Triputra Agro Persada Group (TAP)

Triputra Agro Persada Group (TAP) adalah perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan karet Indonesia milik swasta yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Mereka menjadi anggota RSPO sejak 2007 dan profil keanggotaan mereka dapat dilihat di sini. TAP juga memiliki situs web perusahaan yang dapat dilihat di sini.

1) Laporan Chain Reaction Research yang berjudul, “ Comprehensive Risk Analysis: Triputra Agro Persada” (21 Mei 2015)

2) Laporan Mighty Earth berjudul, “Rapid Response Report 12” (30 Januari 2019) yang dikirimkan ke kami melalui email.

3) Laporan Mighty EarthRapid Response 17” (18 Juli 2019)

(1) Chain Reaction Research menerbitkan laporan tentang dugaan adanya masalah dalam operasi mereka, deforestasi, pengembangan Lahan Gambut dan konflik dengan masyarakat lokal. Laporan ini juga menyoroti kurangnya transparansi TAP, karena mereka belum menerbitkan Laporan Tahunan atau Laporan Keberlanjutan sejak 2012.

(2) Dugaan deforestasi oleh PT Dwiwira Lestari Jaya, di mana total 56 hektar hutan ditebangi di Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur antara 23 November 2018 hingga 12 Januari 2019.

(3) Laporan tersebut menduga bahwa PT Putra Katingan Pratama, bagian dari Kirana Megatara Group, telah mempersiapkan pembukaan lahan yang memiliki tutupan pohon lebat seluas 167 ha selama 22 September 2018 sampai 05 Juli 2019.

Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyebutkan adanya keterkaitan pasokan antara Kirana Megatara dengan anak perusahaan TAP.

Januari 2019
Kami saat ini melakukan pendekatan dengan TAP dan sedang mencari klarifikasi dari mereka mengenai tuduhan yang dibuat dalam laporan dari Mighty Earth.

Februari 2019
Kami mengadakan pertemuan dengan tim manajemen Triputra untuk membahas lebih lanjut mengenai tuduhan terhadap mereka dalam hal pembukaan 56 hektar wilayah HCV. Triputra sangat transparan dan terbuka sepanjang pertemuan, menyediakan data dan mengklarifikasi poin-poin yang diangkat dalam laporan Mighty Earth.

Mereka melakukan penilaian HCV dan HCS, yang mengikuti semua pedoman dan persyaratan saat itu. Penilaian HCV mereka dilakukan pada Februari 2014 oleh penilai independen, Bioref IPB, dan sebuah penilaian HCSA juga dilakukan pada Agustus 2016 oleh penilai independen yang sama.

Kami mendorong Triputra menyerahkan laporan HCSA mereka terkait peninjauan kualitas HCSA dan menyelesaikan prosesnya dengan membuat ringkasan laporan HCSA yang tersedia untuk publik di situs web HCSA. Triputra sudah menyetujui untuk melakukan proses peninjauan kualitas tersebut.

Kami akan terus menindaklanjuti perkembangan tersebut, karena hal ini membentuk dasar pendekatan kami dengan mereka dan akan membantu memandu tindakan yang perlu dilakukan oleh Triputra.

Juli 2019
Musim Mas tidak memiliki hubungan bisnis dengan Kirana Megatara Group maupun dengan PT Putra Katingan Pratama.

Namun, dikarenakan kami memiliki hubungan bisnis dengan TAP, maka kami melakukan pendekatan dengan mereka untuk mengklarifikasi hubungan bisnis antara PT Putra Katingan Pratama dan TAP sebagaimana dilaporkan dalam laporan Mighty Earth Report 17.

Agustus 2019
Kami mengadakan pertemuan langsung dengan TAP di tanggal 08 Agustus 2019. TAP mengklarifikasi bahwa PT Putra Katingan Pratama adalah Perkebunan karet. TAP menginformasikan bahwa mereka tidak memiliki hubungan bisnis dengan PT Putra Katingan Pratama dan menyatakan bahwa TAP dan PT PKP adalah dua perusahaan yang terpisah.

language Bahasa
language