Blogs

Bukan Perkara Kecil

Oktober 19, 2018


By Yos Kusuma

Saya ingat pekerjaan pertama saya sebagai reporter dan meliput beberapa berita dalam satu hari. Saya selalu berpikir itu hal yang sulit untuk lulusan baru. Kini, 12 tahun kemudian, saya bertemu dengan pria dan wanita yang berjuang lebih lagi!


Asisten lapangan kami sedang mengajari petani sawit prinsip-prinsip agronomis dan praktek-praktek penanaman kelapa sawit .

Mereka lah Asisten Lapangan – sama-sama lulusan baru, belum pernah bertani, tetapi bisa mengajari petani berpengalaman tentang bagaimana tata cara bertani yang lebih baik. Mereka adalah bagian dari upaya inspirasional untuk meningkatkan produktifitas petani sawit swadaya di Sumatera Utara. Sebagai ujung tombak program Pengembangan Petani Swadaya Kelapa Sawit Indonesia, yang dirancang oleh International Finance Corporation (IFC) dan Musim Mas, satu orang Asisten Lapangan bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan dan penilaian untuk ratusan Petani swadaya, yang bisa tinggal sejauh puluhan kilometer antara satu dan yang lainnya.

Jarak dan medan spektakuler yang harus dilalui oleh Asisten Lapangan sangat menantang, tetapi apa yang harus mereka lakukan ketika bertemu para petani, yaitu meyakinkan mereka untuk mengambil bagian dalam program ini, bahkan lebih sulit lagi. “Mereka belum lama lulus dari sekolah, dan baru bekerja di bidang ini, sekarang datang untuk mengajari saya cara bertani?” pikir sebagian besar petani.


Salah satu asisten lapangan kami sedang menjelaskan tentang pertanian berkelanjutan kepada petani sawit dibawah naungannya.

Tidak ada yang instan dalam usaha kami untuk mencapai hasil berkelanjutan, tidak ada gratifikasi instan saat petani swadaya secara sukarela bergabung dengan program ini, tidak ada keuntungan seketika bagi Musim Mas dalam berkomitmen untuk program ini, dan pastinya tidak ada pengetahuan instan yang diperoleh asisten lapangan yang harus memandu setiap langkah petani sawit. Asisten Lapangan dipilih berdasarkan kualifikasi pendidikan mereka, sikap profesional dan pribadi, seberapa paham mereka terhadap Perkebunan, serta seberapa baik mereka berinteraksi dengan petani.

Untuk membangun pengetahuan mereka tentang kelapa sawit, Asisten Lapangan menjalani kurikulum pelatihan yang disampaikan oleh ahli dari IFC yang berpengalaman dalam keberlanjutan, serta ahli Agronomi Musim Mas. Mereka kemudian melatih dan menilai para petani yang digabungkan dalam kelompok kecil berjumlah 20 hingga 30 petani.

Melintasi hujan dan terik matahari, para Asisten Lapangan berkendara puluhan kilometer setiap hari untuk membagikan pengetahuan mereka tentang pertanian berkelanjutan kepada para petani. Upaya mereka dimulai sejak para petani sawit mendaftar bergabung dengan program ini, sampai mereka menilai kesiapan para petani untuk menjalani audit keberlanjutan (untuk sertifikasi RSPO maupun ISPO).


Sesi melatih pelatih yang dilakukan oleh IFC dan Musim Mas untuk asisten lapangan kami.

Tiga tahun setelah program ini diluncurkan di Rantau Prapat, tiga pabrik lainnya di Riau telah ikut bergabung, sehingga total penerima manfaat program ini menjadi lebih dari 13.000 Petani dari awalnya yang hanya 539 petani. Jumlah Asisten Lapangan, kini sebanyak 55 orang.

Seiring mendekatnya tenggat waktu 2020, para asisten lapangan bekerja semakin keras dan selaras dengan IFC serta Musim Mas, untuk mengidentifikasi 30 kelompok petani sawit teratas untuk dijadikan asosiasi resmi di setiap wilayah pabrik. Empat asosiasi petani sawit akan menjalani audit sertifikasi pada tahun 2019.

Mengenai Program Pengembangan Petani Swadaya Kelapa Sawit Indonesia

Program Pengembangan Petani Swadaya Kelapa Sawit Indonesia adalah kerja sama Musim Mas dengan IFC untuk membantu Petani Swadaya yang memasok TBS ke anak perusahaan Musim Mas. Kami mendukung petani swadaya dalam memenuhi praktek pertanian yang baik, seperti yang dipraktekkan perusahaan kelapa sawit besar. Hal ini dicapai dengan melatih dan mendidik petani dalam menerapkan cara bertani terbaik, mulai dari pemupukan, pemangkasan, penggunaan bahan kimia yang tepat, hingga pemanenan.

Melalui program ini, IFC berharap dapat mendorong dan menginspirasi para pemangku kepentingan serta petani sawit lainnya untuk mengadopsi program serupa, sehingga dapat menyebarkan praktek pertanian berkelanjutan di seluruh industri sawit.

Saksikan video program ini dan Asisten Lapangan kami.

Join our mailing list

language Bahasa
language