasi. Dan, degradasi yang berkelanjutan akan semakin menurunkan produktivitas pangan. Hal ini akan membuat upaya memenuhi permintaan pangan untuk populasi dunia yang terus bertambah, menjadi semakin sulit, dan negara-negara miskin kemungkinan akan terkena dampaknya secara tidak proporsional. Lebih buruk lagi, perubahan iklim kemungkinan akan semakin memengaruhi produktivitas perkebunan.
Perkebunan regeneratif merupakan pendekatan perkebunan holistik yang berfokus pada pemulihan kesehatan tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan perbaikan fungsi ekosistem melalui praktik berkelanjutan seperti rotasi tanaman, penanaman tanaman pelindung tanah, dan pengurangan pengolahan tanah. Praktik Perkebunan regeneratif menawarkan manfaat berupa peningkatan dan mempertahankan kesehatan tanah, peningkatan produktivitas Perkebunan, dan potensi manfaat lainnya darinya, misal,seperti peningkatan keanekaragaman hayati dan pengurangan emisi karbon. Bagi pekebun swadaya, yang rata-rata memiliki lahan kurang dari 20 hektar, perkebunan regeneratif dapat meningkatkan mata pencaharian mereka karena praktik ini berpotensi mengurangi biaya yang terkait dengan pemakaian bahan kimia, menjaga kesehatan lahan mereka, dan mengembangkan sumber pendapatan alternatif.
Prinsip-prinsip Perkebunan regeneratif bukanlah hal baru. Prinsip dan praktiknya telah diterapkan di seluruh dunia selama ribuan tahun—salah satu contohnya adalah praktik mengembalikan daun-daun yang gugur dan bahan organik lainnya ke dalam tanah.
Perkebunan regeneratif melampaui perkebunan berkelanjutan dengan secara aktif memperbaiki lingkungan. Filosofinya adalah perkebunan harus bekerja seperti siklus, sesuai dengan namanya, yaitu meregenerasi dirinya sendiri. Dengan memulihkan kesehatan tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan meningkatkan retensi air, praktik-praktik regeneratif dapat mengubah lahan yang terdegradasi menjadi ekosistem yang produktif dan berketahanan. Bagi pekebun swadaya, yang sering kali berada di garis depan pada perluasan perkebunan, penerapan praktik-praktik ini dapat membuat hasil panen yang lebih stabil, meningkatan pendapatan, ketahanan pangan yang lebih besar, dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Tidak ada metode yang sempurna terkait hal apa saja yang termasuk dalam praktik perkebunan regeneratif—semuanya tergantung pada wilayah dan kondisi yang ada. Penilaiannya juga bervariasi berdasarkan jenis tanaman yang ditanam, dengan perbedaan utama antara Perennial Crops (tanaman yang tumbuh kembali setiap Tahun) dan Annual Crops (tanaman yang hanya hidup selama satu musim tanam) yang hanya dapat dipanen sekali.
Dalam konteks sektor kelapa sawit, kami telah lama menerapkan beberapa prinsip ini, menggunakan teknik seperti penanaman tanaman pelindung tanah dan pengelolaan hama terpadu. Kami kemudian memperluas pendekatan tersebut dalam konteks proyek bersama pekebun swadaya.
Dengan latar belakang ini, sebuah proyek Penghidupan untuk pekebun swadaya diluncurkan tiga tahun lalu oleh Musim Mas, bermitra dengan Livelihoods Fund for Family Farming (L3F), SNV, World Agroforestry (ICRAF), dan konsorsium dengan perusahaan-perusahaan produk konsumen. Inisiatif jangka panjang ini juga dikenal dengan program Biodiverse and Inclusive Palm Oil Supply Chain (BIPOSC). Proyek ini bukan sekadar upaya tanggung jawab perusahaan – ini adalah pendekatan transformatif dibidang agrikultur yang bertujuan untuk mempromosikan praktik regeneratif, merehabilitasi lahan perkebunan yang terdegradasi, dan meningkatkan keberlanjutan dan ketahanan pekebun swadaya di Sumatera Utara, Indonesia.
Untuk selanjutnya, proyek ini akan meregenerasi sedikitnya 4.000 hektar lahan melalui praktik berkelanjutan, dengan berfokus pada pekebun swadaya di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pekebun swadaya menjadi fokus proyek ini karena mereka cenderung kurang memiliki pengetahuan untuk memproduksi sawit secara berkelanjutan, dan menerapkan praktik yang dapat meningkatkan kesehatan tanah, dan mengurangi biaya operasional perkebunan mereka seperti penanaman tanaman pelindung tanah. Mereka juga tidak memiliki sarana untuk mengakses pupuk yang terjangkau dan sumber daya lainnya.
Pekebun swadaya memainkan peran penting dalam rantai pasokan minyak sawit Indonesia, namun mereka sering menghadapi hambatan untuk mencapai keberlanjutan, termasuk akses untuk pelatihan, keuangan, dan pasar. Musim Mas telah memimpin sebuah program pekebun swadaya terbesar di Indonesia. Proyek BIPOSC yang bekerjasama dengan berbagai mitra merupakan salah satu dari sekian banyak upaya Musim Mas untuk memperluas dukungannya terhadap pekebun swadaya. Tiga tahun setelah proyek berjalan, Proyek ini telah menunjukan kemajuan yang signifikan.
Lebih dari 1.097 pekebun swadaya yang mewakili lahan seluas 1.954,41 hektar, telah menerapkan praktik berkelanjutan pada saat artikel ini ditulis.

