Medan, 7 April 2026 – Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia secara resmi mengumumkan hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Tahun 2025 di Jakarta, 7 April 2026. Tahun ini, PT Indomakmur Sawit Berjaya (PT ISB), untuk pertama kalinya meraih penghargaan PROPER Emas dan menjadi satu satunya perusahaan Sawit yang memperoleh PROPER Emas pada periode PROPER 2024 – 2025. Hal ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan perusahaan sebagai pelaku industri kelapa sawit di Indonesia yang berkomitmen pada praktik pengelolaan lingkungan dan sosial yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Direktur Utama PT Indomakmur Sawit Berjaya, Rendy Andaria Bangun, SH menyampaikan, “Pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas praktik pengelolaan sawit yang bertanggung jawab. Bukti bahwa industri sawit dapat berkembang selaras dengan pelestarian lingkungan dan kepentingan sosial. PROPER Emas ini adalah cerminan dari upaya dan hasil kerja seluruh pekerja kami, kepercayaan mitra dan dukungan dari para pemangku kepentingan.”
PT ISB secara aktif berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menjalankan program petani swadaya serta menjadi pelopor penerapan teknologi Methane Capture sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sebagai wujud komitmen jangka panjang, PT ISB menjalankan praktik keberlanjutan yang bertumpu pada pilar utama sebagai berikut:
- Meningkatkan Taraf Hidup Petani, Pekerja, dan Masyarakat
Komitmen keberlanjutan PT ISB tidak hanya terwujud dalam pengelolaan lingkungan di wilayah operasional, tetapi juga menjangkau bagian terpenting dari rantai pasok, yaitu petani swadaya melalui Program Tunas Tadaya (Tumbuh Unggul Amanah Sejahtera Petani Swadaya).
Program ini merupakan bentuk investasi sosial dan lingkungan yang strategis, sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu untuk Mengurangi kemiskinan (SDG 1) melalui peningkatan kesejahteraan petani swadaya; Mendukung ketahanan pangan (SDG 2) melalui peningkatan produktivitas; dan Mengurangi ketimpangan (SDG 10) dengan mendorong akses petani ke pasar global. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas, akses pasar, serta tata kelola pertanian yang lebih baik bagi petani mitra.
- Memberikan Dampak Positif terhadap Lingkungan
Dalam rangka memberikan dampak positif terhadap lingkungan, perusahaan menjalankan berbagai program adaptasi dan konservasi. Inisiatif tersebut antara lain Program Elephant Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, serta pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) bersama Universitas Riau guna menjaga dan meneliti keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Selain itu, dalam pengelolaan risiko bencana, perusahaan memanfaatkan teknologi pemantauan berbasis satelit, memperkuat tata kelola melalui berbagai sertifikasi, serta menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Pendekatan holistik ini mendukung perlindungan ekosistem, meminimalkan risiko lingkungan, serta memperkuat ketahanan ekologis dan sosial masyarakat sekitar.
- Menciptakan dan menjaga hubungan yang bertanggung jawab dan berkepanjangan dengan pemasok, pembeli dan pemangku kepentingan
PT ISB meyakini bahwa hubungan jangka panjang dengan pemasok, pembeli, dan pemangku kepentingan hanya dapat terbangun melalui kolaborasi yang saling menghargai. Karena itu, perusahaan secara aktif mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas. Perempuan dipandang bukan sekadar penerima manfaat, melainkan mitra strategis dan agen pembangunan yang krusial. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pencapaian kesetaraan gender (SDG 5) sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan adil.
- Menjadi Pelopor Inovasi dalam Praktik Keberlanjutan
PT ISB berkomitmen mendukung transisi energi bersih sebagai bagian dari upaya penanganan perubahan iklim. Sejak 2017, PT ISB telah menginisiasi instalasi Methane Capture sebagai bagian dari transformasi energi menuju sumber terbarukan. Transisi ini bukan hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan ketahanan energi dan nilai ekonomi jangka panjang.
Dengan memprioritaskan pemanfaatan gas metana dan biomassa, PT ISB menempatkan energi bersih sebagai penggerak utama transformasi operasional. Inisiatif ini membuktikan bahwa pabrik kelapa sawit dapat menjadi pelopor dalam akselerasi energi bersih sekaligus berkontribusi nyata pada mitigasi perubahan iklim nasional.
“Penghargaan PROPER Emas tahun ini menjadi pendorong komitmen PT ISB untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia” tutup Rendy.

PT Indomakmur Sawit Berjaya (PT ISB) untuk pertama kalinya meraih penghargaan PROPER Emas 2025, sekaligus menjadi satu-satunya perusahaan kelapa sawit yang memperoleh penapaian tersebut di tahun ini. Penghargaan ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Program TUNAS TADAYA (Tumbuh Unggul Amanah Sejahtera Petani Swadaya) yang berlokasi di Desa Pasir Intan dan Desa Tanjung Belit, Rokan Hulu, Riau, merupakan program investasi sosial dan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT Indomakmur Sawit Berjaya. Melalui pendampingan berkelanjutan, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas, akses pasar, serta tata kelola pertanian yang lebih baik bagi petani mitra, termasuk program pemberdayaan bagi petani perempuan dan istri petani.

Methane Capture di PT Indomakmur Sawit Berjaya, yaitu teknologi penangkapan gas metana yang dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penerapan teknologi ini merupakan upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.



