Berita Umum

Pernyataan Aliansi PONGO tentang Kesintasan Orangutan dalam lanskap Kelapa Sawit

September 25, 2017


SingapuraPalm Oil NGO (PONGO) Alliance adalah aliansi beberapa perusahaan besar penghasil kelapa sawit dan organisasi konservasi alam, mempunyai misi untuk mendukung sebuah pengelolaan yang baik atas populasi orangutan dan hidupan liar lainnya di dalam Perkebunan kelapa sawit.

Kesehatan dan kesintasan populasi orangutan sangat tergantung pada akses sepanjang tahun terhadap makanan pokoknya berupa beragam jenis buah-buahan dan dedaunan bernutrisi.

Salah satu tantangan terbesar Aliansi PONGO adalah untuk menyusun satu gerakan bersama yang menghindari upaya pemisahan orangutan dari Perkebunan atau dari upaya memindahkan orangutan dari Perkebunan dengan asumsi orangutan akan hidup lebih baik di lain tempat. Aliansi PONGO percaya bahwa kini saatnya mencari cara untuk membiarkan orangutan liar hidup dan berkembang biak di lanskap Perkebunan yang mengintegrasikan petak dan koridor hutan baik yang alami maupun hasil restorasi.

Ini merupakan tantangan besar, paling tidak dalam upaya meyakinkan pemerintah, pengambil keputusan di perusahaan dan kalangan NGO untuk merubah secara mendasar cara mereka menghadapi isu orangutan dan Perkebunan kelapa sawit yang telah dilakukan selama 40 tahun terakhir. Produsen dan pedagang besar kelapa sawit telah mencoba melakukan upaya terbaik dengan mengeluarkan kebijakan “Tanpa deforestasi, Tanpa gambut, Tidak eksploitatif” dan menyisihkan petak hutan bercadangan karbon tinggi pada beberapa tahun terakhir. Namun seperti kebanyakan kebijakan besar baru lain yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang luhur, selalu ada efek samping yang tidak diharapkan akibat retensi dari prosedur dan aturan alokasi Tata Guna lahan yang telah ada.

Mekanisme perencanaan Tata Guna lahan melibatkan banyak kepentingan dan kompromi. Dalam konteks ini, tantangan paling besar adalah lahan yang paling cocok untuk ditanami kelapa sawit dan komoditas Perkebunan lain juga merupakan lahan yang paling cocok sebagai habitat populasi orangutan dan jenis hidupan liar lain untuk berkembang biak. Beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan yang memiliki ijin untuk menanam kelapa sawit telah mengusulkan untuk mempertahankan petak hutan alam yang cukup besar dalam konsesi, untuk mempertahankan orangutan dan area bernilai konservasi tinggi lainnya serta cadangan karbon. Pendekatan ini sejalan dengan aturan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan sejalan dengan kebijakan pembelian dari pedagang besar, tapi usulan-usulan untuk mempertahankan petak hutan dalam lahan yang dialokasikan untuk Perkebunan kemungkinan menyalahi prasyarat perijinan. Kini saatnya mencari jalan untuk memecahkan dilema ini.

Dilema seperti di atas terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dimana pemerintah, pelaku industri dan kelompok masyarakat sipil berjuang bersama mencari jalan keluar untuk memenuhi visi yang benar dari semua pemangku kepentingan. Aliansi PONGO akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi kebutuhan konservasi orangutan, termasuk orangutan yang berada/hidup dalam konsesi Perkebunan kelapa sawit dari mana tandan sawit dan minyak sawit akan dihasilkan di tahun-tahun mendatang. Aliansi berkomitmen membantu dengan membangun dialog antara para pemangku kepentingan terkait, agar petak dan koridor hutan dapat dipertahankan dan direstorasi untuk membantu mempertahankan orangutan tahap didalam lanskap asalnya.

Sonny Sukada, Director Sustainability, Austindo Nusantara Jaya
Lim Sian Choo, Group Head of CSR & Sustainability, Bumitama Agri Ltd
Dr. Petra Meekers, Director CSR and Sustainable Development, Musim Mas Holdings
Dr Simon Lord, Chief Sustainability Officer, Sime Darby Berhad
Jeremy Goon, Chief Sustainability Officer, Wilmar International
Eric Wakker, Corporate Sustainability Transition, Aidenvironment Asia
Marc Ancrenaz, Borneo Futures
John Payne, Borneo Rhino Alliance
Carl Traeholt, Copenhagen Zoo, SE Asia Programme Director
Darmawan Liswanto, Independent
Bjorn Dahlen, Managing Director, Green Harvest Environmental Sdn. Bhd.
Tantyo Bangun, Chairperson, International Animal Rescue – Indonesia
Erik Meijaard, Chair, IUCN Oil Palm Task Force

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Carolyn Lim
Corporate Communications
media@musimmas.com
+65 6576 4770

language Bahasa
language