Basis dari perkebunan regeneratif adalah peningkatan bahan organik dalam tanah yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan tanah. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Dalam konteks industri minyak kelapa sawit, proyek BIPOSC mempertimbangkan lima prinsip utama dalam pendekatannya terhadap praktik perkebunan regeneratif untuk pekebun swadaya kelapa sawit:
1.Teknik Mulsa: Daun kelapa sawit yang gugur disusun dengan bentuk U di sekeliling pohon kelapa sawit. Praktik sederhana ini membantu menjaga kadar nitrogen yang berkelanjutan dalam tanah dan mengendalikan kelembapan tanah.
2. Penggunaan Pupuk organik: Sebagai bagian dari proyek ini, pekebun swadaya diajarkan cara membuat kompos rumahan, sehingga mereka dapat memproduksi pupuk organik secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan lahan mereka. Pemberian pupuk dianjurkan tiga kali dalam setahun.
3. Penanaman Tanaman pelindung tanah: Penanaman Legum (tanaman polong-polongan) merupakan bagian dari proyek BIPOSC. Legum sangat baik ditanam di antara pohon kelapa sawit, karena tumbuh subur di area yang teduh, dan bersaing dengan tanaman lain, sehingga dapat mengurangi gulma, serta menjaga kelembapan tanah. Legum yang tidak tahan berada ditempat teduh dapat ditanam di area terbuka.
3. Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHT): Memasang sarang burung hantu (Tyto alba) di tengah perkebunan kelapa sawit dapat menjadi sebuah metode biologis dan berkelanjutan untuk mengendalikan populasi tikus.

4. Bio-input: Trichoderma, bio-fungisida, diaplikasikan untuk memerangi dan mencegah penyakit akar yang disebabkan oleh jamur Ganoderma, penyakit umum pada tanaman sawit yang menyebabkan kematian tanaman, dan saat ini belum ada obatnya.

5. Agroforestri: Menjadi sebuah pengembangan lebih lanjut dari kelima prinsip ini. Agroforestri menerapkan penanaman tanaman atau pohon, atau pemeliharaan ternak untuk lebih meningkatkan manfaat yang diberikan oleh perkebunan regeneratif. Selain meningkatkan keanekaragaman hayati tanah, agroforestri berpotensi memberikan mata pencaharian alternatif bagi pekebun swadaya ketika tanaman mereka terserang penyakit seperti Ganoderma. Di beberapa lokasi agroforestri, ternak diperkenalkan, untuk menyediakan pendekatan terpadu dalam penggunaan lahan yang berkelanjutan.


Praktik perkebunan regeneratif seperti penanaman tanaman pelindung tanah, dan penggunaan kompos, akan membantu meningkatkan struktur dan tekstur tanah. Tanah yang lebih sehat dapat menahan kelembapan dengan lebih efektif, yang sangat penting selama musim kemarau, dan mendukung pertumbuhan tanaman dengan mempertahankan tingkat kelembapan yang optimal. Dengan meningkatkan bahan organik dalam tanah, metode regeneratif memulihkan kesuburan tanah, memastikan produktivitas jangka panjang.
Kesehatan tanah yang lebih baik: Gambar di sebelah kiri menunjukkan tanah dari proyek yang telah diolah dengan kompos sehingga tekstur tampak lebih baik. Keberadaan cacing menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki nutrisi yang lebih baik. Tanah di sebelah kanan terdegradasi akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan memiliki tekstur seperti tanah liat.

Praktik regeneratif mendorong beragam spesies tanaman, yang pada gilirannya mendukung ekosistem yang lebih sehat. Teknik seperti agroforestri dan penanaman tumpang sari menciptakan habitat bagi berbagai serangga, burung, dan satwa liar lainnya, yang mengarah pada ekosistem yang lebih seimbang. Keanekaragaman hayati ini membantu mengendalikan hama secara alami dan mendorong penyerbukan, yang berkontribusi pada hasil panen dan ketahanan ekosistem yang lebih baik.

Berbagai tanaman dan pohon yang bermanfaat ditanam di pembibitan di lokasi proyek BIPOSC
Menjaga tutupan tanah secara berkelanjutan menggunakan tanaman pelindung tanah, dan mengurangi pengolahan tanah, mencegah tanah terkikis atau terhembus saat hujan lebat dan angin kencang. Dengan melindungi permukaan tanah, perkebunan regeneratif secara signifikan mengurangi erosi, membantu menjaga lapisan tanah atas yang kaya nutrisi dan penting untuk pertumbuhan tanaman.
Penanaman tanaman pelindung tanah juga berfungsi untuk menyerap emisi karbon dari tanah. Selain itu, berkurangnya penggunaan pupuk kimia dapat menurunkan emisi karbon, yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
Pekebun swadaya sering kali terkendala dengan tingginya biaya pupuk kimia dan pestisida. Praktik Perkebunan regeneratif dapat mengurangi ketergantungan tersebut dengan menekankan pengunaan pupuk alami, pengomposan, dan metode pengendalian hama secara biologis. Hal ini tidak hanya membantu pekebun swadaya menghemat uang, tetapi juga meningkatkan ketahanan mereka, dengan membuat kebun mereka tidak terlalu bergantung pada input eksternal yang mahal.

Dengan menggunakan pupuk organik dan kompos, perkebunan regeneratif meminimalkan risiko kelebihan nitrogen yang tercuci ke dalam saluran air. Praktik seperti mengintegrasikan tanaman Legum (yang secara alami mengikat nitrogen di dalam tanah) membantu menyeimbangkan kadar nutrisi. Hal ini mengurangi risiko pencemaran pada badan air dan sekitarnya, yang dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berbahaya dan merusak ekosistem perairan.

