Kemitraan &Kolaborasi

Kami mendorong perubahan positif di industri minyak sawit berkelanjutan dengan mengembangkan solusi inovatif dan dengan berbagi praktek terbaik dengan rekan-rekan kami. Untuk mencapai transformasi nyata di lapangan, kami harus melihat melampaui rantai pasokan kami sendiri dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan di seluruh sektor minyak sawit untuk mengatasi masalah yang berdampak pada industri kami dan lanskap global pada umumnya.

Kolaborasi dan kemitraan pemangku kepentingan utama kami diuraikan di bawah ini.

  • Consortium of Resource Experts (CORE)

    CORE menyatukan tiga organisasi terkemuka yang didedikasikan untuk memastikan produksi dan sumber komoditas berkelanjutan: Proforest, Rainforest Alliance, dan Daemeter Consulting. Mereka menawarkan berbagai layanan yang komprehensif, termasuk analisis resiko, pengembangan kebijakan, penelusuran, pengembangan kapasitas dan evaluasi pihak ketiga; serta staf dengan tingkat keahlian teknis dan praktis yang tak tertandingi di semua tingkat rantai pasokan.

    Sejak 2015, Musim Mas telah bekerja dengan CORE untuk memenuhi komitmen kami dalam pengadaan minyak sawit berkelanjutan. Kami telah terlibat dalam penilaian resiko lingkungan pada tingkat lanskap, implementasi program intervensi untuk petani sawit dan pemasok, serta implementasi keseluruhan Kebijakan Keberlanjutan kami.

  • Decent Rural Living Initiative

    Decent Rural Living Initiative (DRLI) bertujuan untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia dan tenaga kerja di bidang pertanian. Difasilitasi oleh Forum for the Future – sebuah organisasi nirlaba independen yang bekerja dengan organisasi swasta dan publik untuk menyelesaikan tantangan keberlanjutan yang kompleks – inisiatif ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi praktis dan realistis untuk membantu pekerja pedesaan yang terkait dengan sektor pertanian mengamankan kemampuan jangka panjang mereka untuk berkembang. Bersama dengan Cargill, Golden Agri-Resources, Sime Darby Plantation, dan Wilmar International, kami sedang mengujicobakan dua solusi pra-kompetitif untuk mengatasi tantangan hak-hak tenaga kerja sistemik di industri minyak sawit Indonesia: (i) inovasi kontrak untuk meningkatkan kondisi tenaga kerja pekerja lepas, dan (ii) meningkatkan peran komite gender di perkebunan. Pelajari lebih lanjut tentang DRLI di https://www.forumforthefuture.org/decent-rural-living-initiative.

  • Fire Free Alliance

    Musim Mas bergabung dengan grup perusahaan kehutanan dan pertanian terkemuka, LSM dan mitra lainnya sebagai pendiri Fire Free Alliance (FFA) pada 2016. Kegiatan FFA mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk kawasan ASEAN bebas kabut pada tahun 2020. Semua anggota FFA berbagi pengetahuan, data, dan, jika mungkin, sumber daya untuk menggelar inisiatif pencegahan kebakaran berdasarkan Fire Free Village Programme (FFVP) dari Grup APRIL. Semua anggota perusahaan telah menerapkan FFVP sebagai sarana untuk melibatkan masyarakat lokal dalam melindungi hutan dari kebakaran. Pelajari lebih lanjut tentang FFA di http://www.firefreealliance.org/

  • High Carbon Stock (HCS) Approach Steering Group

    Steering Group memberikan tata kelola keseluruhan dari Pendekatan HCS saat ini dan mengawasi pengembangan lebih lanjut dari metodologi yang dirancang untuk mencapai tidak ada deforestasi termasuk menyempurnakan definisi, tujuan dan hubungannya dengan pendekatan lain untuk menghentikan deforestasi. Musim Mas telah menjadi anggota Steering Group sejak 2015, dan anggota Komite Eksekutifnya (badan pembuat keputusan HCSA). Kami juga anggota dari beberapa Kelompok Kerja, termasuk Social Requirements, High Forest Cover Landscapes, and Protection. Pelajari lebih lanjut tentang Pendekatan HCS di http://highcarbonstock.org/.

  • Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)

    Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) adalah kebijakan yang diadopsi oleh Kementerian Pertanian atas nama Pemerintah Indonesia. Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global melalui regulasi dan sertifikasi untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Kami memimpin Kelompok Kerja ISPO’s Greenhouse Gas (GHG) dan telah merumuskan pedoman perhitungan untuk perkebunan di Indonesia bersama dengan Komisi ISPO. Pelajari lebih lanjut tentang ISPO di http://www.ispo-org.or.id/index.php?lang=en.

  • Indonesian Palm Oil Development for Smallholders

    Musim Mas adalah satu-satunya mitra yang berbasis di Indonesia dengan International Finance Corporation (IFC) yang mengerjakan program ini. Sejak 2015, kami telah membantu petani sawit dalam operasi kami di Sumatera Utara dan Riau, melalui dukungan keuangan dan program peningkatan kapasitas dalam praktek pertanian yang efisien.

  • Palm Oil Innovation Group (POIG)

    POIG adalah inisiatif berbagai pemangku kepentingan yang berfokus pada verifikasi dan inovasi produksi minyak sawit yang bertanggung jawab. Musim Mas telah menjadi anggota sejak 2015 dan telah berpartisipasi aktif dalam POIG Organizing Committee (badan pembuat keputusan POIG), Verification Working Group, Retailers & Manufacturers Working Group, dan memimpin pengembangan POIG Traders & Processors Charter. Kami saat ini memimpin Traders & Processors Working Group, serta Communications Working Group. Pelajari lebih lanjut tentang POIG di http://poig.org/.

  • PONGO Alliance

    Musim Mas adalah anggota pelopor Aliansi PONGO sejak diluncurkan pada 2017. PONGO telah mengelola dan melindungi habitat orangutan dan satwa liar lainnya di dalam lanskap kelapa sawit. Pelajari lebih lanjut tentang PONGO di http://www.pongoalliance.org/.

  • Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)

    RSPO adalah organisasi nirlaba yang menyatukan semua pemangku kepentingan dari industri kelapa sawit: produsen, pengolah atau pedagang kelapa sawit, produsen barang konsumen, pengecer, bank / investor, dan LSM lingkungan dan sosial, untuk mengembangkan dan menerapkan standar global untuk minyak sawit berkelanjutan. Musim Mas telah menjadi anggota RSPO sejak 2004.

    Kami adalah anggota substantif dari RSPO P&C Review Task Force, anggota pengganti Indonesia Growers di Dewan Gubernur RSPO, serta anggota substantif dari berbagai Kelompok Kerja (Working Groups): Petani Sawit, Nilai Keragaman Hayati dan Konservasi Tinggi, Hak Asasi Manusia, Pengurangan Emisi (Co-Chair). Pelajari lebih lanjut tentang RSPO di https://rspo.org/about.

  • Sustainable Landscapes Working Group (Verified Sourcing Areas)

    Forum kolaboratif yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh IDH, The Sustainable Trade Initiative. Kelompok Kerja (Working Groups) terdiri dari para pemangku kepentingan utama yang mewakili merek, pemasok dan LSM, antara lainnya. Sustainable Landscapes Working Group (sebelumnya Traceability Working Group) di sektor minyak kelapa sawit mengakui perlunya verifikasi tingkat bentang alam dan menetapkan target dan tonggak bagi industri untuk bekerja.

  • Tropical Forest Alliance (TFA) 2020

    Tropical Forest Alliance 2020 (TFA 2020) adalah kemitraan publik-swasta global yang bertujuan untuk mengurangi deforestasi tropis yang terkait dengan sumber komoditas seperti minyak kelapa sawit, kedelai, daging sapi, dan kertas dan bubur kertas. Musim Mas telah menjadi anggota TFA 2020 sejak 2017. Pelajari lebih lanjut tentang TFA 2020 di https://www.tfa2020.org/en/.

Hal penting bagi strategi implementasi Kebijakan Keberlanjutan kami adalah tujuan transformasi kami. Kami mengambil pendekatan tingkat lanskap untuk implementasi dan memfokuskan upaya kami di tempat-tempat dimana kami dapat memberikan dampak. Kami memilih kabupaten berdasarkan kehadiran operasional dan pengaruh, dan karakteristik lanskap seperti keberadaan ekologi bernilai tinggi dan keanekaragaman hayati. Mengidentifikasi lanskap prioritas merupakan bagian dari pendekatan kami untuk terlibat dengan pemasok pihak ketiga kami. Hal ini juga kunci strategi kami untuk membentuk dan berpartisipasi dalam inisiatif kolaboratif dengan pemangku kepentingan utama lainnya.

