Austindo Nusantara Jaya (ANJ)

Austindo Nusantar Jaya (ANJ) adalah sebuah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang Perkebunan kelapa sawit. Berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. ANJ adalah anggota RSPO sejak 2007.

Pelacakan kasus RSPO terkait yang berhubungan dengan:
a) PT Kayung Agro Lestari dapat ditemukan di sini.

ANJ memiliki situs web perusahaan yang dapat ditemukan di sini.

1) Laporan Greenomics yang berjudul, “Busy years ahead until 2017” (21 Juli 2014)
2) Laporan Greenpeace yang berjudul, “A Deadly Trade-off” (September 2016)
3) Laporan Foresthints yang berjudul, “Finger pointed at Felda for ties to controversial palm oil company” (17 Maret 2017)

(1) Gambar Landsat yang diperoleh dan dianalisis oleh Greenomics menunjukkan bahwa Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJ) sedang membuka lahan di hutan berstok karbon tinggu di bagian Selatan Papua Barat untuk dijadikan Perkebunan kelapa sawit baru.

Greenomics melaporkan bahwa ANJ mulai mengembangkan dan membuka wilayah hutan dibawah anak perusahaannya di Papua, yaitu PT Permata Putera Mandiri dan PT Putera Manunggal Perkasa.

(2) Pada Maret 2017, Foresthint mengeluarkan laporan mengenai ANJ yang berjudul ‘busy years ahead‘, yang menyatakan ANJ sibuk selama bertahun-tahun untuk membuka hutan utuh di Papua, yang berarti ANJ hanya melakukan sedikit kemajuan keberlanjutan sejak tahun 2015.

Anak perusahaan yang terlibat adalah:
– Binanga
– Sahabat Mewah Dan Makmur

Sasaran:
a) Deforestasi: merusak hutan inti di Papua (PT. Permata Putera Mandiri dan PT. Putera Manunggal Perkasa, Papua Barat)

b) Eksploitasi: sengketa lahan, tidak ada FPIC oleh masyarakat sekitar (PT. Permata Putera Mandiri dan PT. Putera Manunggal Perkasa, Papua Barat).

ANJ juga tidak memiliki kebijakan untuk menghindari pengembangan area hutan ataupun Lahan Gambut .

PT. Permata Putera Mandiri dan PT. Putera Manunggal Perkasa mulai melakukan pembukaan di hutan Papua sejak 2013/2014 sebelum mereka mempublikasikan penanaman lahan baru dalam website RSPO.

Februari 2015
Kami melakukan pendekatan dengan ANJ untuk memperoleh klarifikasi atas klaim yang dinyatakan oleh Greenomics dan Mongabay mengenai pembukaan lahan di Papua.

Maret 2015
Kami melakukan pertemuan dengan tim manajemen setelah kami melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan ANJ. Kami berdiskusi mengenai isu hutan berstok karbon tinggi dalam konsesi mereka di Papua. Kami mendorong ANJ untuk mempertimbangkan penghentian pengembangan bisnisnya, sampai ANJ dapat menerapkan bisnis yang sesuai dengan metodologi HCS, dengan melibatkan konsultan yang disetujui oleh HCS Steering Group untuk melakukan studi HCS, kemudian mempublikasikan laporannya dan secara aktif berhubungan dengan LSM.

Mei – Agustus 2015
Kami secara aktif mengikuti ANJ mengenai penilaian HCV/ HCSnya.

Pembelian terakhir kami adalah pada Agustus 2015.

Maret 2017
Kami melakukan pendekatan lagi dengan ANJ, sejak beberapa LSM berdialog secara aktif dengan Musim Mas untuk membicarakan mengenai perjalanan keberlanjutan ANJ. Kami berdiskusi mengenai pengembangan konsesi mereka kedepannya (fase kedua) di Papua.

Kami menyampaikan kepada ANJ untuk menerapkan kebijakan keberlanjutan yang transparan dan jelas supaya kami dapat melakukan pendekatan dan berdialog lebih berkesan.

Maret 2015
Pada awal pengembangan/ pembukaan lahan yang dilakukan oleh ANJ tahun 2013, ANJ tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan RSPO. Setelah laporan dari LSM, ANJ segera memulai serangkaian tindakan, sebagai berikut:

  • Memaksakan pengembangan moratorium sampai persyaratan RSPO New Planting Procedure (NPP) dapat terpenuhi.
  • Memiliki penilaian HCV, SIAs dan EIAs yang telah disetujui oleh penilai RSPO dan dokumen penilaiannya telah diverifikasi oleh Badan Sertifikasi RSPO
  • Melakukan proses notifikasi publik sesuai peraturan NPP RSPO
  • Memulai pengembangan hanya setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari pihak RSPO.

ANJ telah memperkerjakan konsultan independen untuk meninjau penilaian HCV dan mengembangkan manajemen konservasi secara komprihensif.

Agustus 2015
Kami memahami ANJ telah menyelesaikan studi HCS dan rencana pengembangan kedepan untuk wilayah HCS. Sejak saat itu, kami menerapkan “controlled purchase” terhadap ANJ.

Maret 2017
ANJ berbagi rencana pengembangannya dengan RSPO untuk memastikan bahwa ANJ berada dalam kerangka kerja RSPO.

Nopember 2018
ANJ merilis laporan keberlanjutan 2017 mereka. Untuk laporan lengkapnya dapat ditemukan di sini.

language Bahasa
language