Fokus pada pembangunan tanah dan ekosistem yang lebih sehat membuat perkebunan regeneratif lebih tahan terhadap guncangan iklim seperti kekeringan dan curah hujan yang tinggi. Seiring berjalannya waktu, manfaat kumulatif dari peningkatan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan retensi air, menghasilkan hasil panen yang lebih konsisten dan sistem perkebunan yang lebih berkelanjutan, yang menjamin ketahanan pangan untuk generasi mendatang.

Proyek BIPOSC mengatasi tantangan ini dengan memberikan pengetahuan kepada pekebun swadaya melalui pelatihan kelompok dan bimbingan individu dan pelatihan lapangan yang dilakukan di kebun percontohan (Demo Plot) dan mendukung berbagai hal yang dibutuhkan untuk beralih ke praktik berkelanjutan yang meningkatkan kesehatan tanah, meningkatkan hasil panen, dan meningkatkan keberlanjutan perkebunan mereka secara keseluruhan, sebagaimana yang telah diuraikan dalam paragraf Bagaimana Perkebunan Regeneratif Bekerja? di atas.

Sesi Pelatihan Perkebunan Regeneratif pada Proyek BIPOSC
Selain mendorong praktik perkebunan regeneratif, kami proyek ini telah membangun 20 hektar plot percontohan agroforestri, untuk menunjukkan manfaat dari mengintegrasikan pohon, vegetasi lain, dan ternak ke dalam perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 89 pekebun swadaya yang berpartisipasi telah mengadopsi agroforestri di lahan seluas 133,8 hektar. Setelah pelatihan, proyek ini mendukung para pekebun dengan memberikan mereka saran dan pendampingan pada saat pelatihan.
Proyek ini juga telah melatih 27 Fasilitator Desa, yang bertugas sebagai ahli lokal terkait perkebunan berkelanjutan bagi pekebun swadaya dibawah naungan proyek. Mereka dipilih karena minat dan keterampilannya dalam praktik perkebunan berkelanjutan. Para fasilitator ini memainkan peran penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan praktik yang diajarkan selama sesi pelatihan diterapkan secara efektif di lapangan.
Bahrun adalah Farmer Champion yang bersemangat dan sangat terlatih. Selain menerapkan perkebunan regeneratif di lahannya, ia juga memproduksi pupuk organiknya sendiri dari kompos kotoran sapi dan sampah daun. “Setelah mempelajari tentang pengomposan, saya mulai membuat kompos di rumah. Hal ini membantu saya menghemat banyak biaya pupuk, dan saya merasa struktur tanah di lahan saya membaik—tidak lagi seperti tanah liat. Dengan uang yang saya hemat dari pupuk, saya juga memperoleh lebih banyak modal untuk membeli benih dan menanam tanaman lain, dengan menerapkan pendekatan agroforestri,” kata Bahrun.

Berjumpa dengan Bahrun, Pekebun yang menjadi Farmer Champion
Proyek BIPOSC telah memfasilitasi pembentukan koperasi pekebun, menyediakan bantuan teknis bagi para anggotanya untuk membangun kapasitas dalam mengelola usaha mereka. Koperasi ini memberi pekebun swadaya kekuatan kolektif untuk menegosiasikan harga yang lebih baik dan mengamankan pembiayaan untuk praktik perkebunan yang berkelanjutan.
Koperasi kolektif ini juga telah menjalankan Composting Unit (sebuah unit pengomposan). Dengan memproduksi kompos dalam skala besar dengan masukan dari pabrik di sekitar dan lahan pekebun, Composting Unit ini menghadirkan pupuk kompos kepada anggotanya dengan harga setengah dari harga pasar. Pada tahun pertama beroperasi pada tahun 2023, unit ini memproduksi 588 ton kompos, dan menghasilkan laba sebesar Rp421 juta. Keuntungan tersebut kemudian dibagikan kepada para anggotanya.

Composting Unit
Pekebun swadaya sering menghadapi kendala finansial untuk mengadopsi praktik berkelanjutan, seperti biaya penanaman kembali dengan varietas kelapa sawit yang lebih unggul dan tahan penyakit. Proyek ini membantu pekebun swadaya memanfaatkan pinjaman kredit mikro, khususnya untuk penanaman kembali – ditambah dengan pelatihan manajemen keuangan, hal ini memungkinkan pekebun untuk berinvestasi dalam keberlanjutan masa depan mereka.
Proyek ini memahami peran penting yang dimainkan perempuan dalam perkebunan, dan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keterlibatan mereka. Proyek ini memberikan pelatihan tentang model bisnis untuk pendanaan awal, yang memungkinkan mereka untuk memulai atau memperluas sebuah usaha kecil. Pelatihan literasi keuangan semakin memberdayakan para perempuan ini untuk mengelola pendapatan mereka secara efektif, yang berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian bagi diri mereka sendiri, dan keluarga mereka.

BIPOSC bukan sekadar inisiatif, ini adalah sebuah blueprint untuk masa depan pekebun swadaya yang inklusif dan keberlanjutan. Dengan mempromosikan perkebunan regeneratif dan agroforestri, serta memberdayakan pekebun swadaya, proyek ini mengatasi beberapa tantangan paling mendesak yang dihadapi industri saat ini.
Seiring berjalannya waktu, keberhasilan proyek ini akan berperan penting dalam membentuk rantai pasokan minyak kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan setara. Bagi Musim Mas, L3F, SNV, ICRAF, dan ribuan pekebun swadaya yang terlibat, Proyek ini merupakan komitmen untuk tidak hanya meningkatkan keberlanjutan produksi minyak kelapa sawit, tetapi juga meningkatkan mata pencaharian mereka yang bergantung padanya. Berbagai mitra dalam proyek ini berkomitmen untuk lebih mendukung pekebun swadaya yang terlibat dan menjadikan BIPOSC sebagai model yang dapat dikembangkan atau ditiru lebih lanjut.
Pada dunia di mana konsumen dan regulator sama-sama menuntut transparansi dan keberlanjutan yang lebih besar, inisiatif BIPOSC membuka jalan bagi sektor perkebunan yang lebih bertanggung jawab dan tangguh. Keberlanjutan proyek ini menunjukkan bahwa pekebun swadaya yang mempraktikkan perkebunan berkelanjutan, termasuk perkebunan regenerative, akan dapat bertahan, untuk memastikan masa depan yang lebih cerah bagi industri minyak sawit Indonesia, dan lingkungan yang menjadi sandarannya.
Referensi:
Oleh Devane Sharma
Pengenalan | Memprioritaskan Lanskap yang Berisiko Tinggi di Aceh | Mengembangkan Platform untuk Aksi Kolaboratif | Poin Penting dalam Lokakarya | Pendekatan Berbasis Lanskap Musim Mas | Kesimpulan