Tabel berikut menyajikan tinjauan umum inisiatif lanskap yang telah kami lakukan, dengan fokus utama pada inisiatif konservasi dan lingkungan.

Riau

Riau adalah provinsi penyumbang terbesar untuk produksi minyak sawit nasional dan merupakan penyumbang terbesar kelima terhadap gross domestic product (GDP) Indonesia. Deforestasi di bentang alam sangat parah. Diperkirakan bahwa perkebunan kelapa sawit ilegal telah mengambil alih setidaknya 40% dari Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan lindung penting lainnya adalah lahan gambut Giam Siak Kecil, yang sebagian besar didominasi oleh sektor bubur kertas (pulp). Riau rentan terhadap kebakaran hutan selama musim kemarau tahunan.

Riau adalah salah satu provinsi pemasok utama kami. Kami memperkirakan bahwa pabrik pemasok kami merupakan 70–80% dari total pabrik di provinsi ini, yang merupakan 20% dari total pengadaan minyak sawit mentah (CPO) kami.

Musim Mas adalah anggota Tesso Nilo Taskforce sejak 2016. Kami bekerja sama dengan WWF Indonesia dan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo untuk mengurangi konflik manusia-gajah di sekitar taman nasional Tesso Nilo.

Kami bekerja sama dengan rekan kerja industri dalam proyek lanskap partisipatif bawah-ke-atas (bottom up) untuk memahami dan memetakan daerah HCV-HCS, serta plot yang ada dan potensial untuk ekspansi petani sawit. Kami telah menyelesaikan kabupaten Siak dan PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) sebagai pabrik kelapa sawit kami yang terlibat, dan telah melakukan analisis mendalam, pelatihan untuk membangun kesadaran dengan staf pabrik, dan penilaian di lapangan untuk mengidentifikasi area HCS yang ber-potensial.

Baca laporan diagnostik kami untuk Riau di sini.

Kalimantan Barat

Kalimantan Barat berkontribusi 5% dari basis pasokan kami dan merupakan salah satu dari enam provinsi yang berkontribusi 80% dari basis pasokan kami. Kami dapat menelurusi hingga 88% perkebunan di provinsi ini, mewakili persentase tertinggi di antara enam provinsi.

Kami bekerja sama dengan Aidenvironment untuk mengeksplorasi proyek konservasi Sambas yang berpotensi di bidang agroforestri. Baca lebih lanjut tentang proyek di sini.

Kami juga telah melakukan banyak verifikasi pabrik sebagai bagian dari penilaian resiko kami terhadap pemasok kami. Laporan diagnostik verifikasi pabrik yang dilakukan di Kalimantan Tengah bertujuan untuk memberikan peta jalan yang jelas tentang apa artinya mencapai transformasi keberlanjutan secara konkret. Laporan ini memberikan masukan yang membantu kami mengembangkan pendekatan strategis untuk mengatasi masalah yang diangkat di tingkat lanskap. Baca laporan lengkapnya di sini.

Aceh

Provinsi Aceh berkontribusi hingga 5% dari total basis pasokan kami. Ekosistem Leuser 87%, salah satu bentang alam hutan tropis yang paling beragam secara biologis dan sedang terancam, terletak di provinsi Aceh. Meskipun Aceh bukan penghasil utama kelapa sawit dan memiliki laju deforestasi yang lebih rendah dibandingkan dengan provinsi lain, Aceh sedang terancam oleh ekspansi pertanian termasuk kelapa sawit.

Kami menggunakan strategi keterlibatan holistik dengan pemasok utama kami, dengan pencangkupan masalah sebagai langkah pertama. Penilaian pabrik dianalisis dan dikumpulkan ke dalam ringkasan masalah yang ditemukan. Hasil penilaian dapat meletakkan dasar untuk menyusun program penjangkauan pemasok kami.

