Keluhan

Diluncurkan pada tahun 2016, Mekanisme Pengaduan Keluhan kami memungkinkan para pemangku kepentingan – termasuk karyawan, masyarakat lokal dan LSM – untuk melaporkan kekhawatiran mereka akan operasi dan rantai pasokan kami sehingga kami dapat menilai dan menyelesaikan masalah apa pun secara efisien. Kami menawarkan akses ke saran ahli independen untuk pihak-pihak yang terkena dampak.

Kami berkewajiban untuk menghormati dan melindungi anonimitas pengadu untuk mencegah potensi konflik atau pembalasan. Pemegang kepentingan dapat memberikan informasi secara anonim menggunakan formulir di situs web kami, melalui surat atau SMS. Musim Mas mengambil pendekatan obyektif untuk mengelola keluhan. Semua keluhan yang masuk dibagi menjadi dua kategori utama: keluhan kepatuhan dan keluhan sengketa. Keluhan kepatuhan melibatkan pelanggaran Kebijakan Keberlanjutan kami, Standar RSPO dan / atau POIG Charter. Keluhan sengketa dapat melibatkan konflik antara dua pihak atau lebih. Di bawah masing-masing kategori ini, keluhan selanjutnya dibagi menjadi keluhan terhadap Musim Mas dan keluhan terhadap pemasok pihak ketiga kami. Kategori di mana setiap pengaduan diajukan menentukan pendekatan yang akan kami lakukan. Sistem terintegrasi ini memastikan pendekatan yang kuat dan adil untuk menerima dan menangani keluhan, termasuk yang terkait dengan pemasok pihak ketiga kami. Ini menggabungkan ‘controlled purchaseprotocol (CPP) yang memungkinkan kami untuk mengatur insentif bagi pemasok pihak ketiga kami berdasarkan kemajuan mereka dalam menyelesaikan keluhan tertentu.

Keluhan Kepatuhan Sengketa Keluhan
Terhadap Musim Mas Terhadap Musim Mas
Terhadap Pemasok Pihak Ketiga Terhadap Pemasok Pihak Ketiga

Saya Ingin Mengajukan Keluhan

Saluran Pengajuan Pengaduan

Melalui Website Silakan klik di sini untuk menggunakan formulir online.
Melalui Email sustainability@musimmas.com
Melalui SMS (62) 8116159071
Informasi yang dibutuhkan:
(1) Nama Pengadu
(2) Nama anak perusahaan Musim Mas / pemasok pihak ketiga / orang lain dimana keluhan diajukan.
(3) Poin-poin utama keluhan
Melalui Telepon (62) 8116159071
Melalui Fax (62) 61 6613060
Melalui Surat
150 Beach Road, Level 24, Gateway West, Singapore 189720
Attn: Departemen Corporate Communications (Grievance Coordinator)

Kami memastikan bahwa semua pekerja kami memiliki akses ke mekanisme keluhan yang transparan dan bertanggung jawab tanpa takut akan pemecatan atau pembalasan di kemudian hari. Prosedur pengaduan internal di situs kami telah disosialisasikan kepada para pekerja dan kami secara teratur memasang pengingat tentang sistem di papan publik. Karyawan dapat mengajukan keluhan melalui kotak saran yang terdapat di sekitar tempat operasional kami, melalui buku catatan pengaduan di kantor administrasi, melalui telepon ke Departemen Hubungan Masyarakat, atau melalui serikat pekerja. Kami menyimpan daftar para ahli di semua operasi kami, termasuk ahli hukum dan teknis independen, serta perwakilan pemerintah dan masyarakat setempat, untuk menawarkan saran independen kepada pihak-pihak yang terkena dampak. Kami berusaha untuk menyelesaikan semua keluhan dalam waktu seminggu, jika gagal, keluhan akan diangkat dalam pertemuan manajemen rutin untuk diskusi dan penyelesaian.

Kami mempublikasikan keluhan eksternal kami (berasal dari pemasok pihak ketiga). Website kami menyediakan tinjauan komprehensif tentang cara kami mengelompokkan dan memproses berbagai jenis keluhan eksternal dan dapat dilihat di bawah dalam Kasus Keluhan. Kami menargetkan untuk mengatasi dan memberikan pembaruan pada semua kasus terbuka dalam waktu tiga bulan sejak tanggal keluhan diajukan.

