TH Plantations Bhd

TH Plantations, divisi Perkebunan Lembaga Tabung Haji adalah perusahaan Perkebunan kelapa sawit dan karet yang terdaftar secara publik di Kuala Lumpur, Malaysia.

TH Plantations memiliki situs perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Greenpeace – Surat untuk perusahaan produk konsumsi yang tidak memenuhi persyaratan pemasok (04 Mei 2018)

2) Laporan Greenpeace yang berjudul “Final Countdown: Now or Never to Reform the Palm Oil Industry” (19 September 2018)

3) Laporan Mighty Earth, yang berjudul “Rapid Response 5

4) Laporan Mighty Earth, yang berjudul, “Rapid Response Report 14” (12 April 2019)

5) Laporan Mighty Earth, yang berjudul, “Rapid Response Report 15” (22 Mei 2019)

6) Laporan Mighty Earth yang berjudul, “Rapid Response Report 18” (12 Agustus 2019)

(1) dan (2) Greenpeace khawatir dengan penerapan kebijakan NDPE dan implementasinya di sepanjang rantai pasokan oleh perusahaan pada pemasok mereka dan dampaknya terhadap deforestasi.

(3) Anak perusahaan mereka, PT Persada Kencana Prima membuka hutan dan Lahan Gambut di Kalimantan Utara, Indonesia.”

(4) Laporan tersebut menuduh adanya pengembangan 161 hektar hutan gambut dan 465 hektar persiapan pembukaan lahan di lahan konsesi Hydroflow Sdn Bhd sekitar 11 Januari – 06 Maret 2019.

(5) Laporan tersebut menuduh deforestasi dilakukan oleh Ladang Tabung Haji yang diperkirakan berjumlah 22 hektar sejak 24 Maret – 10 Mei 2019.

(6) Anak perusahaan TH Plantations, TH Pelata Meludam Sdn Bhd diduga mengembangkan 4 hektar Lahan Gambut sejak 20 April – 1 Agustus 2019.

Mei 2018
Kami menghubungi TH Plantations dan menyampaikan keprihatinan kami tentang keberlanjutan, gambut, dan deforestasi terutama di Kalimantan.

April 2019
Kami menemui TH Plantations untuk mengklarifikasi dugaan pengembangan gambut dan persiapan pembukaan lahan.

Mei 2019
Kami melakukan pendekatan dengan TH Plantation untuk mengklarifikasi dugaan deforestasi yang dicantumkan di dalam laporan.

Agustus 2019
Kami mengklarifikasi tuduhan pengembangan Lahan Gambut dengan TH Plantations yang dicantumkan di dalam laporan melalui surat resmi.

Mei 2018
Pada dasarnya terdapat ‘stop work order’ dan TH Plantations telah mengembangkan rencana aksi. Mereka melakukan langkah lebih lanjut untuk memperkuat praktek keberlanjutan mereka sesuai dengan rencana tindakan.

Desember 2018
Kami melanjutkan upaya pendekatan dan mendapatkan update lebih lanjut mengenai perkembangan rencana aksi.

Januari 2019
TH Plantations mengkonfirmasi bahwa moratorium masih dilakukan dan mereka telah melakukan rehabilitasi lahan untuk area yang secara tidak sengaja dibuka. Mereka juga mencari solusi untuk menangani konsesi penebangan yang berlokasi di wilayah mereka.

Mei 2019
TH Plantations telah memverifikasi tuduhan dan mengkonfirmasi bahwa area yang diperebutkan berada di luar batas konsesi Hydroflow. Mereka yakin area tersebut milik Perkebunan tetangga dan Mighty Earth telah salah menandainya sebagai bagian dari konsesi Hydroflow.

Untuk memvalidasi pernyataan mereka, TH Plantations mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengeluarkan perintah berhenti bekerja di Hydroflow sejak September 2018. Sejak itu, tidak ada alat berat yang ditempatkan di dalam Perkebunan dan tidak ada dana yang disalurkan kepada mereka untuk pengembangan lebih lanjut.

Juni 2019
TH Plantations mengkonfirmasi bahwa Perkebunan tersebut menyebutkan, Ladang Tabung Haji tidak lagi menjadi milik THP. Perkebunan tersebut dijual ke perusahaan lain yang berbasis di Malaysia Timur pada 2008.

Agustus 2019
TH Plantations merespon bahwa pembukaan lahan tidak berada di dalam wilayah mereka dan berlokasi di luar konsesi TH Pelata Meludam Sdn Bhd. TH Plantations juga menyediakan bukti pendukung melalui citra satelit untuk menguatkan pernyataan mereka.

Kami telah memverifikasi bukti yang diberikan dan mengkonfirmasi bahwa pembukaan lahan tersebut berada di luar konsesi mereka.

language Bahasa
language