Pada 15 Mei 2024, Musim Mas, Golden Agri Resources (GAR), dan Wilmar mengadakan lokakarya bersama untuk mendukung para pemasok dalam mematuhi produksi minyak sawit yang bebas deforestasi. Ini merupakan lokakarya pemasok ketiga kalinya di wilayah tersebut yang diselenggarakan oleh Musim Mas. Perusahaan bekerja sama dengan GAR dalam lokakarya pertama dan kedua pada Maret dan November 2022, sementara Wilmar bergabung pada 2024.
Lokakarya yang ketiga ini, diselenggarakan di Subulussalam, Aceh, dan dihadiri oleh 105 peserta dari Aceh Selatan, Subulussalam, serta Aceh Singkil, termasuk perwakilan dari pabrik pemasok, pedagang dan pekebun lokal, pejabat pemerintah, serta organisasi masyarakat sipil (OMS). Kali ini, cakupan peserta lokakarya diperluas, tidak hanya pemasok saja.
Lokakarya kolaboratif ini, menjangkau kelompok perusahaan yang lebih luas di luar rantai pasokan mereka, termasuk pemain hulu yang lebih kecil. Kemitraan di lanskap prioritas seperti Aceh memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih besar dalam mengatasi deforestasi dengan mempertemukan para pelaku rantai pasok, pemerintah, LSM, dan pihak lainnya.
Musim Mas dan 13 perusahaan agrikultur lainnya, termasuk GAR dan Wilmar, menandatangani Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang difasilitasi oleh Tropical Forest Alliance (TFA). Peta jalan ini bertujuan untuk menghentikan deforestasi yang terkait dengan komoditas, dan meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya.
Musim Mas berkomitmen terhadap sumber daya berkelanjutan berdasarkan prinsip No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) serta rantai pasokan di area utama sumber pasokannya.
Penerapan kebijakan semacam ini sangat penting di wilayah seperti Provinsi Aceh, Indonesia, yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya, dan kawasan konservasi penting seperti Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan Lanskap Leuser. Pada tahun 2020, Musim Mas meluncurkan Strategi dan Peta Jalan Aceh dalam lima tahun, yang merinci target perusahaan dalam menerapkan kebijakan NDPE di wilayah tersebut.
Meskipun Musim Mas tidak memiliki wilayah operasional di Aceh, dan provinsi ini hanya mencakup kurang dari 10% dari total basis pasokan Musim Mas, kami mengakui Aceh sebagai kawasan penting untuk keanekaragaman hayati. Musim Mas percaya bahwa kolaborasi di Aceh sangat penting untuk memastikan pasokan sesuai dengan prinsip NDPE.
Tujuan utama dari lokakarya ini adalah:
Melalui sesi tersebut, peserta mempelajari pentingnya kepatuhan terhadap prinsip NDPE untuk keberlanjutan jangka panjang bisnis mereka, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang hukum dan peraturan setempat. Dampak kepatuhan NDPE terhadap penerimaan produk minyak sawit Indonesia di pasar global juga dibahas dalam lokakarya ini. Selain itu, diskusi juga berfokus pada membangun transparansi dan komunikasi yang baik untuk memungkinkan upaya bersama menuju kepatuhan NDPE.
Lokakarya ketiga ini juga menekankan dialog, dengan peserta dari berbagai kelompok pemangku kepentingan yang didorong untuk berbagi perspektif mereka. Dua pemasok, yaitu PT Samudera Sawit Nabati (PT SSN) dan PT Runding Putra Persada (PT RPP), membagikan pengalaman mereka dalam menangani keluhan di masa lalu melalui keterlibatan dan verifikasi.
Salah satu aspek penting dari komitmen NDPE adalah mencegah deforestasi. Dalam lokakarya ini, perwakilan Musim Mas, GAR, dan Wilmar memaparkan sistem pemantauan deforestasi dan sistem ketertelusuran. Pendekatan multi-aspek yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini membantu mengidentifikasi dan memantau area yang berisiko mengalami deforestasi, memastikan minyak sawit tidak berasal dari lahan yang dibuka secara ilegal. Metode yang digunakan meliputi citra satelit dan pemeriksaan lapangan.
Poin penting lainnya dari lokakarya ini adalah penekanan pada kolaborasi. Musim Mas, GAR, dan Wilmar tidak bekerja secara terpisah; perusahaan-perusahaan ini terus berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pemerintah, LSM lokal, dan pakar teknis. Platform Multi-stakeholder ini memungkinkan pendekatan keberlanjutan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai perspektif dan keahlian.
Keterlibatan perwakilan pemerintah, seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, sangat penting. Regulasi dan dukungan pemerintah menjadi kunci dalam penerapan praktik keberlanjutan dan perlindungan kawasan konservasi. Lokakarya ini memfasilitasi dialog antara perusahaan dan instansi pemerintah untuk menyelaraskan upaya menuju tujuan keberlanjutan bersama, termasuk memahami kebijakan terkait sistem pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Suaka Margasatwa Aceh Singkil.
Lokakarya ini merupakan bagian dari inisiatif pendekatan berbasis lanskap Musim Mas. Metodologi keberlanjutan ini melibatkan berbagai pihak dalam satu lanskap geografis, termasuk pihak-pihak di luar rantai pasok perusahaan. Tujuannya adalah mencapai penggunaan lahan yang berkelanjutan dengan menangani faktor-faktor ekologis, sosial, dan ekonomi secara holistik.
Lokakarya multi-stakeholder di Subulussalam yang diadakan oleh Musim Mas, GAR, dan Wilmar di Aceh Selatan mencerminkan strategi komprehensif perusahaan-perusahaan besar minyak sawit ini untuk mencapai keberlanjutan agrikultur. Dengan menangani isu-isu yang saling terikat seperti deforestasi, degradasi lahan gambut, dan eksploitasi, perusahaan-perusahaan ini menetapkan standar untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan. Lokakarya ini menyoroti pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama antara berbagai pemangku kepentingan untuk melindungi ekosistem berharga di wilayah tersebut dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Visi industri minyak sawit yang berkelanjutan, yang menghormati lingkungan dan komunitas lokal, dapat terwujud melalui upaya dan keterlibatan yang terus berlanjut.
Oleh Devane Sharma
Apa Itu Cokelat Compound? | Apa Itu Isian Manisan? | Tren Pada Isian Manisan | Meningkatnya Permintaan untuk Cokelat Isi yang Terjangkau | Masalah yang Dihadapi oleh Produsen Manisan | Solusi dengan MASEMUL® EC 5401 & Pengaplikasiannya | Upaya Keberlanjutan Musim Mas
