Musim Mas
Language

Memberdayakan Pekebun Perempuan: Musim Mas Perluas Program di Sambas dengan Dukungan Bunge

Oleh: Devane Sharma

Menjawab Tantangan Kesenjangan | Temuan Awal | Perluasan Program ke Sambas | Hasil Yang Dicapai | Langkah Selanjutnya

Menjawab Kesenjangan: Program Pekebun Perempuan

Pekebun swadaya memainkan peran penting dalam rantai pasok minyak sawit di Indonesia. Namun, banyak dari mereka menghadapi tantangan dalam mengakses pengetahuan, layanan keuangan, dan praktik perkebunan berkelanjutan. Di wilayah pedesaan, perempuan yang bertanggung jawab atas pemenuhan gizi keluarga, pengasuhan anak, serta sebagian pekerjaan perkebunan, merupakan kelompok yang sering terabaikan meskipun memiliki peran yang cukup penting. Menyadari hal ini, Musim Mas mengembangkan Women Smallholders Program (WSP) sebagai bagian dari upaya keberlanjutan yang lebih luas untuk mendukung pekebun swadaya perempuan. Program ini juga didukung oleh Bunge guna memperluas jangkauan serta meningkatkan dampaknya.

Program ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan terkait kesehatan dan gizi, sekaligus membekali perempuan dengan keterampilan penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Banyak pekebun swadaya yang belum mendapatkan pendidikan formal terkait hal tersebut, padahal sebagai orang tua dalam keluarga, perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan baik kepada generasi berikutnya. Dengan memfokuskan program pada kelompok ini, Musim Mas bertujuan untuk dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan dan menyeluruh di tingkat komunitas.

women smallholders support program

Temuan Awal: Mengapa Program Pekebun Perempuan Penting

WSP pertama kali dijalankan di Riau. Melalui survei kebutuhan komunitas, Musim Mas mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh pekebun perempuan dan keluarga mereka. Salah satu temuan paling signifikan adalah terbatasnya pengetahuan tentang gizi yang tepat dan pengelolaan kesehatan. Banyak perempuan, baik sebagai pekebun maupun istri dari pekebun, memiliki pemahaman yang masih minim terkait kebutuhan pola makan seimbang, perawatan selama kehamilan, serta pemenuhan nutrisi bagi anak.

Temuan penting lainnya adalah bahwa pelatihan terkait kesehatan perlu disesuaikan dengan konteks  lokal dan disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Pengalaman sebelumnya juga menunjukkan bahwa pelatihan yang terstruktur, dipandu oleh ahli, dan lebih interaktif lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Musim Mas berkolaborasi dengan akademisi dan profesional kesehatan untuk menyesuaikan materi program.

Berbekal pembelajaran tersebut, Musim Mas berupaya memperluas inisiatif ini ke wilayah lain. Sambas, Kalimantan Barat, dipilih sebagai lokasi pengembangan berikutnya, dengan dukungan dari Bunge sebagai mitra dalam mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan.

rural health training

Perluasan Program Ke Sambas: Memperkuat Kapasitas Lokal dengan Dukungan Bunge

Bunge, perusahaan global terkemuka dalam agribisnis dan produksi pangan, berperan dalam mendukung perluasan program ini. Sebagai pendukung lama praktik keberlanjutan dalam rantai nilai minyak sawit, kolaborasi Bunge dengan Musim Mas mencerminkan komitmennya untuk memberdayakan komunitas pekebun swadaya dan mendorong perubahan positif di industri. Melalui kemitraan ini, Bunge membantu memastikan lebih banyak pekebun perempuan menerima alat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mata pencaharian mereka.

Melalui kolaborasi dengan Bunge, Musim Mas memperkenalkan model pelatihan yang telah disempurnakan dengan mengacu pada kerangka yang terbukti berhasil di Riau. Program di Sambas difokuskan pada tiga komponen utama:

  1. Pelatihan oleh Ahli untuk Pekebun Perempuan

Pelatihan di Sambas difasilitasi oleh para ahli lokal dari Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN). Kolaborasi ini memastikan kurikulum yang ilmiah dan relevan dengan kebutuhan peserta. Topik yang dibahas meliputi nutrisi ibu dan anak, pola makan seimbang, dan manajemen kesehatan.

  1. Peran Bidan Lokal dalam Mewujudkan Dampak Berkelanjutan

Untuk memastikan keberlanjutan dan keterlibatan komunitas, Musim Mas melibatkan bidan lokal dari setiap desa tempat program dijalankan. Para bidan berperan ganda, yaitu membantu dalam pemeriksaan kesehatan peserta, memberikan dukungan lanjutan, dan membantu memperkuat pelajaran yang dipelajari selama sesi pelatihan. Langkah selanjutnya adalah memberdayakan mereka lebih lanjut melalui program Training of Trainers agar dapat menyampaikan keterampilan dan pengetahuan mereka kepada perempuan lain.

