Dua Perkasa Lestari (Bahasa)

1) Laporan dari RAN berjudul “Major Brands and Banks Complicit in the Production of Conflict Palm Oil on Stolen Community Lands in Indonesia” (21 Agustus 2020)

(1a)   RAN menyoroti isu:

  • Konflik lahan yang belum terselesaikan selama puluhan tahun antara PT Dua Perkasa Lestari (PT DPL) dengan komunitas Pante Cermin
  • Pengabaian proses Free Prior and Informed Consent (FPIC) dengan komunitas Pante Cermin.
  • Kurangnya izin yang layak dari PT DPL untuk beroperasi
  • Pembukaan lahan gambut
  • Penggunaan aparat militer untuk mengintimidasi dan menggusur masyarakat

(1b)   Menurut investigasi lapangan RAN, bahwa PT Beurata Subur Persada (PT BSP) menerima pasokan TBS dari PT DPL

(1c)   RAN menyebutkan bahwa PT DPL berkomitmen atas moratorium pembukaan lahan

Agustus 2020
Dikarenakan Musim Mas tidak memiliki hubungan bisnis dengan PT Dua Perkasa Lestari (PT DPL) maka pendekatan dilakukan melalui PT Beurata Subur Persada (PT BSP) sebagai pemasok langsung dari PT DPL.

Agustus 2020
Dari hasil pendekatan dengan PT BSP terkait isu dalam pemberitaan RAN tanggal 21 Agustus 2020, PT BSP menyampaikan informasi sebagai berikut:

  1. PT DPL menyampaikan bahwa isu lahan antara perusahaan dengan masyarakat Pante Cermin telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagai upaya penyelesaian, pada tanggal 29 September 2019, telah diadakan pertemuan dengan Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan, Dandim, Kepolisian, Masyarakat dan plasma dan PT DPL.
  2. PT DPL menyampaikan bahwa perusahaan mengerjakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) sesuai surat keputusan BPN
  3. PT DPL menyampaikan kepada DPRK apabila masyarakat dapat memberikan bukti dokumen surat kepemilikan lahan, maka hal ini dapat diselesaikan secara hukum (ke pengadilan).
  4. PT DPL juga menyampaikan bahwa perusahaan hingga saat ini tidak mengusik lahan masyarakat yang sudah ditanamin kelapa sawit yang dapat dipanen.

Musim Mas akan terus melakukan engagement dengan PT BSP terkait kasus ini.

language LANGUAGE
language