Kami mendukung gudang kolaboratif dengan beberapa perusahaan dan pemerintah daerah. Dipimpin oleh Earthworm , mitra implementasi kami, dengan memanfaatkan kebutuhan untuk mengamankan rantai pasokan No Deforestation untuk mendapatkan dukungan perlindungan yang lebih luas di Ekosistem Leuser. Kami juga melihat kemungkinan melakukan perlindungan satwa liar melalui platform PONGO Alliance.

Baca lebih lanjut tentang keterlibatan pemasok kami dengan Ensem Sawita dan Pati Sari, serta kemajuan di Aceh di sini.

Sumatra Selatan

Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) memiliki salah satu pabrik pemasok terbanyak di basis pasokan kami. MUBA adalah kabupaten terbesar kedua di provinsi dan penghasil kelapa sawit terbesar. Meskipun deforestasi di MUBA sudah parah, masih ada banyak hutan tersisa (160.000 hektar). Ini termasuk tiga kawasan lindung seluas 75.000 hektar yang memberikan perlindungan bagi habitat harimau yang penting, termasuk bentang alam Sembilang-Dangku. MUBA menawarkan kombinasi unik dari pemerintah daerah yang mendukung, banyak perusahaan progresif, dan berbagai inisiatif lanskap yang menciptakan platform langka untuk perubahan. Kabupaten ini adalah yang pertama bekerja menuju Sertifikasi Yurisdiksi RSPO.

Kami menerapkan Extension Services Program (ESP) untuk petani sawit independen dalam rantai pasokan salah satu pabrik pemasok kami, PT Bastian Olah Sawit (PT BOS), untuk membantu mereka meningkatkan produktivitas melalui penerapan praktek pertanian yang baik. PT BOS termasuk dalam salah satu grup pemasok yang diprioritaskan untuk keterlibatan.

Selain itu, kami bekerja sama dengan Rainforest Alliance untuk secara khusus menangani masalah keberlanjutan yang berkaitan dengan petani kelapa sawit independen di wilayah tersebut, dan untuk mendukung pengembangan pendekatan yurisdiksi untuk seluruh kabupaten.

Kami juga bekerja sama dengan Daemeter, Cadasta Foundation, dan konsultan IT GeoTraceability, untuk mengembangkan dan menerapkan Sistem Penelusuran Rantai Pasokan Kelapa Sawit yang berfungsi penuh di satu lokasi di MUBA. Sistem tersebut akan menjadi aplikasi seluler rantai pengawasan yang memungkinkan tandan buah segar (TBS) individu ditelusuri melalui rantai pasokan. Proyek percontohan ini akan mencakup rantai pasokan PT BOS.

Baca laporan diagnostik kami untuk Sumatra Selatan di sini.

Para pemangku kepentingan kami tetap mendapatkan informasi terbaru tentang kegiatan kami melalui berbagai platform dan media komunikasi:

  • Jurnal Keberlanjutan (2011-2017), Laporan Kemajuan Kebijakan Keberlanjutan tahunan (2015-2017):Sorotan atas pencapaian dan tonggak pencapaian kami terkait dengan pelaksanaan komitmen Kebijakan kami.
  • Laporan Keberlanjutan Tahunan (dari 2018): untuk memberi informasi kepada para pemangku kepentingan kami tentang masalah lingkungan dan sosial material yang relevan dengan tata kelola keberlanjutan kami.
  • Website Musim Mas
  • Annual Communication of Progress (ACOP): disampaikan kepada RSPO yang merincikan kemajuan kami terhadap standar dan P&C.
  • Daftar keluhan: tersedia secara umum di situs website Musim Mas. Pemangku kepentingan terus mengikuti pengaduan terkait Musim Mas atau pemasok kami yang telah diajukan ke Panel Keluhan RSPO melalui bagian Status Keluhan di website RSPO.

Sebagai perusahaan kelapa sawit yang bertanggung jawab, kami berada di bawah pengawasan publik yang signifikan terhadap dampak lingkungan dan sosial dari bisnis kami.

Kinerja kami telah dibandingkan atau diberi peringkat oleh platform penilaian berikut.

