Indonusa

Indonusa Agromulia Group, atau dikenal dengan Indonusa Group adalah perusahaan Perkebunan kelapa sawit milik swasta yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

Indonusa memiliki situs web perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Mighty Earth yang berjudul “Rapid Response 7” (August 2018)
2) Laporan Greenpeace yang berjudul “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)
3) Laporan Mighty Earth yang berjudul “Rapid Response 10” (November 2018)
4) Laporan Mighty Earth yang berjudul “Rapid Response 11” (Desember 2018)
5) Laporan Mighty Earth yang berjudul “Rapid Response 12” (30 Januari 2019) dikirim kepada kami via email

(1) (3) (4) (5) Pembukaan hutan di provinsi Papua

(2) Didalam laporan, Greenpeace menyebutkan bahwa Indonusa:

  • Bukanlah anggota RSPO
  • Tidak memiliki kebijakan NDPE publik
  • Tidak memiliki peta konsesi yang tersedia untuk publik

Greenpeace menuduh Indonusa:

  • Belum mendapatkan semua izin yang diperlukan untuk konsesi berikut ini:
  • Has not obtained all necessary permits for the following concessions:
    • 1 konsesi di Sorong Selatan, Papua Barat.
    • 2 konsesi yang didirikan di Sumatera (dikelola oleh PT Indonusa Agromulia dan PT Hamita Utama Karsa).
    • Konsesi seluas 18.590 hektar di Merauke, Papua (dikelola oleh PT Internusa Jaya Sejahtera)
  • Pada tahun 2012 membeli sebuah perusahaan Perkebunan di Sumatera yang ketiga, PT Sawit Mas Perkasa di Jambi, dimana pemilik sebelumnya telah membuka lahan untuk industri kayu tetapi tidak menanam kelapa sawit.
  • Kemungkinan memiliki konsesi lain (tidak terdaftar secara publik) yang dikendalikan oleh perusahaan, karena situs websitenya mengklaim bahwa perusahaan melakukan ekspansi di Sumatera, Kalimantan dan Papua.
  • PT Internusa Jaya Sejahtera (IJS) menebangi sekitar 5.170 hektar hutan, termasuk Hutan primer antara 25 Januari 2015 dan 28 Juli 2018, meskipun tidak mendapatkan Surat Pernyataan Rilis Hutan Negara.

September 2018
Musim Mas melakukan pendekatan dengan Indonusa untuk mendapatkan klarifikasi atas klaim yang diangkat oleh Mighty Earth dan Greenpeace mengenai kasus penebangan hutan PT Internusa Jaya Sejahtera, di provinsi Papua.

Musim Mas bertemu dengan perwakilan dari Indonusa untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kasus ini serta mendiskusikan langkah-langkah mitigasi potensial dalam jangka pendek hingga panjang. Indonusa menjelaskan bahwa mereka memiliki langkah-langkah dan SOP terkait dengan kebijakan NDPE.

Oktober 2018
Musim Mas meninjau respons terakhir dari Indonusa dan menilai bahwa Indonusa kurang antusias untuk mengungkapkan rencana aksi.

Sejak itu, kami telah membuat keputusan internal dan sampai pada kesimpulan untuk tidak melanjutkan hubungan bisnis dengan Indonusa dan pembelian terakhir kami adalah pada bulan September 2018.

September 2018
Indonusa menyatakan kesediaan untuk berkomitmen sesuai dengan standar keberlanjutan Musim Mas, dan untuk meningkatkan kebijakan dan praktek keberlanjutan mereka. Mereka membalas kami dengan menyebutkan bahwa mereka mematuhi hukum Perkebunan Indonesia dan memiliki semua izin yang diperlukan. Mereka juga memberikan jaminan bahwa mereka menerapkan praktek keberlanjutan yang baik. Namun tidak ada rencana aksi yang akan datang.

language Bahasa
language