Korindo Group

Korindo Group adalah perusahaan swasta, berkantor pusat di Jakarta, Indonesia yang bergerak dibidang kayulapis, kertas koran, industri kayu dan Perkebunan kelapa sawit.

Korindo Group memiliki situs web yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Mighty yang berjudul, “Burning Paradise” (01 September 2016)

2) Laporan Rainforest Action Network yang berjudul “Perilous – Korindo, Land Grabbing & Banks” (13 Nopember 2018)

(1) Dalam laporan berjudul, “Burning Paradise – The Oil Palm Practices of Korindo in Papua and North Maluku,” tiga temuan utama dalam praktek kelapa sawit Korindo adalah:

  • Deforestasi: perusahaan membuka lahan di hutan dataran rendah tropis dan melakukan sedikit usaha dalam mengidentifikasi dan melestarikan kawasan konservasi di dalam konsesinya;
  • Ditemukan bukti praktek pembukaan lahan dengan cara membakar;
  • Mengabaikan hak masyarakat lokal dengan menyediakan atau menahan FPIC untuk pengembangan lahan baru.

(2) Laporan memberikan rincian kumpulan keluhan komunitas dan LSM mengenai aktifitas pembalakan dan pengembangan kelapa sawit Korindo di propinsi Maluku Utara, melalui anak peusahaannya, PT Geloga Mandiri Membangun (PT GMM). Analisa lebih luas terhadap grup Korindo menemukan sejumlah praktik perusahaan yang mengkhawatirkan.

Kami melakukan pendekatan secara ekstensif dengan Grup Korindo sejak kuartal pertama tahun 2016 melalui pedagangnya.

Maret – Mei 2016
Kami menginformasikan kepada Korindo, via pedagangnya mengenai temuan titik api di konsesi Korindo yang terjadi pada tahun 2015. Kami telah berdialog dengan Korindo mengenai kebijakan NDPE dan meminta Korindo berkomitmen terhadap kebijakan keberlanjutannya.

Juni – Agustus 2016
Kami melakukan meeting dengan Direktur Korindo untuk memahami konteks insiden kebakaran, tindakan pencegahan, rencana dan komitmen untuk berhenti melakukan pengembangan di Papua. Kami mendorong Korindo untuk melakukan pengembangan secara komprehensif sesuai dengan kebijakan NDPE dan mempublikasikan komitmen keberlanjutannya. Sembari menyiapkan kebijakan dan menjalani konsultasi dengan pemangku kepentingan, Korindo harus berhenti beraktifitas.

Kami menerapkan “controlled purchase” sebagai bagian dari pendekatan kami.

September – Desember 2016
Kami memfollow-up Korindo mengenai pencapaian dan rancangan kerjanya, diatas pengumuman moratorium Tunas Sawa Erma. Kami juga berdiskusi mengenai proses perpanjangan kebijakan keberlanjutan sampai ke semua anak perusahaan yang termasuk didalam grup Korindo.

Pembelian terakhir kami adalah pada akhir tahun 2016.

Februari 2017
Kami meminta verifikasi dari Korindo mengenai laporan yang buat oleh pemangku kepentingan, yang mengindikasikan bahwa Korindo tidak melaksanakan moratorium pengembangan lahan baru di semua operasi kelapa sawitnya. Kami akan terus melakukan pendekatan, mendorong, memantau dan memfollow-up Korindo dengan cara diskusi untuk menilai perkembangan pengimplementasian kebijakan keberlanjutan kedepannya.

Kami tidak menjalin hubungan bisnis dengan Korindo. Meskipun begitu, kami akan tetap menjalin komunikasi dengan Korindo untuk menilai jika perlu melakukan follow-up dan perkembangan penerapan kebijakan keberlanjutan Korindo.

Mei 2017
Menurut grup LSM, Mighty, Korindo secara resmi telah diinvestigasi oleh Forestry Stewardship Council.

April 2018
Kami bertemu dengan personil manajemen dari Korindo untuk mendiskusikan langkah-langkah yang tepat ke depannya untuk menerapkan praktek keberlanjutan di lapangan.

Agustus 2016
Korindo mengumumkan moratorium pengembangan lahan untuk Tunas Sawa Erma (anak perusahaan Korindo) pada tanggal 1 Agustus 2016. Hal ini akan di implementasikan di tiga konsesi yaitu – Tunas Sawa Erma A, Tunas Sawa Erma B dan Tunas Sawa Erma E dalam periode tiga bulan.

November 2016
Korindo mempublikasikan kebijakan keberlanjutannya pada Oktober 2016. Ini merupakan perpanjangan moratorium Tunas Sawa Erma, Berkat Cipta Abadi, Dongin Prabhawa pada 10 November 2016, Papua Agro Lestari dan Gelora Mandiri Membangun pada Desember 2016.

Desember 2016
Korindo mempublikasikan ringkasan penilaian HCV dan HCS untuk keenam konsesinya.

language Bahasa
language