Munculnya platform ritel daring dan e-commerce telah secara signifikan memperluas aksesibilitas produk cokelat isi. Konsumen masa kini semakin cermat, mencari manisan dengan rasa premium namun tetap terjangkau. Hal ini mencakup manisan isi yang menggunakan cokelat dan isian berbasis lemak lainnya. Penggunaan cokelat compound sebagai pengganti cokelat murni memungkinkan produsen manisan untuk berinovasi dalam segmen cokelat isi tanpa mengorbankan kualitas. Untuk mendukung hal tersebut, campuran pengemulsi berbasis lemak yang berkualitas tinggi diperlukan untuk mempertahankan sifat sensori yang tepat sekaligus memastikan isian tetap stabil.
Cokelat Compound merupakan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan dengan cokelat murni. Meski demikian, cokelat Compound tetap berbahan dasar kakao. Perbedaannya terletak pada penambahan hard lauric fats, yang berasal dari minyak kelapa atau minyak inti sawit. Penambahan lemak ini memungkinkan produsen manisan untuk mengurangi total penggunaan kakao, sehingga dapat menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan. Hal ini terutama berlaku pada cokelat isi, di mana fokus utama terletak pada isiannya.
Cokelat Compound juga lebih mudah diolah, misalnya lebih tahan terhadap panas dan tidak memerlukan proses tempering yang rumit. Hal ini membuatnya lebih stabil untuk terhadap penyimpanan di rak sekaligus mampu mengatasi tantangan logistik. Tantangan logistik ini terutama menjadi perhatian di wilayah beriklim hangat, seperti sebagian besar kawasan Asia Pasifik, wilayah beberapa negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.
Isian manisan adalah zat semi-padat atau kental yang digunakan untuk mengisi berbagai produk makanan, terutama manisan dan roti & kue. Isian cokelat dibuat dari padatan kakao, padatan susu, gula, dan lemak yang diproses untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan creamy. Isian ini memberikan bagian tengah yang kaya rasa dan menggugah selera pada produk seperti cokelat, truffle, kue, dan lainnya. Namun, menjaga kestabilan tekstur sekaligus mengelola waktu persiapan untuk mencapai kristalisasi yang diinginkan sering kali menjadi tantangan. Penggunaan campuran pengemulsi yang tepat dapat membantu para produsen manisan mengatasi tantangan ini.
Pasar produk manisan premium berkualitas tinggi terus berkembang pesat. Konsumen kini semakin tertarik pada bahan-bahan berkualitas tinggi, metode produksi artisanal, dan kombinasi rasa yang inovatif. Produk seperti cokelat asal tunggal, bahan organik, dan isian dengan cita rasa eksotis semakin diminati, memenuhi kebutuhan akan kemewahan dan pengalaman yang unik.
Harga kakao telah melonjak sejak 2023. Pada sebagian besar dekade 2010-an, kakao diperdagangkan dengan harga sekitar US$2.500 per ton. Namun, panen yang buruk dan spekulasi finansial menyebabkan harga kakao melonjak hingga mencapai kisaran US$6.000 – US$11.000 pada satu waktu di bulan April 2024. Lonjakan harga ini diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan terhadap cokelat compound, serta pilihan indulgensi yang lebih terjangkau, seperti produk roti dengan lapisan cokelat. Meskipun demikian, konsumen di segmen ini tetap mengharapkan daya tarik visual yang memikat dan pengalaman sensorik yang unik, bahkan pada produk dengan harga lebih rendah.
Konsumen yang peduli terhadap kesehatan kini mencari pilihan manisan yang lebih sehat, dengan kandungan gula yang lebih rendah, pemanis alami, serta manfaat nutrisi tambahan. Penggunaan superfood, kacang-kacangan, dan buah-buahan, ditambah dengan opsi bebas gluten, bebas susu, dan berbasis nabati, semakin menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Rasa yang unik dan berani, seperti kombinasi manis dan gurih atau pedas dan manis, semakin menarik perhatian konsumen. Penambahan bahan-bahan tak terduga, seperti herbal dan rempah-rempah, serta variasi tekstur (renyah, creamy, kenyal), semakin meningkatkan daya tarik pada manisan isi.
Dampak lingkungan dan sosial kini menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Permintaan terhadap cokelat yang bersertifikat fair-trade, minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan, serta kemasan ramah lingkungan terus meningkat. Produsen diharapkan dapat menunjukkan komitmen nyata mereka terhadap praktik bisnis yang bertanggungjawab.
Tren manisan yang dipersonalisasi kini semakin meningkat. Cokelat batangan yang dapat disesuaikan, kotak hadiah khusus, dan kemasan personalisasi menjadi sangat diminati, terutama untuk acara-acara istimewa.
Pasar cokelat isi diperkirakan bernilai $30,5 miliar pada 2018 dan diproyeksikan mencapai Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (CAGR) sebesar 4% hingga 20282. Menurut Mordor Intelligence, pasar cokelat compound diperkirakan mencatat CAGR sebesar 6,42% selama periode perkiraan (2022-2027)3. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penggunaannya dalam produk berbahan cokelat yang lebih terjangkau.
Cokelat compound biasanya mengandung lemak seperti minyak inti sawit atau minyak kelapa. Cokelat ini lebih tahan lama dan serbaguna, dengan berbagai pengaplikasian seperti coklat batangan dengan isian, dan bola kelapa berlapis, sehingga cocok untuk dipasarkan di supermarket maupun melalui belanja daring. Pandemi COVID-19 telah memperkuat preferensi konsumen untuk membeli produk manisan secara daring, yang turut mendorong peningkatan permintaan terhadap cokelat compound.
Fat Bloom
Fat bloom adalah masalah umum pada masa simpan yang disebabkan oleh migrasi lemak dari isi ke lapisan cokelat. Ini muncul sebagai garis-garis atau bintik putih pada permukaan cokelat. Fat bloom terjadi ketika cokelat terkena panas, yang menyebabkan mentega kakao dalam cokelat melunak dan terpisah dari bahan lainnya. Cokelat yang mengalami fat bloom mungkin aman untuk dimakan, tetapi memberikan kesan rusak dan tidak menarik. Hal ini sangat sulit dihindari di daerah dengan suhu yang fluktuatif dan iklim hangat.
Kondisi penyimpanan yang tidak tepat dapat memengaruhi sifat visual dan masa simpan manisan secara negatif, terutama di iklim yang lebih hangat. Masalah masa simpan dapat terjadi mulai dari logistik dan penanganan, serta meluas ke kondisi di toko tempat manisan tersebut dijual, yang berujung pada produk yang tidak menarik.
Mencapai tekstur yang tepat, seperti kilap, dan viskositas, seperti seberapa baik cairan pengisi mengalir, merupakan tantangan kompleks bagi produsen manisan. Hal ini sangat menantang untuk cokelat isi, yang memiliki lapisan-lapisan yang berbeda.
Campuran pengemulsi terkemuka dapat mengatasi masalah ini dan memberikan manfaat fungsional bagi produsen manisan. MASEMUL® EC 5401 dari Musim Mas menonjol dengan keunggulan-keunggulan berikut:

