Hardaya Plantation Group/ Cipta Murdaya (CCM Group)

Hardaya Plantation Group (HPG) adalah anak perusahaan milk swasta dari Central Cipta Murdaya. Berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, bisnis ini bergerak di bidang Perkebunan kelapa sawit dan pengolahan Minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Hardaya memiliki situs web perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Greenpeace yang berjudul, “Deforestation Case Studies” (Desember 2017)

2) Laporan Greenpeace yang berjudul “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)

3) Artikel Mongabay yang berjudul, “Indonesian Minister blasted over palm permit for graft-tainted concession,” (22 Februari 2019)

(1) dan (2) Tidak ada keanggotaan RSPO dan kebijakan NDPE

Diduga memperoleh ijin untuk PT Hardaya Inti Plantations di Sulawesi dengan cara suap yang melibatkan mantan Bupati Buol.

Dugaan membuka hutan seluas 500 hektar di Sulawesi Tengah, Kabupaten Buol, antara November 2016 dan Oktober 2017

Resiko deforestasi yang lebih lanjut untuk konsesi 82.600 hektar di Papua, yang memegang status, “penggunaan lahan lain-lain” yang tidak diperlukan izin pelepasan hutan.

(3) Hardaya diizinkan untuk mengurus lahan konsesi bahkan setelah pemiliknya ditangkap dan dipenjara karena menyuap Bupati Buol untuk memberikan konsesi kepada perusahaannya pada tahun 2012.

Pejabat anti-pemerintah dan aktivis lingkungan telah mengkritik Kementerian Kehutanan Indonesia karena mengizinkan perusahaan yang telah memperoleh konsesi hutan melalui penyuapan untuk membuka lahan untuk Perkebunan Kelapa Sawit.

Desember 2017
Bertemu dengan Hardaya Plantation Group bersama dengan konsultan, AidEnvironment dimana kami meminta agar pekerjaan pembukaan lahan dapat dihentikan, dan meminta perusahaan melakukan penilaian HCV dan HCS sebelum melakukan pembukaan lahan lebih lanjut. Permintaan di atas adalah untuk memverifikasi kepatuhan Hardaya Plantation Group terhadap Kebijakan Keberlanjutan kami. Hardaya Plantation setuju untuk bekerja dengan konsultan, bersedia menghentikan pekerjaan dan memetakan wilayah konservasi dan pengembangan

Kami juga meminta perusahaan untuk menyusun rencana tindakan yang jelas dengan jadwal pada awal Januari 2018

Januari 2018
Pertemuan telah ditetapkan yaitu pada awal Februari 2018.

February 2018
Kami bertemu dengan Hardaya untuk mendiskusikan tindakan mereka selanjutnya terhadap tuduhan yang dilayangkan terhadap mereka.

Desember 2017
i) Hardaya belum membuat keputusan akhir tentang sepetak tanah di Papua, tidak ada perkembangan yang terjadi dan karenanya, masalah tersebut harus dihilangkan dari diskusi saat ini.

ii) Hardaya berpendapat bahwa operasi di Sulawesi (PT. Hardaya Inti Plantations) and Nunukan (PT. Sebakis Into Lestari (SIL) dan PT. Sebuku Inti Plantation (SIP)), sesuai dengan hukum Perkebunan Indonesia. Namun, mengingat hubungan dengan Musim Mas, Hardaya setuju dengan permintaan untuk berhenti bekerja dan melakukan penilaian HCV dan HCS sebelum melakukan pengembangan lahan lebih lanjut.

iii) Hardaya mengirimkan undangan kepada kami dan AidEnvironment untuk mengunjungi konsesinya karena kami memiliki pengalaman tangan pertama tentang cara mereka melakukan operasinya.

Januari 2018
Hardaya telah mengkonfirmasi bahwa penghentian pekerjaan telah ditetapkan di Buol (Sulawesi), sementara terdapat masalah di Nunukan.

Februari 2018
Memulai pekerjaan awal untuk memetakan area ‘Go’ dan ‘No-Go’ masing-masing di dua konsesi di Buol dan Nunukan.

Hardaya juga setuju untuk melakukan penilaian HCV dan HCS serta memperhatikan kepatuhan hukum, dan menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) internal tentang keberlanjutan dan NDPE.

Agustus 2018
Saat ini Hardaya tengah mengerjakan rencana tindakan keberlanjutannya.

language Bahasa
language