  1. Pembelajaran Kelompok untuk Keterlibatan yang Lebih Baik

Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil agar diskusi berjalan lebih interaktif dan proses belajar terasa lebih dekat dengan kebutuhan masing-masing. Pendekatan ini sebelumnya telah diterapkan oleh Musim Mas di Riau dan terbukti efektif dalam membantu perempuan memahami topik-topik yang cukup kompleks, seperti nutrisi, kesehatan keluarga, dan kebersihan.

women smallholders training indonesia

Hasil yang dicapai: Perubahan Positif di Komunitas Pekebun Swadaya Perempuan

Program ini mendapat respons yang sangat positif dari para pekebun swadaya perempuan di Sambas. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk mempelajari keterampilan praktis yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup mereka dan kesejahteraan keluarga. Beberapa dampak utama yang dicapai antara lain:

Peningkatan Kesadaran Pentingnya Nutrisi

Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami konsep pola makan seimbang dan pentingnya asupan bergizi. Setelah mengikuti pelatihan, mereka mulai menerapkan perubahan dalam menu keluarga dengan menambahkan beragam bahan makanan yang lebih bergizi dan seimbang.

Pemantauan Kesehatan dan Perawatan Pencegahan

Sebelum program ini berjalan, hanya sedikit peserta yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan keterlibatan bidan setempat, para peserta terdorong untuk mulai memantau kesehatan secara berkala, sehingga potensi masalah kesehatan dapat dideteksi lebih dini.

Jaringan Komunitas yang Lebih Kuat

Melalui pendekatan kelompok kecil dan pendampingan lanjutan oleh bidan, Musim Mas turut memperkuat rasa kebersamaan di antara para peserta. Kini, para perempuan memiliki jaringan dukungan di tingkat lokal yang dapat mereka andalkan untuk mendapatkan informasi dan pendampingan terkait kesehatan dan gizi.

Peningkatan Kepercayaan diri dalam Mengakses Layanan Kesehatan

Sebelumnya, banyak pekebun swadaya perempuan yang belum mengetahui atau memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di sekitar mereka. Melalui program ini, mereka didorong untuk lebih percaya diri dalam mencari bantuan medis saat dibutuhkan, sehingga turut berkontribusi pada peningkatan kesehatan komunitas secara keseluruhan.

health checks for women smallholders

Langkah Selanjutnya: Memperluas Women Smallholders Program (WSP)

Berdasarkan keberhasilan WSP di Sambas, Musim Mas berkomitmen untuk memperluas program ke lebih banyak lokasi. Pada tahap selanjutnya, program ini juga akan dilengkapi dengan pelatihan literasi keuangan, sehingga para pekebun swadaya perempuan tidak hanya memiliki pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga keterampilan dalam mengelola keuangan secara lebih efektif.

Aspek penting dari keberlanjutan program ini adalah model Training of Trainers (ToT), di mana bidan lokal dan pemimpin komunitas menerima pelatihan lanjutan untuk menjadi fasilitator WSP. Ini memastikan bahwa pengetahuan terus disebarkan dalam komunitas bahkan setelah Musim Mas dan mitranya mundur dari manajemen program aktif.

Selain itu, program ini terus bekerja pada model kemitraan dengan universitas dan lembaga kesehatan pemerintah lokal, memastikan bahwa literasi WSP di masa depan tetap ilmiah dan terintegrasi dengan baik ke dalam inisiatif kesehatan masyarakat yang ada.

Perluasan WSP oleh Musim Mas ke Sambas, dengan dukungan Bunge, menandai langkah signifikan menuju peningkatan kesejahteraan pekebun perempuan dan keluarga mereka. Dengan memanfaatkan fasilitator ahli, melibatkan bidan lokal, dan mendorong pembelajaran yang didorong komunitas, program ini memberikan dampak nyata pada nutrisi, kesehatan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Seiring perkembangan inisiatif ini, Musim Mas dan Bunge tetap berdedikasi untuk menciptakan industri minyak sawit yang lebih berkelanjutan dan inklusif, di mana pekebun swadaya, khususnya perempuan, dibekali dengan pengetahuan dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk berkembang. Perjalanan ini terus berlanjut, dan dengan setiap perluasan, program ini semakin mendekati tujuannya untuk memberdayakan pekebun swadaya di seluruh Indonesia.