Kami terus mencari cara untuk membuat pelaporan keluhan kami lebih komprehensif untuk memastikan pemangku kepentingan mendapat informasi dan menerima saran untuk perbaikan.

Musim Mas tidak serta merta memutus pasokan dari pemasok yang menolak atau ditemukan melanggar Kebijakan Keberlanjutan kami. Namun, kami menginvestasikan sumber daya untuk bekerja dengan pemasok mana pun yang mungkin telah menunjukkan ketidakpatuhan terhadap komitmen No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) kami. Kami percaya bahwa pendekatan berlanjut dengan para pemasok ini penting untuk mengtransformasi sektor ini.

Kami mengambil pendekatan bertahap untuk mengelola insiden yang ditemukan selama proses pendekatan dan verifikasi kami, dan juga yang secara langsung menjadi perhatian kami melalui Mekanisme Keluhan. Untuk pemasok dengan keluhan, kami bekerja dengan mereka untuk mengembangkan rencana aksi dengan jadwal dan tujuan yang ditentukan. Jika pemasok gagal melaksanakan rencana tersebut, kami memberi tahu mereka tentang niat kami untuk ‘menghentikan pembelian’. Keterlibatan lebih lanjut terjadi jika pemasok membuktikan atau menunjukkan bahwa tindakan yang disepakati diambil. Meskipun menangguhkan kegiatan bisnis dengan pemasok, kami terus bekerja bersama-sama dengan mereka untuk tetap memberikan pemberitahuan tentang perkembangan kasus terbuka, dan untuk memberikan dukungan dalam menemukan solusi yang tepat dan mengembangkan rencana aksi untuk menyelesaikan keluhan.

Ketika pemasok telah mencapai semua persyaratan, CPP ditarik dan hubungan perdagangan akan dilanjutkan.

Kriteria berikut mengarahkan keputusan Grup untuk ‘menghentikan pembelian’ dengan pemasok:

  • Pelanggaran hukum tingkat tinggi- penangguhan segera dalam kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang parah, memperkerjakan anak, atau bahaya yang mengancam kehidupan manusia.
  • Menolak untuk patuh secara berulang – pemasok tidak menunjukkan niat untuk memperbaiki dan patuh dalam periode enam bulan.
  • Kegagalan berulang – pemasok secara konsisten tidak mengikuti rekomendasi, atau implementasi tindakan perbaikan selama periode enam bulan
  • Penarikan dari atau keluar dari keanggotaan RSPO

Proses kami untuk mengelola pelanggaran Kebijakan

Proses internal Musim Mas

1. Mengembangkan Profil pemasok
  • Landgang & karakteristik operasional;
  • Kinerja keberlanjutan
  • Risiko hukum, lingkungan, dan sosial yang diketahui;
  • Keluhan yang telah divalidasi dan tidak dimasukkan dalam proses pengaduan RSPO;
  • Keterlibatan saat ini
2. Analisis internal & identifikasi tindakan lanjut
3. Validasi informasi yang dikumpulkan oleh tim Pembelian
4. Konsultasi pemangku kepentingan tentang profil + langkah selanjutnya, jika diperlukan

Proses keterlibatan pemasok

5. Keterlibatan pemasok
6. Controlled Purchase Plan (CPP) ; pengembangan
7. Menilai kecukupan Controlled Purchase Plan (CPP) pemasok
8. Controlled Purchase Plan (CPP): finalisasi
9. Controlled Purchase Plan (CPP): Implementasi & Pemantauan

Keputusan untuk membeli

Hentikan Pembelian
Kembali Membeli dari Pemasok
No. Kasus Keluhan Detil Kasus Tanggal Laporan Status Keanggotaan
RSPO

1

Anglo Eastern Plantations (AEP)

Diduga melakukan praktek deforestasi dan konflik sosial

17 November 2017

Aktif Non-RSPO
2 Arjuna Utama Sawit (AUS) Diduga melakukan deforestasi dan mempersiapkan pembukaan 12 April 2019 Nonaktif Non-RSPO
3 Asian Agri  Pengembangan hutan gambut 18 Juli 2019 Aktif Non-RSPO

4

Astra Agro Lestari (AAL)

Tidak memiliki komitmen publik untuk memerangi isu keberlanjutan, bukan anggota RSPO, melakukan pengembangan di Lahan Gambut , perambahan habitat gajah, deforestasi, dan konflik lahan.

