Noble Agri Group (Henrison Inti Persada)

Noble Plantations Pte Ltd adalah perusahaan sawit swasta yang dimiliki oleh Hongkong. Noble telah menjadi anggota RSPO sejak tahun 2011. Pelacakan kasus RSPO terkait yang berhubungan dengan:

a) PT Henrison Inti Persada dapat ditemukan di sini.
b) PT Pusaka Agro Lestari dapat ditemukan di sini.

Situs web Noble dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Greenpeace yang berjudul, “Dirty Bankers” (17 Januari 2017)

2) Laporan Chain Reaction Research yang berjudul, “Noble Group: Cost of Capital and Deforestation Risks under Priced?” (Januari 2017)

3) Kasus RSPO Board of Governors (Juni 2017)

1) Greenpeace mempublikasikan sebuah laporan berjudul: “Dirty Bankers – How HSBC is Financing Forest Destruction for Palm Oil“. Didalam laporan tersebut dinyatakan dalam kurun beberapa tahun terakhir, HSBC telah memulai atau membangun hubungan kerjasama keuangan (termasuk memberikan pinjaman) dengan perusahaan dan grup konsesi Minyak kelapa sawit lainnya di Indonesia yang terlibat dalam aspek yang paling tidak berkelanjutan dalam pengembangan industri kelapa sawit.

2) Laporan dari Chain Reaction Research, mengindikasikan kondisi kerugian keuangan perusahaan Noble dan Perkebunan kelapa sawitnya diakibatkan karena lemahnya penilaian High Conservation Value (HCV) dan ketidaktaatan terhadap RSPO.

Dalam berita tersebut juga disebutkan bahwa Environmental Investigation Agency, Greenpeace, Yayasan Inisisasi Alam Rehabilitasi Indonesia, dan Aidenvironment telah mengajukan keluhan kepada RSPO dan HCVRN terhadap penilai HCV, yang melakukan penilaian HCV dikedua konsesinya di Papua.

Isu lain menyebutkan bahwa Perkebunan Noble membuka dan melakukan deforestasi di Hutan primer dan Lahan Gambut diwilayah konsesinya, hal tersebut melanggar kebijakan keberlanjutan para bankirnya yaitu, HSBC, ING Bank, Morgan Stanley, Société Générale, ABN Amro Bank dan Rabobank.

3) Terhadap PT Pasaka Agro Lestari, Dewan Gubernur RSPO menindaklanjuti kasus yang diajukan oleh Environmental Investigation Agency dan Greenpeace. Fokus yang diangkat adalah mengenai pembukaan hutan, penilaian HCS yang kurang dan kepatuhan terhadap Prosedur Penanaman Baru RSPO (RSPO NPP).

Juli 2016

  • Sebagai bagian dari monitoring internal terhadap keluhan pemasok, kami telah melakukan pendekatan dengan Noble sejak Juli 2016 untuk mengklarifikasi berita yang beredar dimedia yang menyatakan bahwa Noble melanggar kebijakan Kehutanan HSBC.
  • Kebijakan tersebut, berjanji untuk tidak secara sadar membangun hubungan kerjasama keuangan dengan “bisnis yang dilarang” dan mendefinisikannya sebagai “hutan yang dikonversi menjadi Perkebunan atau membuka lahan yang bukan hutan (deforestasi).
  • Nobel dan HSBC adalah anggota RSPO dan mereka harus mematuhi Kode Etik yang ditetapkan oleh RSPO.Noble mengarahkan kami kepada kepatuhan mereka terhadap prosedur RSPO seperti halnya Prosedur Penanaman Baru (NPP), mereka juga mengajukan Annual Communication of Progress (ACOP) dan menyelesaikan konflik kasus keluhan Henrison Inti Persada di Panel Keluhan RSPO. Noble juga telah menyelesaikan proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk salah satu pabriknya

Desember 2016
Pembelian terakhir kami adalah pada Desember 2016.

Januari – April 2017
Kami telah melakukan diskusi yang intens dengan Noble mengenai manajemen High Carbon Stock (HCSA) dan Lahan Gambut di wilayah operasionalnya.

Kami menyarankan mereka untuk mempublikasikan penerapan HCV dan HCSnya serta memperbaharui study HCSnya.

Maret 2017
Kami melakukan rapat dengan Noble untuk mendiskusikan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan No Deforestation. Hal yang kami bahas adalah sebagai berikut:

  • Transparasi dalam proses HCV/HCS dan mengklarifikasi lebih lanjut mengenai kebijakan keberlanjutan mereka (memberikan rujukan mengenai HCSA).
  • Kami menyarankan Noble untuk mempublikasikan dokumen keberlanjutannya secara umum termasuk inisiasi HCS/HCV.
  • Kami mendukung Noble untuk mengikuti proses peninjauan hukum HCS serta HCSA dan mematuhi moratorium, selama proses berlangsung
  • Pendekatan lebih lanjut akan mencakup lokakarya dan penilaian lokasi.

Juni 2017
Kami melanjutkan pendekatan dengan Noble dan akan menijau hubungan kerjasama kami dengan Noble untuk mendukung komitmen pencapaian keberlanjutan.

Juli 2017
Kami melakukan diskusi dengan Noble dan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai perkembangan inisiasi keberlanjutan dioperasionalnya dan outlinenya di sini.

Desember 2017
Kami akan terus melanjutkan pendekatan dengan Noble untuk mengikuti kemajuan mereka.

Januari 2018
Kami mempertimbangkan kasus ini telah ditutup.

Oktober 2017
Noble mengirimkan sebuah surat kepada panel keluhan, dimana mereka menyatakan bahwa perintah “stop work” telah diterapkan kepada PT Pusaka Agro Lestari. Suratnya dapat diakses di sini.

Januari 2018
Panel Keluhan RSPO memutuskan untuk melanjutkan penilaian verifikasi independen yang dilakukan oleh perusahaan. Link dapat ditemukan di sini.

language Bahasa
language