Mulia Sawit Group

Mulia Sawit Agro Lestari adalah sebuah perusahaan Perkebunan kelapa sawit swasta yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

Mulia Sawit memiliki situs web perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Chain Reaction Research yang berjudul, “The Chain: Malaysian BLD Tops List of Major Deforesters in 2018” (04 Oktober 2018)

2) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 9” (30 Oktober 2018)

3) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 10” (20 November 2018)

4) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 11” (19 Desember 2018)

5) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 12” (30 Januari 2019) yang dikirim kepada kami via email.

(1) dan (2) Telah ditemukan melalui citra satelit bahwa anak perusahaan Mulia Sawit Group, PT Persada Era Agro Kencana (PEAK), menebangi hutan gambut dan mengembangkan lahan untuk Kelapa Sawit di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

April 2018
Kami menulis surat kepada Mulia Sawit Group untuk memberi tahu mereka mengenai dugaan pembukaan Lahan Gambut dan meminta klarifikasi dari mereka.

Juli 2018
Kami bertemu dengan Mulia Sawit dan menjelaskan kebijakan keberlanjutan kami dan komitmen NDPE. Kami meminta Mulia Sawit untuk mengatasi masalah ini, dan menekankan pentingnya memiliki rencana aksi. Kami juga menjelaskan kepada mereka mengenai prosedur standar kami dalam menangani pemasok yang mengalami masalah keberlanjutan.

September 2018
Kami melakukan pertemuan kembali dengan Mulia Sawit dan kembali menekankan pentingnya tindakan untuk mengatasi masalah penanaman pada gambut dan deforestasi.

Desember 2018
Setelah mengikuti peninjauan internal, kami menerapkan ‘Pembelian Terkendali atau Controlled Purchase’ kepada Mulia Sawit Group dan saat ini kami memiliki satu kontrak jangka panjang untuk ditinjau ulang.

Februari 2019
Kami bertemu dengan tim manajemen Mulia Sawit dan menanggapi dugaan pemasok yang melakukan penanaman dan pengembangan di wilayah gambut.

Mulia sawit mengklarifikasi bahwa PT PEAK telah melakukan penilaian gambut pada tahun 2011 dan penilaian HCV pada tahun 2016 sebelum menanam di wilayah tersebut. Penilaian HCV tersebut menunjukkan bahwa total HCV area adalah seluas 1.126 hektar dan konsesi PT PEAK tidak berada didalam area moratorium (PIBPIB XIV) yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Setelah melakukan diskusi mendalam, kami telah meminta agar pada saat verifikasi dugaan ini (akan diselesaikan dalam waktu 90 hari kerja) berlangsung, Mulia Sawit perlu memberlakukan moratorium pada minggu pertama bulan Maret. Jika gagal, maka kami akan meninjau kembali hubungan bisnis dengan Mulia Sawit hingga terdapat rencana aksi kerja yang dapat dipercaya.

Maret 2019
Kami menindaklanjuti Mulia Sawit dengan melakukan pendekatan baru-baru ini perihal penanaman dan pengembangan mereka di Lahan Gambut . Sayangnya, Mulia Sawit tidak dapat melakukan moratorium langsung. Oleh karena itu, sejalan dengan protokol pembelian terkendali, kami telah menghentikan pembelian dari Mulia dengan segera. Kami akan terus melakukan pendekatan dengan Mulia dengan harapan membawa mereka kembali menjadi rantai pasokan kami setelah mereka meningkatkan praktek keberlanjutannya.

Juli 2018
Mulia Sawit mengklarifikasi bahwa perusahaan telah mengikuti hukum Perkebunan Indonesia dalam operasi Perkebunan mereka.

Mereka telah memperoleh HGU untuk konsesi mereka dan memiliki SOP tentang keberlanjutan. Di PT PEAK, terdapat moratorium di tempat dan mereka bekerja dengan konsultan tentang pengelolaan gambut. Studi HCV telah dilakukan dan lahan telah disisihkan untuk konservasi.

September 2018
Mulia Sawit mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan kebijakan keberlanjutan, semua operasi mereka telah memperoleh HGU, dan moratorium di PT PEAK masih ada.

Mereka juga menyoroti bahwa mereka telah mendapatkan izin pemerintah sebelum penanaman di PT PEAK, dan studi HCV diselesaikan pada 2016. Area gambut berada di luar area konsesi.

Studi HCV akan dilakukan untuk semua area sebelum pengembangan dilakukan.

language Bahasa
language