MASEMUL® EC 5401 is versatile and can be used in various applications, including:
MASEMUL® EC 5401 bersifat serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai pengaplikasian, seperti:
Musim Mas adalah produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan terkemuka. Sebagai perusahaan besar Indonesia pertama yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), seluruh pabrik terintegrasi milik Perusahaan yang memiliki Perkebunan, telah tersertifikasi RSPO. Musim Mas juga memimpin program pekebun swadaya paling luas di Indonesia dan mematuhi semua sertifikasi serta regulasi utama, seperti Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Pada tahun 2023, Musim Mas meluncurkan komitmen Net Zero 2050 di bawah Science Based Targets Initiative (SBTi). Semua pengemulsi dan produk lainnya dari Musim Mas ditawarkan sesuai dengan sertifikasi terkemuka, seperti Kosher dan Halal.
Dalam dunia produksi manisan yang kompetitif dan terus berkembang, mengikuti tren serta memenuhi permintaan konsumen merupakan hal yang krusial. MASEMUL® EC 5401 dari Musim Mas menawarkan solusi menyeluruh untuk berbagai tantangan yang dihadapi produsen manisan, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga memastikan keberlanjutan. Manfaatkan keunggulan MASEMUL® EC 5401 dan bawa kreasi gula-gula Anda ke level yang lebih tinggi.
Referensi:
[1] https://www.businesstimes.com.sg/companies-markets/why-prices-chocolate-and-cocoa-went-nuts
[2] https://dataintelo.com/report/global-filled-chocolate-market
[3] https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/compound-chocolate-market
Singapore Institute of International Affairs (SIIA) Dialog Singapura ke -11 tentang Acara Sumber Daya Dunia Berkelanjutan, yang diadakan pada 9 Mei 2024 di Fullerton Hotel, Singapura. Mr Tichit berbagi pandangannya sebagai bagian dari panel berjudul “The Road Ahead for Resource Sector – Policy dan Pasar Arah.”
“Bagaimana kita melatih para pekebun masa depan untuk membuat perkebunan menarik bagi generasi berikutnya? Bagaimana kita memberi para pekebun masa depan pengetahuan dan kapasitas yang mereka butuhkan untuk menjadi cukup produktif untuk memenuhi tuntutan masa depan? ”
Ini adalah pertanyaan mendasar dan pertimbangan yang diajukan oleh Mr Tichit dalam berbagi perspektif Musim Mas bahwa agar sektor minyak kelapa sawit, sebagai sumber minyak dan lemak terkemuka di dunia, untuk memenuhi tuntutan masa depan, pekebun perlu diberdayakan. Pemberdayaan dilakukan dengan cara melengkapi mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menghasilkan secara berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan bukan hanya peduli terhadap lingkungan, namun juga meningkatkan hasil kebun.
Musim Mas berusaha untuk melampaui standar industri, seperti yang dimiliki oleh Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO), dan untuk mencapai hasil di luar rata -rata industri. Sebagai Perusahaan yang memimpin kelapa sawit berkelanjutan, kami juga percaya pada pentingnya melampaui standar operasi kami sendiri untuk memenuhi permintaan masa depan secara berkelanjutan. Pada 2015, Musim Mas mulai bekerja bersama International Finance Coorporation (IFC), melatih pekebun swadaya untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan secara berkelanjutan, meskipun Perusahaan tidak mengambil pasokan langsung dari pekebun swadaya tersebut.
Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas memberikan pelatihan menggunakan modul yang mencakup masalah lingkungan seperti penanaman kembali dan tidak membakar, keterampilan manajemen bisnis dan literasi keuangan, masalah sosial seperti mengembangkan mata pencaharian alternatif, dan hal lainnya seperti administrasi. Sejak itu, Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas telah berkembang menjadi yang terbesar dan paling luas di Indonesia.
Pekebun swadaya adalah pekebun yang mengelola kebunnya sendiri, dan biasanya memiliki sekitar 2 hektar lahan yang ditanami sawit. Berdasarkan luas pengelolaan lahan di indonesia, mereka menghasilkan lebih dari 40% produksi minyak sawit, dan berdasarkan data dari World Resources Institute Indonesia, angka itu akan meningkat menjadi 60%.
Mereka seringkali tidak memiliki akses terhadap perkembangan praktik-praktik Perkebunan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, mereka mungkin juga tidak memiliki sumber daya keuangan untuk menanam kembali kebun sawit mereka yang telah tua sebagai penyebab hasil kebun yang lebih rendah. Hal tersebut menghasilkan standar profitabilitas dan keberlanjutan yang rendah. Penelitian dari IFC, anggota Bank Dunia, menunjukkan bahwa hasil pekebun swadaya dapat mencapai 116% di bawah Perusahaan perkebunan di Indonesia.