18 Mei 2015

Nonaktif Non-RSPO

5

Austindo Nusantara Jaya (ANJ)

Deforestasi, tidak memiliki komitmen publik untuk menghindari deforestasi dan pengembangan di Lahan Gambut, eksploitasi.

21 Juli 2014

Nonaktif RSPO
6 Bakrie Group  Pembukaan Hutan 08 Juni 2019 Aktif RSPO

7

Bukit Bintang Sawit (BBS)

Sengketa lahan

16 Februari 2016

Nonaktif Non-RSPO

8

Bumitama

Deforestasi, pengerusakan hutan HCV (High Carbon Stock), pengembangan di Lahan Gambut , beroperasi secara ilegal dan gagal memenuhi timeline untuk sertifikasi RSPO.

17 Januari 2017

Actif RSPO
9 Ciliandry Anky Abadi Group (CAA) Deforestasi, pembukaan lahan di habitat orangutan. Desember 2017 Nonaktif Non-RSPO
10 Dhanistha Surya Nusantara (DSN) Eksploitasi Lahan Gambut yang terbakar 12 Desember 2018 Actif Non-RSPO

11

Eagle High Plantation (Varia Mitra Andalan)

Deforestasi, pengembangan di Lahan Gambut, penggunaan api dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua dan wilayah lain di Indonesia.

14 September 2016

Nonaktif RSPO
12 Ensem Sawita Membeli TBS dari perusahaan yang ditemukan melakukan deforestasi di Ekosistem Leuser 11 November 2014 Nonaktif Non-RSPO
13 Fangiono Agri Plantation group (FAP)  Deforestasi, tidak memiliki kebijakan NDPE bahkan bukan anggota RSPO Desember 2017 Actif Non-RSPO

14

Felda Global Venture (FGV)

Eksploitasi dan tidak menghargai Hak Asasi Manusia (HAM) dan hak ketenagakerjaan, deforestasi dan pengembangan di Lahan Gambut.

Juli 2015

Actif RSPO

15

First Resources

Pembukaan hutan, termasuk habitat orangutan.

Desember 2017

Nonaktif RSPO

16

Ganda/ GAMA Group

Konflik sosial, melakukan perambahan dan konversi habitat harimau dan Lahan Gambut HCV, terjadi kebakaran dalam wilayah konsesi, membuka lahan di hutan gambut Kalimantan Barat.

7 October 2013

Nonaktif Non-RSPO
17 Gemilang Sawit Lestari    Membeli TBS dari perusahaan yang ditemukan melakukan deforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo 05 April 2016 Nonaktif Non-RSPO

18

Genting Plantations Bhd

Deforestasi, perambahan di habitat orangutan, dan pekerja membunuh dan mengkonsumsi orangutan di salah satu konsesi.

22 September 2014

Actif RSPO

19

Global Sawit Semesta

Purchasing FFBs from a company found to have deforested in the Leuser Ecosystem

30 September 2019

Actif Non-RSPO

20

Goodhope/ Carson Cumberbatch

Diduga melakukan deforestasi dan melakukan penanaman di Lahan Gambut  , pembangunan tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), menyebabkan banjir di konsesi Nabire Baru, gagal dalam mematuhi proses FPIC, penggunaan kekuasaan   berlebihan dengan melibatkan   pasukan keamanan negara.

09 April 2016

Nonaktif RSPO

21

Hardaya Plantation Group/ Cipta Murdaya (CCM Group)

Dugaan pencabutan izin ilegal untuk PT HIP, dan pembukaan hutan sekunder.

Desember 2017

Actif Non-RSPO
22 Incasi Raya  Pembukaan hutan dan lahan gambut November 2018 Actif Non-RSPO

23

IndoAgri/IndoFood/Salim Group

Terdapat pekerja dibawah umur, pemaparan pekerja terhadap pestisida yang sangat berbahaya, upah dibawah standar upah minimum, memperkerjakan pekerja sementara dalam jangka waktu yang lama untuk melakukan pekerjaan inti dan menggunakan serikat pekerja yang didukung oleh perusahaan.

