Fangiono Agri Plantation group (FAP)

Fangiono Agri Plantation (FAP) adalah perusahaan Perkebunan kelapa sawit milik swasta, yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

FAP memiliki situs web yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Greenpeace yang berjudul, “Deforestation Case Studies” (Desember 2017)
2) Laporan Green yang berjudul “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)
3) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 9” (30 Oktober 2018)
4) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 22” (06 Desember 2019)

(1) Bukan anggota RSPO, PT Fangiono Agri Plantation group (FAP) diklaim sebagai bagian dari First Resources Group

(2) Kurangnya bukti atas kesepakatan FAP untuk mematuhi permintaan First Resources untuk memenuhi persyaratan HCS

(3) Dugaan deforestasi oleh PT Ketapang Hijau Lestari, dimana total 250 hektar hutan ditebangi di provinsi Kalimantan Timur antara 25 Juli dan 22 September 2018.

(4) Laporan tersebut menduga PT Tirta Madu Sawit Jaya (PT TMSJ) melakukan pembukaan lahan di tutupan pohon lebat seluas 17 hektar dari tanggal 7 September – 13 November 2019.

Oktober 2018
Kami telah melakukan pendekatan dengan FAP dan meminta klarifikasi atas hubungan dengan First Resources, termasuk inisiatif keberlanjutan mereka.

Desember 2019
Kami melakukan pendekatan dengan FAP untuk klarifikasi setelah menerima laporan tersebut.

April 2018
Klarifikasi kedua anak perusahaan FAP – PT Setia Agro Utama (SAU) dan PT Marsam Citra Adiperkasa (MCA) dapat ditemukan di sini.

Oktober 2018
FAP menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara First Resources dan FAP baik dalam hal kepemilikan maupun manajemen. FAP memiliki satu lokasi di Sumatra dan 10 lokasi di Kalimantan. Terdapat pengembangan lahan yang sedang dikerjakan.

Penelitian HCS (menggunakan Toolkit 1) dilakukan pada tahun 2017 oleh Sonokling dan ‘penghentian kerja’ dilakukan selama 6 bulan selama periode tersebut. Berdasarkan penelitian, daerah-daerah tertentu telah dialokasikan sebagai kawasan konservasi. Pembukaan maupun pengembangan lahan tidak diizinkan di area tersebut.

FAP memiliki prosedurnnya sendiri terkait keberlanjutan, yang dapat ditemukan di sini.

FAP transparan dan mau berbagi dokumen seperti studi HCS, izin hukum, dan peta lokasi berdasarkan permintaan, tergantung pada kondisi tertentu.

Mereka memiliki sertifikasi ISPO untuk dua konsesi. Manajemen sangat memperhatikan keberlanjutan, dan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan sertifikasi RSPO.

Desember 2019
FAP mengklarifikasikan bahwa PT TMSJ tidak melakukan pembukaan lahan dan lokasi pembukaan yang diduga dalam laporan tersebut berada di luar konsesi PT TMSJ.

Musim Mas secara internal memverifikasi bahwa titik kordinat berada di luar konsesi.

language Bahasa
language