Dengan pengalaman Musim Mas melatih pekebun swadaya sejak 2015, perusahaan ini memperluas dukungannya dengan mendirikan Smallholders Hubs di mana Perusahaan melatih petugas penyuluhan pertanian lokal, yang dikenal sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Indonesia, melalui program Training for Trainers. Dengan pendekatan ini, PPL dapat melatih lebih banyak pekebun swadaya dari waktu ke waktu untuk membangun kapasitas di tingkat pemerintah daerah.
“Sebagai pelaku sektor swasta, kami tidak dapat menggantikan peran pemerintah, tetapi yang dapat kami lakukan adalah memberikan dukungan melalui pengalaman kami di industri, untuk menciptakan pekebun yang tangguh,” jelas Mr Tichit terkait pendekatan Musim Mas pada program Smallholders Hub. Saat ini, Musim Mas mendampingi enam Smallholders Hub di seluruh Indonesia. Selain pelatihan PPL, Musim Mas juga melakukan kolaborasi berbasis lanskap dengan off-takers di industry kelapa sawit, seperti perusahaan barang konsumsi, akademisi, dan masyarakat setempat.
Perspektif Musim Mas kemudian dilajutkan kembali oleh co-panellist, Mr Joseph D’Cruz, CEO RSPO, tentang keberlanjutan itu bukan hanya tentang memenuhi persyaratan eksternal seperti pelaporan tetapi tentang “membantu bisnis tetap dalam bisnis dengan memastikan sumber daya tidak habis dan mampu mempertahankannya secara efektif ke masa depan.”
Seiring pertumbuhan populasi dunia, permintaan minyak dan lemak nabati akan terus meningkat, seperti halnya kendala pada sumber daya seperti tanah dan air. Kebutuhan untuk melatih para pekebun masa depan untuk menghasilkan keberlanjutan akan menjadi semakin mendesak. Dengan semangat ini, Musim Mas terus melampaui operasinya sendiri untuk membangun kapasitas di tingkat pemerintah daerah dan lanskap.
Oleh: Chermaine Yap
Dalam beberapa tahun terakhir, gas rumah kaca (GRK) dan dampaknya terhadap perubahan iklim telah diketahui secara luas. Ketika gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer bumi, mereka mengganggu pola cuaca dan menyebabkan peningkatan suhu, sehingga mengubah lingkungan kita secara mendasar.
Memahami GRK dan efek rumah kaca sangatlah penting karena hal ini menjadi dasar untuk memahami perubahan iklim. GRK, seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), dan gas berfluorinasi, bertindak seperti panel kaca di rumah kaca. Gas-gas ini memungkinkan sinar matahari masuk ke atmosfer sekaligus memerangkap sebagian panas yang memancar dari permukaan bumi. Proses alami ini, yang dikenal sebagai efek rumah kaca, sangat penting untuk menjaga suhu bumi pada kisaran yang sesuai untuk kehidupan.
Sama seperti rumah kaca yang menjaga tanaman tetap hangat dengan memerangkap panas di dalamnya, GRK bertindak sebagai lapisan penyekat alami, yang mencegah sebagian panas keluar kembali ke angkasa. Tanpa efek rumah kaca ini, suhu rata-rata permukaan bumi akan jauh lebih dingin, sehingga menjadikan planet ini tidak ramah bagi kehidupan yang kita kenal sekarang.
Meskipun beberapa GRK terjadi secara alami, ada pula yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas seperti pembakaran bahan bakar fosil, proses industri, dan penggundulan hutan telah meningkatkan konsentrasi GRK di atmosfer secara signifikan. Peningkatan efek rumah kaca ini menyebabkan akumulasi panas, yang mengakibatkan perubahan iklim.
Karbon dioksida (CO2) adalah gas rumah kaca yang ditemukan di mana-mana, terjadi secara alami melalui proses seperti letusan gunung berapi, dan hadir sebagai bagian dari sirkulasi alami karbon di atmosfer, lautan, tanah, tumbuhan, dan hewan. Ini adalah salah satu gas rumah kaca yang paling umum dikenal. Namun, aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan dalam skala besar telah menyebabkan peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer secara signifikan.
Metana (CH4), salah satu gas rumah kaca yang signifikan, terbentuk secara alami melalui dekomposisi. Sumbernya meliputi peternakan sapi, tempat pembuangan sampah, pertanian padi, dan produksi minyak dan gas tradisional. Dampak metana terhadap perubahan iklim patut diperhatikan karena umur atmosfernya yang relatif singkat dibandingkan dengan CO2 namun, menurut IPCC AR6, memiliki Potensi Pemanasan Global (GWP) yang jauh lebih tinggi yaitu 29,8.
Nitrogen oksida (N2O) dalah salah satu gas rumah kaca yang dihasilkan melalui berbagai aktivitas manusia seperti penggunaan pupuk komersial dan organik dalam skala besar, pembakaran bahan bakar fosil, produksi asam nitrat, dan pembakaran biomassa. Meskipun N2O terjadi secara alami sebagai bagian dari siklus nitrogen bumi, aktivitas manusia meningkatkan konsentrasinya di atmosfer. N2O memiliki GWP 273 kali lebih besar dari karbon dioksida selama periode 100 tahun. Salah satu sumber emisi N2O terbesar dalah pengelolaan tanah pertanian, diikuti oleh pembakaran bahan bakar, proses industri, dan pengelolaan limbah.
Meskipun Karbon Dioksida, Metana, dan Nitrogen Oksida terjadi secara alami, gas-gas berfluorinasi industri—hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), dan sulfur heksafluorida (SF6)—sepenuhnya merupakan hasil buatan manusia selama proses industri dan tidak terjadi secara alami. HFC, PFC, dan SF6 adalah gas industri berfluorinasi dengan potensi pemanasan global (GWP) yang tinggi. Digunakan dalam berbagai aplikasi, mereka berkontribusi secara signifikan terhadap perubahan iklim karena kemampuan mereka memerangkap panas dan masa hidup atmosfer yang panjang.
HFC adalah gas rumah kaca sintetis yang biasa digunakan dalam pendingin, AC, bahan peniup busa, dan propelan aerosol. PFC adalah kelompok lain dari gas rumah kaca sintetis yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk manufaktur semikonduktor dan produksi aluminium. SF6 adalah gas sintetis yang terutama digunakan pada peralatan distribusi dan transmisi listrik, seperti pemutus sirkuit dan perlengkapan saklar, karena sifat insulasinya yang sangat baik. SF6 memiliki GWP yang sangat tinggi yaitu 25.200, menjadikannya salah satu gas rumah kaca paling kuat yang pernah diketahui. SF6 berumur sangat panjang di atmosfer, dengan perkiraan umur atmosfer mencapai ribuan tahun.