08 Juni 2016

Nonaktif Non-RSPO
24 Indonusa Membuka lahan tanpa izin yang lengkap, deforestasi 19 September 2018 Nonaktif Non-RSPO

25

Kalimantan Sawit Kusuma

Alleged Deforestation

06 Desember 2019

Actif Non-RSPO

26

Korindo Group

Deforestasi, penggunaan api dan mengabaikan hak masyarakat lokal.

01 September 2016

Nonaktif Non-RSPO
27 Kuala Lumpur Kepong (KLK) Berhad  Pengembangan Lahan Gambut 12 Augustus 2019 Actif RSPO

28

Matahari Kahuripan Indonesia (MAKIN Group)

Alleged Deforestation

06 November 2019

Actif Non-RSPO

29

Medco Agro Group

Pembukaan lahan konsesi hutan

Januari 2017

Nonaktif Non-RSPO
30 Mopoli Raya  Pembukaan di hutan HCV dan habitat Harimau Sumatera dan Gajah 11 November 2014 Actif Non-RSPO
31 Mulia Sawit Group Deforestasi dan pengembangan di lahan gambut 30 October 2018 Nonaktif Non-RSPO

32

Multiple Suppliers (Leuser Ecosystem)

Deforestasi di Singkil – Bengkung

12 November 2014

Actif Non-RSPO

33

Multiple Suppliers (Tesso Nilo)

TBS ilegal dari wilayah konservasi di Riau

06 April 2016

Actif Non-RSPO

34

Musim Mas Group – PT Sarana Esa Cita/ PT Mulia Indah

Klaim lahan oleh banyak pihak

31 Juli 2017

Nonaktif RSPO
35 Musirawas Pengembangan di lahan gambut Juli 2018 Nonaktif Non-RSPO

36

Noble Agri Group

Praktek deforestasi oleh perusahaan afiliasi di Papua.

01 September 2016

Nonaktif RSPO
37 Pati Sari   Membeli TBS dari perusahaan yang melakukan deforestasi di Ekosistem Leuser 11 November 2014 Nonaktif Non-RSPO

38

Prosper Group/ Far East Holdings Berhad

Dugaan deforestasi oleh entitas dengan dugaan adanya hubungan kepemilikan dengan perusahaan Prosper Group/ Far East Holdings

04 September 2017

Nonaktif Non-RSPO
39 Samudera Sawit Nabati (SSN)  Purchasing FFBs from a company found to have deforested in the Leuser Ecosystem 30 September 2019 Actif Non-RSPO

40

Sawit Sumbermas Sarana (SSS)

Pembukaan lahan di wilayah HCV yang terdapat habitat orangutan di dalamnya.

04 Juni 2015

Nonaktif RSPO

41

Sime Darby Plantations (SDP)  

Deforestation

10 September 2019

Actif RSPO

42

Sumber Tani Agung (STA)

Membeli Tandan Buah Segar dari pemasok yang diduga terkait dengan praktek deforestasi dan konflik sosial

17 November 2017

Nonaktif Non-RSPO
43 TH Plantations Bhd Penerapan kebijakan NDPE dan pengaruhnya terhadap deforestasi 04 Mei 2018 Actif Non-RSPO
44 Tradewinds Plantation Sdn Bhd  Deforestasi dan pengembangan hutan gambut 18 Juli 2019 Actif Non-RSPO
45 Triputra Agro Persada Group  Deforestasi di Kalimantan Timur 30 Januari 2019 Actif RSPO

46

Tunas Baru Lampung/ Sungai Budi Group

Deforestasi, permasalahan Gambut, dan konflik dengan masyarakat setempat

28 November 2016

Nonaktif RSPO

Jika Anda memiliki keluhan yang ingin Anda sampaikan, silakan untuk mengisi formulir berikut:

Alternative channels for submitting a complaint

Melalui Email Sustainability@musimmas.com
Melalui SMS (62) 8116159071
Melalui Telepon (62) 8116159071
Melalui Fax (62) 61 6613060
Secara menyurat ke-
150 Beach Road, Level 24 Gateway West, Singapore 189720

Attn: Corporate Communications Department (Grievance Coordinator)

Informasi yang diperlukan:

(1) Nama yang mengajukan keluhan
(2) Nama anak perusahaan Musim Mas/pemasok pihak ketiga/lain-lain terhadap siapa keluhan diajukan.
(3) Point penting keluhan

 

language Bahasa
language