Global Sawit Semesta (GSS)

1) Laporan Rainforest Action Network (RAN) yang berjudul, “The Last of the Leuser Lowlands: Field Investigation Exposes Big Brands Buying Illegal Palm Oil From the Singkil-Bengkung Peatlands.” (30 September 2019)

1) Laporan tersebut menyoroti peran merek makanan, pedagang dan bank global berskala besar yang memicu kegiatan deforestasi di kawasan Ekosistem Leuser Singkil-Bengkung.

Laporan tersebut menuduh beberapa pabrik kelapa sawit yang memasok TBS ilegal, salah satunya adalah Global Sawit Samesta (GSS). GSS memasok TBS ilegal melalui broker, CV Buana Indah yang membeli dari petani yang menanam kelapa sawit secara ilegal di dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil

September 2019
Pernyataan resmi dari Musim Mas terkait laporan RAN dapat ditemukan di link ini.

Kami segera menghubungi GSS setelah menerima laporan tersebut dan kami akan melakukan verifikasi terkait tuduhan tersebut. Verifikasi lapangan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019.

Oktober 2019
Tim Keberlanjutan kami mengunjungi GSS untuk memverifikasi hubungan rantai pasok GSS dengan CV Buana Indah seperti yang disebutkan di dalam laporan RAN. Kami akan meninjau lebih lanjut apabila hasil verifikasi lapangan tersebut telah dirilis dan sementara itu kami berusaha untuk melakukan pendekatan dengan GSS.

Kami akan mengadakan lokakarya untuk pemasok Musim Mas pada akhir bulan Oktober dan GSS telah setuju untuk menghadirinya. Kami akan menjelaskan mengenai Kebijakan Keberlanjutan kami, Persyaratan Ketelusuran serta komitmen NDPE selama lokakarya berlangsung.

GSS menghadiri lokakarya pemasok yang diadakan di Medan oleh Musim Mas dimana kami menjelaskan Kebijakan, prosedur, dan persyaratan Keberlanjutan kami.

Desember 2019
Lokakarya pemasok lainnya akan diadakan di Subulussalam, Provinsi Aceh, untuk pabrik dan pemasok TBS di kabupaten Singkil.

Oktober 2019
Kami melakukan verifikasi lapangan pada 10-11 Oktober 2019 melalui peninjauan dokumen, kunjungan lapangan, dan wawancara dengan berbagai pihak. Pihak perusahaan telah kooperatif dan memiliki sumber daya yang dikhususkan untuk mengimplementasikan praktik keberlanjutan.

GSS telah mengkonfirmasi memasok TBS dari agen, CV Buana Indah (CV BI). Catatan timbang harian di tahun 2019 menunjukkan bahwa GSS memasok PT Laot Bangko dan PT ASDAL. CV BI terindikasi memasok dari petani yang telah melakukan perambahan ke Rawa-Singkil. Namun, CV BI tidak menyimpan catatan ketelusuran.

GSS berhenti memasok dari CV BI pada 02 Oktober 2019. Saat ini, pabrik memiliki Ketelusuran ke Perkebunan (20% dari pasokan TBS) dan Ketelusuran ke Agen.

GSS memiliki SOP Ketelusuran yang mencakup pemeriksaan legalitas ke Perkebunan, namun implementasinya masih kurang.

Kesepakatan tertulis antara pemasok dengan pemasok TBS-nya diperlukan untuk memberikan informasi ketelusuran.

Terdapat papan pengumuman publik di jembatan timbang yang mensyaratkan pemasok TBS untuk memastikan bahwa pasokan berasal dari sumber yang sah tetapi implementasi masih kurang.

Pabrik telah meningkatkan sumber daya dengan merekrut Petugas Keberlanjutan dan staf GIS untuk memulai penelusuran. Ini akan membantu implementasi rencana aksi. GSS telah mendapatkan sertifikasi ISPO sejak 27 Juli 2018.

Tokoh masyarakat diwawancarai untuk membantu kami dalam memahami perambahan masyarakat ke kawasan lindung dan upaya yang dilakukan untuk merehabilitasi kawasan tersebut. Pemindahan penduduk ke daerah rawa Singkil yang dilindungi terjadi selama konflik di Aceh (mulai tahun 1970-an). Permukiman sementara menjadi permanen setelah bertahun-tahun, termasuk beberapa Tanaman tahunan seperti kelapa sawit.

Sebuah rencana aksi telah disusun yang meliputi:

  1. Peta yang menunjukkan area berisiko tinggi, yang akan dibagikan dengan semua pemasok TBS
  2. Meminta semua pemasok TBS berkomitmen hanya untuk memasok dari luar kawasan yang dilindungi
  3. Menghentikan pembelian TBS dari pemasok yang tidak membuat pernyataan komitmen yang resmi
  4. Semua pemasok harus dapat mendokumentasikan bahwa TBS yang mereka pasok adalah legal (memiliki hak guna usaha dan tidak terkait dengan kawasan lindung), dan menghormati hak sosial dan hak asasi manusia. Melakukan verifikasi terhadap legalitas pemasok
  5. Mengembangkan / memperbarui SOP ketelusuran dan membaginya dengan semua pemasok
  6. Mendokumentasikan lokasi pemasok langsung (Perkebunan, agen langsung / tidak langsung dan petani / petani langsung) dan memetakan gudang pasokan petani dimulai dengan penelusuran berdasarkan risiko.
  7. Mengembangkan rencana aksi ketelusuran
    Pemantauan mengenai penyampaian rencana aksi akan dilakukan oleh Musim Mas.
language Bahasa
language