Sawit Sumbermas Sarana (SSS)

Sawit Sumbermas Sarana adalah perusahaan Perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Indonesia, yang berfokus pada penanaman pohon kelapa sawit, produksi CPO, PK dan PKO, serta pemasaran dan distribusi produk. SSS telah menjadi anggota RSPO sejak 2007. Pelacak kasus yang relevan dapat dilihat di sini.

1) Laporan greenomics yang berjudul, “IPOP Observer: IPOP Signatories are the Biggest Buyer of Palm Oil …” (04 Juni 2015)
2) Kasus Keluhan RSPO (05 Juni 2015)
3) Foresthints dalam laporan yang berjudul, “Palm Oil expansion in LiDAR – mapped pear still undetected” (23 April 2018)

(1) Laporan greenomics menyatakan bahwa penandatangan IPOP merupakan pembeli kelapa sawit terbesar dari anak perusahaan Sawit Sumbermas Sarana (SSS), PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA), yang melakukan pembukaan lahan di hutan gambut dan habitat orangutan (berdasarkan data IUCN mengenai distribusi orangutan yang dipersiapkan untuk pembukaan lahan baru).

(2) Anak perusahaan lainnya, Sawit Mandiri Lestari (SML) dinyatakan gagal dalam
melakukan konsultasi dengan masyarakat yang memiliki kepentingan di lahan yang akan dibuka dan gagal dalam mengindentifikasi lahan bernilai konservasi tinggi (HCV) yang merupakan syarat dari RSPO.

(3) Artikel Foresthints menduga adanya izin dan pengembangan Kelapa Sawit di area gambut oleh perusahaan.

April 2018
Kami mempelajari kasus mengenai Grup SSS dan memonitor langsung setiap laporan yang berkaitan dengan Grup SSS di media dan rana publik.

Kami juga mengikuti setiap perkembangan komplain mengenai Sawit Mandiri Lestari melalui prosedur komplain RSPO.

Kami bertemu dengan tim keberlanjutan perusahaan pada April 2018.

Mei 2016
Sekretariat RSPO mengirimkan surat kepada perusahaan pada tanggal 24 Mei 2016. Kasus telah ditutup.

Desember 2016
Sejak saat itu Grup SSS telah menjual Sawit Mandiri Lestari setelah memiliki izin dan lisensi hukum yang diperlukan. Kami tidak memiliki hubungan bisnis lagi dengan grup SSS sejak tahun 2014.

Agustus 2017
Grup SSS mempublikasikan kebijakan No Deforestation, No Peat and No Exploitation.

Mei 2018
SSS group melakukan penilaian terhadap daerah-daerah tersebut dan menerbitkan tanggapannya di sini.

language Bahasa
language