Genting Plantations Bhd

Genting Plantations Berhad adalag Grup Perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Malaysia, berkantor pusat di Kuala Lumpur. Genting Plantations telah menjadi anggota RSPO sejak tahun 2006.

Pelacakan kasus RSPO yang relevan terkait dengan:
a) Tanjung Bahagia Sdn Bhd yang dapat ditemukan di sini.
b) Keluhan yang diajukan oleh Borneo Rhino Alliance (BORA) yang dapa ditemukan di sini.
c) PT Susantri Permai, PT Kapuas Maju Jaya dan PT Dwie Warna Karya yang dapat ditemukan di sini.
d) PT Susantri Permai yang dapat ditemukan di sini.
e) PT Surya Agro Palma yang dapat ditemukan di sini.
f) PT Kapuas Maju Jaya yang dapat ditemukan di sini.

Genting Plantations Berhad memiliki situs perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Greenomics (22 September 2014)

2) RSPO Complaint (18 Desember 2016)

3) Laporan berita yang berjudul “Palm Oil workers shot orangutan for meat.” (14 Februari 2017)

4) Artikel Foresthints yang berjudul “Clearing begun on Bornean orangutan habitat worth USD 3.2 million” (22 September 2017)

5) Laporan Greenpeace yang berjudul “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)

6) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 14” (12 April 2019) dikirimkan kepada kami melalui email.

7) Laporan Mighty Earth berjudul, “Rapid Response Report 15” (22 Mei 2019) dikirimkan kepada kami melalui email.

(1) Perusahaan Genting di Kalimantan Barat diduga membuka lahan di habitat orangutan dan hutan HCS di Borneo, Indonesia.

(2) Sebuah komplain telah diajukan kepada RSPO mengenai anak perusahaan Genting, PT. Susantri Permai, PT. Kapuas Maju Jaya dan PT. Dwie Warna Karya yang beroperasi secara ilegal dan melakukan penanaman di wilayah hutan produktif.

(3) Pekerja di Perusahaan Genting diduga membunuh orangutan dan memakannya disalah satu konsesi, PT Susantri Permai di kalimantan.

(6) Laporan tersebut menuduh adanya deforestasi oleh PT Citra Sawit Cemerlang (PT CSC), pada lahan sekitar 125 hektar pada sekitar 05 Januari 2019 hingga 10 Maret 2019.

(7) Laporan tersebut menuduh adanya deforestasi oleh PT Citra Sawit Cemerlang (PT CSC), pada lahan sekitar 175 hektar pada sekitar 17 Maret 2019 hingga 15 Mei 2019 dan deforestasi oleh PT Permata Sawit Mandiri (PT PSM) sekitar 84 hektar tanggal 4 April 2019 hingga 15 Mei 2019.

Saat ini kami melakukan kerjasama dengan Genting di Sabah, Malaysia. Kami aktif melakukan pendekatan dengan Genting.

April 2019
Kami melakukan pendekatan dengan Genting untuk mendapatkan klarifikasi atas tuduhan yang terdapat dalam laporan dari Mighty Earth.

Maret 2017
Genting mempublikasikan sebuah pernyataan mengenai artikel Orangutan tanggal 14 Februari 2017.

Mei 2017
Panel Komplain RSPO sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung mengenai dugaan operasi dan penanaman ilegal.

September 2017
Genting menjelaskan bahwa PT PSM merupakan perusahaan joint venture dengan mitra mereka di Indonesia, dan telah diajukan didalam dokumen NPP RSPO. Keputusan untuk melakukan divestasi pada bulan Maret 2017 dikarenakan oleh keterbatasan pembangunan. Genting juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam diskusi sebelum keputusan tersebut dibuat.

Agustus 2018
RSPO sedang mematangkan keputusannya atas tuduhan ilegalitas di PT Susantri Permai, PT Kapuas Maju Jaya dan PT Dwie Warna Karya.

April 2019
Genting menanggapi laporan tersebut melalui pernyataan berikut (tertanggal 29 April 2019): “Laporan High Carbon Stock untuk PT Citra Sawit Cemerlang sedang diselesaikan oleh Aidenvironment. Dan akan diajukan untuk proses pemeriksaan setelah laporan tersebut diselesaikan. Berdasarkan surat dari PT Citra Sawit Cemerlang. Sementara itu, perintah berhenti-kerja untuk pembukaan lahan baru akan diberlakukan.”

Genting menambahkan bahwa sejak 16 Maret 2017, Genting telah menarik saham sebesar 95% dari PT PSM. Oleh karena itu, PT PSM bukan bagian dari Genting sejak 2017. Merujuk ke Laporan Tahunan 2017 (Halaman 154) yang dipublikasikan oleh Genting Plantations Berhad.

language Bahasa
language