Terdapat beberapa faktor utama yang menentukan dampak setiap gas rumah kaca terhadap perubahan iklim:
Meningkatnya kadar gas rumah kaca, terutama akibat aktivitas manusia, telah meningkatkan suhu global secara signifikan. Eskalasi ini memperkuat dampak perubahan iklim terhadap ekosistem, pola cuaca, dan komunitas di seluruh dunia. Meningkatnya emisi GRK meningkatkan risiko iklim, yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut, peningkatan frekuensi gelombang panas, peningkatan kejadian banjir dan kekeringan, gangguan terhadap ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan peningkatan kejadian cuaca buruk seperti angin topan dan kebakaran hutan.
Perubahan iklim dapat menimbulkan beberapa risiko pada sektor pertanian, termasuk kejadian cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir. Peristiwa-peristiwa ini dapat berdampak signifikan terhadap hasil panen kelapa sawit, sehingga menyebabkan fluktuasi pada kinerja keuangan. Misalnya saja kekeringan atau curah hujan yang berlebihan dapat menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) karena terganggunya siklus vegetatif atau terganggunya program pemupukan. Untuk memitigasi risiko ini, Musim Mas menerapkan langkah-langkah seperti pemantauan satelit untuk mengidentifikasi dan memantau titik panas di dalam dan sekitar konsesi. Selain itu, inisiatif seperti Program Desa Bebas Api (FFVP) mendidik masyarakat lokal tentang praktik pertanian terbaik dan risiko yang terkait dengan penggunaan api untuk persiapan lahan.
Musim Mas berdedikasi untuk mempercepat upaya aksi iklim kami. Selagi kami berupaya mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor hulu sebesar 55% pada tahun 2025, kami secara aktif melakukan berbagai inisiatif untuk semakin memperkecil jejak karbon Grup kami. Pada tahun 2022, kami telah menandatangani Program 1.5C di Sektor Pertanian dan menandatangani komitmen dengan inisiatif Target Berbasis Sains (Science Based Target Initiative/SBTi) pada tahun 2023 untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050 dengan mengikuti jalur scenario program 1.5C. Target jangka pendek dan target nol bersih kami sedang menjalani proses validasi oleh SBTi.
Referensi: