Anglo Eastern Plantations (AEP)

Anglo-Eastern Plantations PLC (AEP), yang berkantor pusat di London, adalah perusahaan terbuka yang memiliki, mengoperasikan dan mengembangkan Perkebunan kelapa sawit dan karet di Indonesia dan Malaysia.

AEP memiliki situs web perusahaan yang dapat dilihat di sini.

1) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid response
Report 1” (17 November 2017) yang dikirim kepada kami melalui email.
2) Laporan Greenpeace yang berjudul, “Deforestation case studies” (Desember 2017) yang dikirimkan kepada kami melalui email.
3) Laporan Greenpeace yang berjudul, “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)
4) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 14” (12 April 2019)
5) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 15” (22 Mei 2019)

1a) Laporan tersebut menduga adanya praktek deforestasi yang dilakukan oleh PT Kahayan Agro Plantation (PT KAP), diperkirakan seluas 420 hektar dari bulan Oktober 2016 sampai September 2017, termasuk membuka lahan di Borneo, wilayah habitat Orangutan. Selama bulan Oktober 2016, diperkirakan 3.593 hektar telah disiapkan, termasuk 700 hektar habitat Orangutan.

1b) Konflik lahan dan masalah perizinan, termasuk:
(1b-i) Mengabaikan keputusan Bupati Kabupaten Gunung Mas untuk menyisihkan lahan dari konsesi mereka untuk masyarakat setempat, dan akuisisi yang tetap berlanjut meskipun adanya larangan terhadap PT KAP mengenai negosiasi penjualan lahan.

1b-ii) Mengabaikan arahan Gubernur untuk melakukan inventarisasi terhadap semua lahan yang terdapat
didalam wilayah konsesi PT KAP.

1c) PT Alno agro Utama (PT AAU) membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari pemasok PT Gantur Madu Agrotama (PT GMA) yang diduga melakukan deforestasi seluas 92 hektar selama Desember 2016 sampai Agustus 2017.

2) Dugaan deforestasi hutan sekunder seluas 1.100 hektar antara Oktober 2015 hingga Oktober 2017 oleh PT KAP, di mana beberapa hutan yang dibuka merupakan habitat orangutan.

4) Laporan tersebut menduga terjadi deforestasi seluas 189 hektar yang dilakukan oleh PT Kahayan Agro Plantation (PT KAP) sejak 18 Mei 2018 sampai 01 April 2019.

5) Laporan tersebut menduga deforestasi dilakukan oleh PT KAP, yang diestimasi seluas 40 hektar sejak 01 April sampai 02 Mei 2019.

November 2017
Kami mengirimkan surat untuk menyatakan keprihatinan kami atas laporan tersebut; dan meminta informasi lebih lanjut terkait masalah yang ada.

Februari 2018
Kami telah menghubungi AEP tentang tindakan yang dilakukan untuk meringankan masalah yang sedang disorot di dalam area operasi mereka.

April 2019
Kami masih berdiskusi dengan AEP mengenai proses penilaian.

November 2017
AEP telah mengkonfirmasi bahwa anak perusahaannya, PT AAU tidak membeli TBS dari PT GMA. Pemilik PT GMA tidak mengenal mereka.

Untuk melanjutkan pernyataan di atas, AEP juga membagikan surat klarifikasi PT KAP, serta laporan identifikasi HCV. Perusahaan menyatakan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan undang-undang Perkebunan di Indonesia, bahwa lahan tersebut telah diperoleh secara legal dan diberi kompensasi, dan kebun plasma dikembangkan, penilaian HCV dilakukan pada tahun 2011, dan mereka berada pada tahap pertama untuk mendapatkan sertifikasi ISPO.

Maret 2018
AEP telah menyampaikan hal-hal berikut:
(i) Bahwa perintah penghentian pekerjaan untuk pembukaan lahan sudah ada;
(ii) Studi High Carbon Stock (HCS) sedang dilakukan;
(iii) Kebijakan Keberlanjutan telah dipraktekkan;
(iv) Mereka telah menandatangani MoU dengan masyarakat di Desa Dandang Kecamatan Kahayan Hulu Utara untuk mempertahankan kawasan konservasi.

Agustus 2018
Penilaian HCV/HCS diselesaikan pada September 2018.

Januari 2019
AEP sedang dalam proses pengiriman laporan HCS mereka ke sekretariat HCS.

AEP telah mengumpulkan laporan HCS PT Kahayan Agro Plantations (no. 53) kepada sekretariat HCS. Silahkan merujuk pada status pengajuan laporan AEP di sini.

Mei 2019
Kami diinformasikan oleh AEP bahwa mereka secara aktif berdiskusi dengan komite peninjauan HCSA untuk mempercepat kualitas peninjauan.

PT Kahayan Agro Plantation menyebutkan bahwa mereka akan menerapkan moratorium (pemberhentian kerja) di pembukaan lahan baru mulai dari 03 Juni 2019 sampai proses peninjauan selesai (diperkirakan selesai dalam kurang dari 3,5 bulan)

Desember 2019
Kami menerima informasi dari AEP bahwa mereka telah menyelesaikan proses peer review HCSA pada PT Kahayan Agro Plantation. Hasil review dapat dilihat pada link berikut.

language Bahasa
language