  • Zoological Society of London (ZSL) – Sustainable Palm Oil Transparency Initiative (SPOTT)

    SPOTT mempromosikan transparansi dan akuntabilitas untuk mendorong pelaksanaan praktek terbaik lingkungan dan sosial untuk produksi komoditas yang berkelanjutan. Penilaian SPOTT memberi skor 50 dari produsen dan pedagang Minyak Sawit terbesar tentang ketersediaan publik akan informasi perusahaan mengenai isu-isu lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) terhadap indikator yang baru direvisi. Pada 2015, kami mengajukan diri untuk disertakan dalam scorecard perusahaan. Lihat penilaian Musim Mas di sini.

  • Forest Heroes – Green Tiger Rankings

    Kami senang terdaftar sebagai Pemasok yang Bertanggung Jawab dalam Green Tiger Ranking milik Forest Heros – sebuah laporan yang memberi peringkat kinerja keberlanjutan perusahaan minyak kelapa sawit utama berdasarkan kriteria termasuk perlindungan hutan, perlindungan stok karbon tinggi, perlindungan gambut, dan catatan hak asasi manusia. Lihat penilaian Musim Mas di sini.

  • CDP (sebelumnya Carbon Disclosure Project) – Perubahan Iklim dan Program Kehutanan

    CDP, sebelumnya Carbon Disclosure Project, menjalankan sistem pemaparan global yang memungkinkan perusahaan, kota, negara bagian dan wilayah untuk mengukur dan mengelola dampak lingkungan mereka. CDP menerjemahkan data kinerja lingkungan yang diserahkan ke dalam analisis terperinci tentang resiko, peluang dan dampak lingkungan yang kritis. Investor, bisnis, dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan wawasan ini untuk membuat keputusan yang lebih baik, mengelola resiko, dan memanfaatkan peluang. Pada tahun 2018, kami mengajukan diri untuk disertakan dalam scorecard perusahaan. Lihat penilaian Musim Mas di sini.

  • Global Canopy Programme – Forest 500

    Forest 500 adalah lembaga pemeringkat hutan hujan pertama di dunia. Mereka mengidentifikasi dan memberi peringkat perusahaan, investor, dan pemerintah yang paling berpengaruh dalam perlombaan menuju ekonomi global yang bebas deforestasi. Dengan secara objektif mengidentifikasi dan memberi peringkat 500 powerbroker yang memiliki pengaruh besar-besaran atas rantai pasokan komoditas beresiko hutan, Forest 500 meminta pertanggungjawaban perusahaan, investor, dan pemerintah atas tindakan mereka. Lihat penilaian Musim Mas di sini.

  • EcoVadis – Peringkat Keberlanjutan Pemasok

    Kami secara sukarela ikut serta dalam peringkat Keberlanjutan Pemasok EcoVadis sebagai salah satu platform untuk mengevaluasi kinerja sistem manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) kami sendiri. Penilaian dilakukan berdasarkan empat tema terpisah yang mencakup berbagai isu CSR yang berbeda tentang Lingkungan, praktek ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, praktek bisnis yang adil serta pengadaan berkelanjutan.

    Kami ditempatkan di kategori Perak untuk tahun penilaian 2018 dan berupaya meningkatkan skor kami.

  • Penghargaan peringkat Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia – Programme for Environmental Performance Rating (PROPER)

    “Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan” (PROPER) adalah sistem pengungkapan informasi yang menilai pabrik berdasarkan standar peraturan, berdasarkan lima warna – emas, hijau, biru, merah dan hitam (dalam urutan menurun). Perusahaan yang dipilih untuk berpartisipasi biasanya adalah perusahaan publik terdaftar, perusahaan dengan operasi yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, atau perusahaan yang berorientasi ekspor seperti Musim Mas. PROPER mencakup aspek lingkungan seperti pengendalian polusi udara, pengendalian polusi air, pengelolaan limbah berbahaya, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengendalian polusi laut.

    Musim Mas Group dianugerahi 11 dari 18 Green PROPER Awards pada 27 Desember 2018. Anak perusahaan yang menerima Green PROPER Award 2018 adalah PT Agrowiratama, PT Bahana Nusa Interindo, PT Berkat Sawit Sejati, PT Indomakmur Sawit Berjaya, PT Maju Aneka Sawit, PT Musim Mas PKS Batang Kulim, PT Musim Mas PKS Pangkalan Lesung, PT Sinar Agro Raya, PT Siringo Ringo, PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM1 dan PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM2.

language Bahasa
language